UNESAUNESA

Jurnal Pendidikan SendratasikJurnal Pendidikan Sendratasik

Artikel ini mengeksplorasi adaptasi teater pendidikan dari film Upin & Ipin: Keris Siamang Tunggal oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Sendratasik di Universitas Negeri Surabaya. Menggunakan metode deskriptif kualitatif, penelitian ini menganalisis bagaimana adaptasi ini mengkomunikasikan identitas budaya dan nilai-nilai pendidikan kepada audiens mahasiswa. Adaptasi teater, yang dikembangkan sebagai tugas akhir untuk mata kuliah Teater Pendidikan, menyoroti kearifan lokal, multikulturalisme, dan pendidikan karakter. Dengan memeriksa proses dan pertunjukan selama implementasi Fase D dalam mata kuliah tersebut, artikel ini mengilustrasikan bagaimana teater pendidikan berfungsi sebagai medium pembelajaran, transformasi nilai, dan penguatan identitas dalam pendidikan seni pertunjukan.

Penelitian ini menegaskan bahwa teater pendidikan dapat menjadi sarana efektif dalam menyampaikan pesan moral dan budaya, serta memperkuat kompetensi pedagogis calon guru seni.Adaptasi film Keris Siamang Tunggal telah berhasil menjadi contoh konkret bagaimana seni pertunjukan dapat berfungsi sebagai alat pelestarian budaya, media pembelajaran, dan sarana eksplorasi estetika yang lintas generasi dan lintas konteks.Selanjutnya, penelitian ini merekomendasikan pengembangan metode pembelajaran yang lebih interaktif dan kontekstual, serta eksplorasi lebih lanjut mengenai potensi teater pendidikan dalam membentuk karakter dan meningkatkan literasi budaya.

Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi komparatif mengenai efektivitas adaptasi film anak-anak ke dalam berbagai bentuk seni pertunjukan lainnya, seperti wayang atau tari, untuk mengidentifikasi strategi adaptasi yang paling efektif dalam menyampaikan pesan pendidikan. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model pembelajaran teater pendidikan yang lebih terintegrasi dengan kurikulum sekolah, sehingga dapat menjangkau lebih banyak siswa dan memberikan dampak yang lebih signifikan terhadap perkembangan karakter dan keterampilan sosial mereka. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi potensi teater pendidikan dalam mengatasi isu-isu sosial dan lingkungan yang relevan dengan kehidupan anak-anak, seperti bullying, perundungan siber, atau perubahan iklim, melalui pengembangan naskah dan pertunjukan yang kreatif dan inspiratif. Dengan demikian, teater pendidikan tidak hanya menjadi sarana pembelajaran, tetapi juga menjadi wadah bagi anak-anak untuk mengekspresikan diri, mengembangkan empati, dan berkontribusi dalam menciptakan masyarakat yang lebih baik.

Read online
File size641.83 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test