IAIN SALATIGAIAIN SALATIGA

Indonesian Journal of Islam and Muslim SocietiesIndonesian Journal of Islam and Muslim Societies

Spiritualisme urban kalangan urban di kota-kota besar demikian meningkat. Indikasi yang bisa dilihat dari kehadiran urban spiritualisme adalah munculnya berbagai majelis pengajian. Penelitian ini mengangkat empat profil majelis yang berkembang di kota Yogyakarta dan Surakarta. Empat majelis itu antara lain, Muslim United, Teras Dakwah. Sedangkan di Surakarta, terdapat Majelis Ar-Raudhah yang didirikan Habib Novel Alaydrus dan Majelis Busytanul Asyiqin, yang didirikan Habib Syech Assegaf. Riset ini menjelaskan bagaimana empat majelis di atas mendiseminasi pengetahuan agama yang moderat sehingga bisa diterima di kalangan urban dan respon empat majelis di atas terhadap dinamika spiritualitas masyarakat urban yang semakin dinamis. Penelitian ini berbasiskan kualititatif dengan menggunakan pendekatan studi lapangan. Hasil kajian ini mengargumentasikan mulai bergesernya otoritas keagamaan yang didominasi para ustadz terkenal dan figur habaib. Dengan mengedepankan dakwah populer yang diusung para figur tersebut turut meningkatkan literasi pemahaman agama masyarakat urban. Temuan penelitian ini juga melihat adanya santrinisasi dan aktivitas kesalehan masyarakat urban sebagai wujud kebenaran ajaran agama.

Empat majelis yang disebutkan di atas telah menyebarkan pengetahuan agama ke ruang publik yang menarik bagi masyarakat urban.Otoritas agama telah bergeser dari institusi tradisional seperti pesantren atau madrasah dan kyai ke ustadz terkenal (penceramah Islam) dan figur habaib.Otoritas agama telah bergeser dari eksklusif menjadi inklusif.Agama telah mengisi ruang publik dengan segala konsekuensinya.Di satu sisi, ia telah membuat pengetahuan menjadi lebih mudah diakses, dan di sisi lain, agama disajikan sebagai kebutuhan primer yang tidak dapat ditolak.Teras Dakwah dan Muslim United mengambil jalur dakwah yang lebih luas.keduanya cenderung mengambil segmen dakwah yang menarik bagi masyarakat urban, mudah diterima, dan non-ideologis, yaitu Muhammadiyah dan Nahdhatul Ulama.Pada saat yang sama, Majelis Ar-raudhah dan Busyatanul Asyiqin juga berhasil menempatkan Habib Novel dan Habib Syech sebagai otoritas agama yang disukai karena mereka ramah dan rendah hati, dan penyampaian mereka mudah diterima.Juga, karena mereka adalah bagian dari Bani Alawwiyin, mereka sangat dihormati oleh masyarakat, dan pengetahuan agamanya sangat diakui.Keberagaman pemahaman agama di masyarakat adalah hal yang tidak terhindarkan.Literasi masyarakat juga berbeda, sehingga diperlukan model untuk menyebarkan pengetahuan agama ke berbagai struktur sambil tetap memprioritaskan urgensi kebenaran dan kabar baik dari ajaran agama.Muslim United dan Teras Dakwah tampaknya mampu mengemas dialektika ajaran agama menjadi sesuatu yang mudah dipahami.Sinkronisasi teks dan konteks menjadi kognitivitas agama yang dapat dipahami oleh masyarakat urban.Hal yang sama berlaku untuk Majelis Ar-Raudhah dan Busytanul Asyiqin.aspek-aspek transendental dapat disampaikan dengan sederhana kepada penonton dengan figur.Kedua Habib Novel dan Habib Syech mampu mengubah semangat nabi menjadi sesuatu yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi komparatif antara majelis-majelis yang ada di Yogyakarta dan Surakarta dengan majelis-majelis di kota-kota besar lainnya di Indonesia. Hal ini dapat memberikan pemahaman yang lebih luas tentang dinamika spiritualitas masyarakat urban dan strategi penyebaran pengetahuan agama yang moderat. Selain itu, penelitian dapat fokus pada peran media sosial dan teknologi dalam menyebarkan pesan agama dan bagaimana hal ini mempengaruhi interaksi dan pemahaman agama di kalangan masyarakat urban. Penelitian juga dapat mengeksplorasi lebih lanjut tentang bagaimana aktivitas filantropi yang dilakukan oleh majelis-majelis ini mempengaruhi perkembangan ekonomi dan sosial di masyarakat, serta bagaimana hal ini dapat menjadi model bagi pengembangan ekonomi dan sosial yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

  1. Javanese religion, Islam or syncretism: comparing Woodward’s Islam in Java and Beatty’s Varieties... ijims.iainsalatiga.ac.id/index.php/ijims/article/view/108Javanese religion Islam or syncretism comparing WoodwardAos Islam in Java and BeattyAos Varieties ijims iainsalatiga ac index php ijims article view 108
  2. The changing piety and spirituality: a new trend of Islamic urbanism in Yogyakarta and Surakarta | Alam... ijims.iainsalatiga.ac.id/index.php/ijims/article/view/8606The changing piety and spirituality a new trend of Islamic urbanism in Yogyakarta and Surakarta Alam ijims iainsalatiga ac index php ijims article view 8606
Read online
File size256.81 KB
Pages26
DMCAReport

Related /

ads-block-test