UNTAG BANYUWANGIUNTAG BANYUWANGI
Journal of Agricultural SustainabilityJournal of Agricultural SustainabilityPenelitian ini dilaksanakan di Desa Bulurejo, Purwoharjo, Banyuwangi dari tanggal 7 Mei 2024 hingga 23 Agustus 2024. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ZPT giberelin terhadap produksi buah naga di luar musim. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor, 3 ulangan, dan 5 perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyemprotan giberelin berpengaruh sangat nyata pada jumlah bunga dan buah, serta nyata pada berat buah. Parameter volume buah, kadar gula, dan ketebalan kulit tidak menunjukkan perbedaan nyata. Perlakuan 800 ppm menghasilkan jumlah bunga tertinggi (17,83) dan jumlah buah tertinggi (16 buah). Berat buah tertinggi terdapat pada perlakuan 200 ppm (502 gram), volume buah tertinggi pada perlakuan 200 ppm (433,33 ml), kadar gula tertinggi pada perlakuan 0 ppm (15,67 brix), dan ketebalan kulit tertinggi pada perlakuan 1000 ppm (3 mm).
Penyemprotan ZPT giberelin pada buah naga di luar musim menunjukkan pengaruh signifikan pada jumlah bunga dan buah, serta berat buah.Parameter volume buah, kadar gula, dan ketebalan kulit tidak terpengaruh secara signifikan.Perlakuan giberelin dengan konsentrasi 800 ppm menghasilkan jumlah bunga dan buah tertinggi, sementara konsentrasi 200 ppm menghasilkan berat buah tertinggi.
Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh berbagai konsentrasi giberelin terhadap kualitas buah naga, seperti kandungan vitamin, antioksidan, dan tekstur daging buah. Kedua, studi lebih mendalam mengenai interaksi antara pemberian giberelin dengan pemupukan organik atau anorganik dapat dilakukan untuk mengoptimalkan hasil produksi dan kualitas buah naga. Ketiga, penelitian mengenai pengaruh giberelin terhadap respon tanaman buah naga terhadap perubahan iklim, seperti peningkatan suhu dan kekeringan, perlu dilakukan untuk menjaga keberlanjutan produksi buah naga di masa depan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih komprehensif mengenai penggunaan giberelin dalam budidaya buah naga, sehingga dapat meningkatkan produktivitas, kualitas, dan keberlanjutan tanaman buah naga di Indonesia.
| File size | 355.55 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
POLITEKNIKJAMBIPOLITEKNIKJAMBI Perusahaan terus berupaya menambah jumlah produksi seiring dengan permintaan pelanggan untuk mengantisipasi terjadinya penurunan terhadap jumlah produksiPerusahaan terus berupaya menambah jumlah produksi seiring dengan permintaan pelanggan untuk mengantisipasi terjadinya penurunan terhadap jumlah produksi
USN LAMPUNGUSN LAMPUNG Untuk mencapai hasil optimal, kualitas produksi harus didukung oleh teknik budidaya yang tepat, salah satunya melalui pemupukan yang efisien. PemupukanUntuk mencapai hasil optimal, kualitas produksi harus didukung oleh teknik budidaya yang tepat, salah satunya melalui pemupukan yang efisien. Pemupukan
UNPAMUNPAM 127)OH) yang berperan dalam degradasi senyawa organik. Sinar matahari memberikan hasil lebih baik dibanding UV-C dari segi efisiensi dan keberlanjutan.127)OH) yang berperan dalam degradasi senyawa organik. Sinar matahari memberikan hasil lebih baik dibanding UV-C dari segi efisiensi dan keberlanjutan.
UNUHAUNUHA Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dengan umur bibit U1 (20 HST) memberikan hasil terbaik, ditandai dengan tinggi tanaman tertinggi, jumlah anakanHasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dengan umur bibit U1 (20 HST) memberikan hasil terbaik, ditandai dengan tinggi tanaman tertinggi, jumlah anakan
UNUHAUNUHA Perlakuan terbaik ditemukan pada konsentrasi 40 ml POC bonggol pisang per liter air. Pemberian pupuk organik cair bonggol pisang berpengaruh sangat nyataPerlakuan terbaik ditemukan pada konsentrasi 40 ml POC bonggol pisang per liter air. Pemberian pupuk organik cair bonggol pisang berpengaruh sangat nyata
4141 Upah yang diterima rata-rata Rp80 per unit produksi, dengan produktivitas harian berkisar antara 300-500 unit. Penelitian ini menyarankan agar pengusahaUpah yang diterima rata-rata Rp80 per unit produksi, dengan produktivitas harian berkisar antara 300-500 unit. Penelitian ini menyarankan agar pengusaha
UYPUYP Skenario Tiga merupakan pilihan dengan hasil tertinggi untuk running harian, sedangkan Skenario Dua merupakan pilihan dengan hasil paling tinggi jika menggunakanSkenario Tiga merupakan pilihan dengan hasil tertinggi untuk running harian, sedangkan Skenario Dua merupakan pilihan dengan hasil paling tinggi jika menggunakan
UNDANAUNDANA Penanaman tanpa pengolahan tanah (ZT) yang tidak dikombinasi dengan penutup tanah memberikan performans hasil produksi yang buruk. Di daerah dengan curahPenanaman tanpa pengolahan tanah (ZT) yang tidak dikombinasi dengan penutup tanah memberikan performans hasil produksi yang buruk. Di daerah dengan curah
Useful /
UNDANAUNDANA Data ditabulasi dan dianalisis dengan metode break event point (BEP) dan revenue cost ratio (R/C). Kedua jenis analisis ini dibagi dalam dua bentuk, yaituData ditabulasi dan dianalisis dengan metode break event point (BEP) dan revenue cost ratio (R/C). Kedua jenis analisis ini dibagi dalam dua bentuk, yaitu
UYPUYP Hasil dari metode QSPM menunjukkan bahwa alternative strategi yang terbaik adalah strategi pengembangan produk dengan total skor sebesar 5,47. BerdasarkanHasil dari metode QSPM menunjukkan bahwa alternative strategi yang terbaik adalah strategi pengembangan produk dengan total skor sebesar 5,47. Berdasarkan
UNDANAUNDANA Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon anggota kelompok tani terhadap pengembangan tanaman sorgum. Penelitian ini menggunakan metode survey denganPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon anggota kelompok tani terhadap pengembangan tanaman sorgum. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan
UNDANAUNDANA Sedangkan Sikap petani terhadap peran penyuluh pertanian dalam pemberdayaan petani hortikultura sayur di Desa Lewokeleng Kecamatan Ile Boleng tergolongSedangkan Sikap petani terhadap peran penyuluh pertanian dalam pemberdayaan petani hortikultura sayur di Desa Lewokeleng Kecamatan Ile Boleng tergolong