STIT AL ITTIHADIYAHLABURASTIT AL ITTIHADIYAHLABURA

Jurnal YatalattofJurnal Yatalattof

Guru sebagai salah satu unsur komunikasi dalam PBM memiliki multi peran, tidak terbatas hanya sebagai “pengajar yang melakukan “transfer of knowledge (pemindahan ilmu pengetahuan), tetapi juga sebagai pembimbing potensi, mengembangkan alternatif, dan memobilisasi siswa dalam belajar. Artinya, guru memiliki tugas dan tanggung jawab yang kompleks terhadap pencapaian tujuan pendidikan, di mana guru tidak hanya dituntut untuk menguasai ilmu yang akan diajarkan dan memiliki seperangkat pengetahuan dan keterampilan teknis mengajar, namun guru juga dituntut untuk menampilkan kepribadian yang mampu menjadi teladan bagi siswa di samping melakukan komunikasi yang baik.

Dari beberapa uraian pembahasan tersebut ini dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut.Jenis-jenis komunikasi yang dilaksanakan guru dan siswa dalam proses belajar mengajar yaitu komunikasi dari atasan kepada bawahan.Komunikasi yang menekankan kepada pemberian informasi dari pimpinan kepada bawahan.Komunikasi dari bawahan ini memberikan manfaat untuk meningkatkan moral dan sikap para pegawai.Adanya pembagian atau pertukaran pesan-pesan atau yang sejenisnya melalui proses dua arah agar makna pesan yang disampaikan dapat diterima dengan tepat sebagaimana yang dimaksudkan oleh pengirim pesan.Upaya yang dilakukan guru dalam mengatasi hambatan-hambatan komunikasi dalam proses belajar mengajar dengan memperhatikan komunikasi dari atasan kepada bawahan, komunikasi dari bawahan kepada atasan serta komunikasi mendatar.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh pelatihan komunikasi efektif terhadap peningkatan kualitas interaksi guru-siswa di MIN Sibuhuan. Hal ini penting untuk mengidentifikasi metode pelatihan yang paling efektif dalam meningkatkan kemampuan komunikasi guru. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada studi kasus mengenai strategi guru dalam mengatasi hambatan komunikasi yang disebabkan oleh perbedaan latar belakang siswa. Dengan memahami strategi yang berhasil diterapkan, dapat dirumuskan panduan bagi guru dalam menghadapi tantangan komunikasi di kelas. Ketiga, penelitian kuantitatif dapat dilakukan untuk mengukur hubungan antara gaya komunikasi guru dengan motivasi belajar siswa. Hasil penelitian ini dapat memberikan informasi penting bagi guru dalam menyesuaikan gaya komunikasi mereka agar dapat meningkatkan motivasi belajar siswa.

Read online
File size235.35 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test