STIT AL ITTIHADIYAHLABURASTIT AL ITTIHADIYAHLABURA

Jurnal YatalattofJurnal Yatalattof

Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan tentang pembelajaran virtual, khususnya virtual university (VU). Permasalahannya adalah betapa pentingnya virtual learning bagi universitas kita untuk mengelola dan meningkatkan proses pembelajaran. Karena itu, dalam beberapa tahun terakhir komputasi multimedia telah berkembang dari area penelitian menjadi bidang studi yang diajarkan di universitas. Menjadi penting bagi siswa untuk mempelajari pengembangan dan penerapan teknologi ini di bidang pendidikan dan banyak lainnya, dan pada saat yang sama peneliti terus menawarkan solusi dan perbaikan. Artikel ini menyajikan kumpulan temuan penelitian terbaru di bidang pendidikan virtual di universitas yang dilakukan oleh para peneliti di seluruh dunia.

So, summarizing all above, virtual universities specialists need to worry about the standards for virtual education, appropriate interactive technologies, public awareness, etc.It must be stressed that despite the all existing obstacles and problems, the future dictates in favor of distance and virtual education.The kinds of virtual learning in universities is process of e-learning.The concepts of E-learning is not meant to create symmetry as its tools reach out to a dispersed community, whose individuals are asked to move along according to their own personal time frame as in acquisition.E-learning is likely to produce asymmetrical learning conditions, as individuals may at a same time have reached completely different stages even if along a common learning trajectory.The very same concept of collaboration needs to be therefore radically reinterpreted.Symmetrical collaboration in a group may only happen when each member of the group has reached a certain level of acquisition at a common time, so that expertise required is considered to be part of a common background, and different roles and tasks may be assigned to various participants present.E-learning technologies provide users with opportunities to e-collaborate, which means to pass information and advice from their own experience, which is packaged and transported out of each individuals context.Context shifts and time and space variables are very likely to affect interaction, so that we need to think of group-ware as an e-collaborative tool, which cannot resemble a classroom interaction where real time practice and feedback are on, all the time.Finally, this system is designed for those who want to make education their lifelong learning business.Furthermore, this system is designed to transform your life experience and practical skills into academic credits and achieve your goal faster, easier and better.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini, berikut adalah saran penelitian lanjutan: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang bagaimana menerapkan teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran aktif dan kolaboratif di kelas. Penelitian ini dapat fokus pada pengembangan dan implementasi strategi pembelajaran yang memanfaatkan sumber daya internet untuk menciptakan lingkungan belajar yang interaktif dan kaya media. Kedua, penting untuk mengeksplorasi cara-cara baru dalam menciptakan lingkungan belajar virtual yang efektif dan menarik. Penelitian dapat dilakukan untuk mengembangkan model-model virtual university yang inovatif, dengan mempertimbangkan aspek-aspek seperti interaktivitas, kolaborasi, dan aksesibilitas. Ketiga, penelitian lanjutan dapat berfokus pada dampak dan efektivitas pembelajaran virtual terhadap hasil belajar siswa. Studi ini dapat menyelidiki bagaimana pembelajaran virtual dapat meningkatkan motivasi belajar, keterlibatan siswa, dan transfer pengetahuan ke konteks lain.

Read online
File size270.49 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test