UNTAGUNTAG
JURNAL KAJIAN TEKNIK MESINJURNAL KAJIAN TEKNIK MESINKedelai merupakan hasil pertanian yang mempunyai sumber protein sangat tinggi. Kedelai diolah menjadi beberapa jenis bahan pangan salah satunya yakni tempe. Olahan tempe digunakan untuk menu lauk keluarga seperti keripik tempe. Pembuatan keripik tempe masih banyak yang menggunakan cara tradisional yaitu dengan cara mengiris tipis-tipis tempe memakai pisau, dengan menggunakan cara ini memerlukan waktu yang lama serta hasil irisan tak konsisten. Untuk meningkatkan efisiensi produksi keripik tempe, penulis bertujuan untuk membuat alat teknologi tepat guna yaitu mesin pengiris tempe dengan metode eksperimental yang menggunakan motor listrik 0.5 HP sebagai penggerak. Pengujian dilakukan dengan 3 variasi kecepatan putar. Hasil pengujian dari penelitian menunjukkan bahwa dengan putaran 150 rpm menghasilkan kapasitas sebesar 2,173 kg/menit, selanjutnya dilakukan pengujian kedua dengan putaran 173 rpm menghasilkan kapasitas sebesar 2,418 kg/menit, selanjutnya dilakukan pengujian ketiga dengan putaran 210 rpm menghasilkan kapasitas sebesar 2,826 kg/menit.
Penelitian ini menghasilkan mesin pengiris tempe yang terdiri dari motor listrik, mata pisau, dan pendorong tempe.Pengujian mesin menunjukkan variasi hasil pengirisan berdasarkan kecepatan putaran.Kapasitas pengirisan tempe meningkat seiring dengan peningkatan kecepatan putaran, dengan hasil tertinggi sebesar 2,826 kg/menit pada 210 rpm.
Penelitian lanjutan dapat difokuskan pada pengembangan desain kerangka mesin agar lebih kokoh dan mudah dioperasikan. Selain itu, perlu dilakukan optimasi desain mata pisau dan sistem pendorong tempe untuk meningkatkan efisiensi pengirisan dan meminimalkan sisa tempe yang tidak teriris. Studi lebih lanjut juga dapat dilakukan untuk mengintegrasikan sistem otomatisasi pada mesin pengiris tempe, seperti sensor untuk mendeteksi ketebalan tempe dan sistem kontrol kecepatan putaran otomatis, sehingga dapat menghasilkan irisan tempe yang lebih konsisten dan meningkatkan produktivitas UMKM. Pengembangan material pada bagian-bagian mesin, seperti penggunaan plat tebal untuk meningkatkan kekuatan dan ketahanan, juga perlu dipertimbangkan. Dengan demikian, mesin pengiris tempe yang dihasilkan akan lebih handal, efisien, dan mampu memenuhi kebutuhan industri keripik tempe dalam skala UMKM.
| File size | 826.88 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
UNTAGUNTAG Sistem perpipaan dapat didefinisikan sebagai praktik, bahan, dan peralatan yang digunakan dalam pemasangan, pemeliharaan, dan modifikasi perpipaan, perlengkapan,Sistem perpipaan dapat didefinisikan sebagai praktik, bahan, dan peralatan yang digunakan dalam pemasangan, pemeliharaan, dan modifikasi perpipaan, perlengkapan,
UNTAGUNTAG Apabila melihat kondisi gografis Indonesia yang sungguh kaya akan sumber energinya yang dapat di jadikan sumber pembangkit listrik dari alam, antara lainApabila melihat kondisi gografis Indonesia yang sungguh kaya akan sumber energinya yang dapat di jadikan sumber pembangkit listrik dari alam, antara lain
UNTAGUNTAG Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun ada keterbatasan, SMAW tetap relevan dan berperan penting dalam menjaga efisiensi dan mutu proses manufaktur saatHasil kajian menunjukkan bahwa meskipun ada keterbatasan, SMAW tetap relevan dan berperan penting dalam menjaga efisiensi dan mutu proses manufaktur saat
UNTAGUNTAG Dalam penyelesaian pembuatan alat uji sistem rem yaitu dengan menentukan gaya pengereman,setelah itu dilakukan perhitungan untuk menentukandaya motor yangDalam penyelesaian pembuatan alat uji sistem rem yaitu dengan menentukan gaya pengereman,setelah itu dilakukan perhitungan untuk menentukandaya motor yang
UMSJUMSJ Untuk mendukung pelayanan prima, manajemen rumah sakit dapat menggunakan hubungan masyarakat untuk membangun hubungan yang baik antara internal dan eksternalUntuk mendukung pelayanan prima, manajemen rumah sakit dapat menggunakan hubungan masyarakat untuk membangun hubungan yang baik antara internal dan eksternal
POLNAMPOLNAM Penelitian ini merupakan penelitian terapan, dengan menggunakan tipe studi kasus, dan objek dari penelitian ini adalah objek Wisata Tebing Makariki NegeriPenelitian ini merupakan penelitian terapan, dengan menggunakan tipe studi kasus, dan objek dari penelitian ini adalah objek Wisata Tebing Makariki Negeri
UNTAGUNTAG Laju pengeringan bervariasi tergantung waktu pengeringan, dengan pengurangan kadar air tertinggi terjadi pada tahap awal. Efisiensi pengeringan yang dicapaiLaju pengeringan bervariasi tergantung waktu pengeringan, dengan pengurangan kadar air tertinggi terjadi pada tahap awal. Efisiensi pengeringan yang dicapai
POLNAMPOLNAM Teknik pengumpulan data adalah wawancara, sedangkan teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi.Teknik pengumpulan data adalah wawancara, sedangkan teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi.
Useful /
UNTAGUNTAG Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya permasalahan karena tidak adanya model perbaikan dan perawatan yang ideal dalam mesin, serta control monitoringKesimpulan dari penelitian ini adalah adanya permasalahan karena tidak adanya model perbaikan dan perawatan yang ideal dalam mesin, serta control monitoring
UNTAGUNTAG Semakin tebal dinding tangki, semakin kecil tegangan yang terjadi, namun tetap di bawah tegangan izin bahan. Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwaSemakin tebal dinding tangki, semakin kecil tegangan yang terjadi, namun tetap di bawah tegangan izin bahan. Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa
POLTEKKES SMGPOLTEKKES SMG Populasi dalam penelitian ini adalah penderita hipertensi. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling. Penelitian ini akan mengukurPopulasi dalam penelitian ini adalah penderita hipertensi. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling. Penelitian ini akan mengukur
POLNAMPOLNAM Pengaruh yang dapat dijelaskan oleh variabel perkembangan volume penjualan terhadap pendapatan sebesar 95,7%. Sisanya sebesar 4,3% dipengaruhi oleh faktor-faktorPengaruh yang dapat dijelaskan oleh variabel perkembangan volume penjualan terhadap pendapatan sebesar 95,7%. Sisanya sebesar 4,3% dipengaruhi oleh faktor-faktor