POLTEKKES PALEMBANGPOLTEKKES PALEMBANG

Journal of Maternal and Child Health Sciences (JMCHS)Journal of Maternal and Child Health Sciences (JMCHS)

Pemberian ASI eksklusif merupakan upaya penting untuk meningkatkan kesehatan dan perkembangan bayi, yang didukung oleh berbagai organisasi kesehatan di seluruh dunia. Namun, angka pemberian ASI eksklusif masih bervariasi secara signifikan di berbagai wilayah, yang dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara pekerjaan ibu dan pengetahuan dengan praktik pemberian ASI eksklusif. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilakukan pada bulan Mei 2024 di wilayah kerja Puskesmas L. Sidoharjo dengan populasi sebanyak 152 ibu yang memiliki bayi berusia 7–12 bulan dan sampel sebanyak 35 ibu. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil menunjukkan bahwa ibu yang bekerja tidak memberikan ASI eksklusif (87,5%) dan ibu yang tidak bekerja memberikan ASI eksklusif (81,5%) dengan p=0,000. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pekerjaan terhadap pemberian ASI eksklusif. Ibu dengan pengetahuan baik memberikan ASI eksklusif (77,8%) dengan p=0,006. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pengetahuan terhadap pemberian ASI eksklusif. Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pekerjaan dan pengetahuan terhadap pemberian ASI eksklusif.

Terdapat hubungan yang signifikan antara pekerjaan ibu dengan pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas L.Sidoharjo, Kecamatan Tugumulyo, tahun 2024, dengan nilai p=0,000.Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu tentang pemberian ASI eksklusif dengan praktiknya, dengan nilai p=0,006.Dengan demikian, baik status pekerjaan maupun tingkat pengetahuan ibu secara statistik berpengaruh terhadap keberhasilan pemberian ASI eksklusif.

Pertama, perlu dilakukan penelitian mengenai efektivitas kebijakan cuti melahirkan dan dukungan perusahaan terhadap praktik pemberian ASI eksklusif bagi ibu bekerja di sektor formal maupun informal, untuk menilai sejauh mana fasilitas dan regulasi di tempat kerja mendukung atau menghambat keberlangsungan menyusui. Kedua, perlu dikaji bagaimana pengaruh intervensi edukatif berbasis komunitas, seperti penyuluhan rutin oleh kader kesehatan atau pertemuan kelompok ibu menyusui, terhadap peningkatan pengetahuan dan kepercayaan diri ibu dalam memberikan ASI eksklusif, khususnya di wilayah dengan akses informasi terbatas. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi model pendukung menyusui jarak jauh, seperti penyediaan fasilitas pompa ASI, ruang laktasi, dan sistem penyimpanan ASI di tempat kerja atau pusat layanan publik, guna membantu ibu bekerja mempertahankan pemberian ASI secara eksklusif meskipun tidak dapat menyusui langsung setiap saat. Penelitian-penelitian ini dapat memberikan rekomendasi konkret bagi kebijakan kesehatan ibu dan anak yang lebih responsif terhadap dinamika sosial dan ekonomi yang dihadapi ibu modern.

  1. The Relationship between Work and Maternal Knowledge with Exclusive Breastfeeding in the Working Area... jurnal.poltekkespalembang.ac.id/index.php/JMCHS/article/view/2601The Relationship between Work and Maternal Knowledge with Exclusive Breastfeeding in the Working Area jurnal poltekkespalembang ac index php JMCHS article view 2601
  2. Hubungan Status Pekerjaan Ibu dan Dukungan Suami terhadap Pemberian ASIEksklusif | Fahrudin | Herb-Medicine... jurnalnasional.ump.ac.id/index.php/HMJ/article/view/7671Hubungan Status Pekerjaan Ibu dan Dukungan Suami terhadap Pemberian ASIEksklusif Fahrudin Herb Medicine jurnalnasional ump ac index php HMJ article view 7671
Read online
File size474.37 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test