4141

Jurnal Perikanan TerpaduJurnal Perikanan Terpadu

Ekosistem mangrove berfungsi sebagai area transisi antara daratan dan laut, memiliki kontribusi penting secara ekologis, ekonomi, dan sosial bagi wilayah pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis vegetasi mangrove dan kelimpahan gastropoda di wilayah Lhokseumawe. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik transek garis. Penelitian dilakukan di tiga kecamatan, yaitu Banda Sakti, Muara Satu, dan Muara Dua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis mangrove yang dominan adalah Rhizophora stylosa, Rhizophora mucronata, Avicennia alba, dan Avicennia marina. Gastropoda yang ditemukan meliputi Telescopium telescopium, Telescopium palustris, Cassidula nucleus, Littoraria scabra, dan Nerita plicata. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa jenis mangrove yang ditemukan terdiri dari empat jenis, yaitu A. marina, A. alba, R. mucronata, dan R. stylosa. Kerapatan jenis R. stylosa pada tingkat pohon di stasiun II adalah 3200 ind/Ha, lebih tinggi dibandingkan dengan A. marina di stasiun III yang memiliki kerapatan 300 ind/Ha. Indeks Nilai Penting (INP) pada berbagai tingkat pertumbuhan relatif stabil di semua stasiun.

Penelitian ini mengungkap bahwa ekosistem mangrove di wilayah pesisir Kota Lhokseumawe didominasi oleh empat spesies utama, yaitu A.stylosa memiliki kerapatan tertinggi pada tingkat pohon di stasiun II, sedangkan A.marina mendominasi pada tingkat pancang dan semai di stasiun III.Nilai Indeks Nilai Penting (INP) pada berbagai tingkat pertumbuhan relatif stabil di semua stasiun.Kualitas lingkungan seperti pH, suhu, DO, dan salinitas masih mendukung pertumbuhan mangrove.Hasil ini menegaskan pentingnya pengelolaan mangrove secara berkelanjutan di Kota Lhokseumawe sebagai penyangga ekosistem pesisir dan habitat biodiversitas penting.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk fokus pada aspek-aspek berikut: (1) Mengkaji lebih lanjut tentang interaksi antara spesies mangrove dan gastropoda, terutama dalam hal peran gastropoda dalam ekosistem mangrove dan bagaimana mereka mempengaruhi dinamika vegetasi mangrove. (2) Meneliti dampak aktivitas antropogenik terhadap ekosistem mangrove, seperti pembukaan lahan tambak, pembangunan jalan, dan perluasan permukiman, serta mengembangkan strategi pengelolaan mangrove yang berkelanjutan untuk mengurangi dampak negatif tersebut. (3) Menganalisis kontribusi mangrove sebagai penyerap karbon alami dan mengukur tingkat penyerapan karbon dioksida (CO₂) di ekosistem mangrove Lhokseumawe, serta mengeksplorasi potensi mangrove dalam mengurangi pemanasan global.

Read online
File size450.82 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test