ISBIISBI

Pascasarjana ISBI Bandung Conference SeriesPascasarjana ISBI Bandung Conference Series

Desa Leran memiliki sisa-sisa arkeologi (makam, menhir, batu giling, batu dakon, masjid) yang tersebar di beberapa tempat. Salah satunya adalah makam Islam tertua di Indonesia, yaitu Fatimah binti Maemun 1802 M. Artefak-artefak ini hingga saat ini dikunjungi oleh banyak orang untuk melakukan ritual keagamaan. Makalah ini memeriksa perubahan mendasar dalam pola ritual ziarah, aktivitas peziarah, dan makna yang bervariasi yang didirikan dalam ritual keagamaan di situs arkeologi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan perubahan dalam pelaksanaan ritual keagamaan di situs arkeologi Leran yang mempengaruhi pandangan masyarakat terhadap keberadaan situs arkeologi tersebut.

Keberadaan berbagai sisa arkeologi membuktikan adanya berbagai komunitas yang telah ada sejak masa lalu di Leran.Keberadaan Leran dalam peradaban kepulauan dapat dibuktikan dengan fungsinya sebagai salah satu pelabuhan yang menjadi pintu masuk utama di Jawa Utara.Jumlah sisa arkeologi Islam yang masih digunakan (monumen hidup) membentuk identitas masyarakat sekitar sebagai komunitas Islam yang menggabungkan budaya lokal dengan nilai-nilai Islam.Sisa arkeologi di Leran termasuk dalam konteks sistem dalam bentuk makam Fatimah binti Maemun, makam Panjang, makam pengikut Maulana Malik Ibrahim, dan masjid Maulana Malik Ibrahim sedangkan sisa arkeologi lainnya termasuk dalam konteks arkeologi.Kegiatan ritual keagamaan di situs arkeologi mengonfirmasi adanya praktik Islam Sufistik yang ditandai dengan penghormatan terhadap guru (baik yang hidup maupun yang meninggal), bacaan shalawat, dan tradisi bacaan tahlil (tahlilan).Pelaksanaan ritual keagamaan di situs arkeologi telah berkembang, tidak hanya ziarah, tetapi telah berkembang menjadi kegiatan besar yang rutin diadakan secara berkala.Perubahan ini memengaruhi pandangan masyarakat tentang peran tokoh yang dimakamkan di situs-situs ini.

Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa ide penelitian baru. Pertama, bagaimana pengaruh modernisasi terhadap perubahan makna dan fungsi situs arkeologi di Leran? Kedua, apakah ada pengaruh budaya lokal terhadap bentuk dan praktik ritual keagamaan di situs arkeologi tersebut? Dan ketiga, bagaimana dinamika interaksi antara masyarakat lokal dengan pengunjung dari luar daerah dalam konteks ritual keagamaan di Leran?.

  1. "The Winning Narrative: The Social Genesis of Pilgrimage Sites" by Stephen F. Haller and Dane... doi.org/10.21427/WVGQ-G038The Winning Narrative The Social Genesis of Pilgrimage Sites by Stephen F Haller and Dane doi 10 21427 WVGQ G038
  2. TOWARDS A RELIGIOUSLY HYBRID IDENTITY? The Changing Face of Javanese Islam | Hilmy | JOURNAL OF INDONESIAN... jiis.uinsa.ac.id/index.php/JIIs/article/view/561TOWARDS A RELIGIOUSLY HYBRID IDENTITY The Changing Face of Javanese Islam Hilmy JOURNAL OF INDONESIAN jiis uinsa ac index php JIIs article view 561
  3. Dreaming saints: exploratory authority and Islamic praxes of history in Central Java - Alatas - 2020... rai.onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/1467-9655.13177Dreaming saints exploratory authority and Islamic praxes of history in Central Java Alatas 2020 rai onlinelibrary wiley doi 10 1111 1467 9655 13177
Read online
File size391.05 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test