UNESAUNESA

Jurnal Rekayasa MesinJurnal Rekayasa Mesin

Poros roda (axle) kereta api merupakan komponen vital yang berfungsi menopang beban kendaraan serta menjaga kestabilan dan keselamatan operasi. Kegagalan pada poros dapat menimbulkan dampak serius sehingga diperlukan evaluasi desain yang andal. Penelitian ini bertujuan membandingkan kinerja struktural dua model poros roda kereta api (Model A dan Model B) akibat pembebanan statik vertikal menggunakan metode Finite Element Analysis (FEA). Analisis dilakukan menggunakan ANSYS Workbench dengan pembebanan maksimum sebesar 22,5 ton sesuai standar Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor 60 Tahun 2012. Parameter yang dianalisis meliputi tegangan ekuivalen Von Mises, deformasi total, dan faktor keamanan. Hasil simulasi menunjukkan bahwa Model A menghasilkan tegangan maksimum sebesar 172,88MPa, deformasi maksimum 0,52865 mm, dan faktor keamanan minimum 1,2784, sedangkan Model B menghasilkan tegangan maksimum 328,91 MPa, deformasi maksimum 0,55679 mm, dan faktor keamanan minimum 0,67193. Tegangan maksimum Model A masih berada di bawah batas luluh material ASTM A36 sebesar 250 MPa, sementara Model B melampaui batas tersebut. Berdasarkan hasil ini, Model A memiliki margin keamanan struktural yang lebih baik terhadap pembebanan statik. Penelitian ini memberikan dasar evaluasi desain poros roda kereta api serta menunjukkan perlunya analisis lanjutan dengan pembebanan kombinasi dan evaluasi kelelahan untuk memastikan umur layanan jangka panjang.

Berdasarkan hasil analisis statik menggunakan metode Finite Element Analysis (FEA), Model A menunjukkan kinerja struktural yang lebih baik dibandingkan Model B.Model A menghasilkan tegangan Von Mises maksimum yang lebih rendah (172,88 MPa) dan masih berada di bawah batas luluh material ASTM A36, serta memiliki deformasi maksimum yang lebih kecil (0,52865 mm) dan faktor keamanan minimum yang lebih tinggi (1,2784).Hasil ini mengindikasikan bahwa Model A memiliki margin keamanan struktural yang lebih baik dan lebih andal untuk menahan beban statik pada kondisi yang dianalisis.

Penelitian lanjutan perlu dilakukan untuk mengevaluasi kinerja kedua model poros roda kereta api terhadap beban dinamis dan kombinasi beban, termasuk beban vertikal, lateral, dan torsi akibat pengereman. Studi lebih lanjut dapat difokuskan pada analisis kelelahan material menggunakan pendekatan kurva S-N atau strain-life untuk memprediksi umur layanan poros secara lebih akurat. Selain itu, penelitian dapat diperluas dengan mempertimbangkan pengaruh variasi material poros, seperti penggunaan baja paduan dengan kekuatan dan ketahanan kelelahan yang lebih tinggi, serta optimasi geometri poros untuk meminimalkan konsentrasi tegangan dan meningkatkan margin keamanan struktural. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi desain yang lebih komprehensif untuk meningkatkan keandalan dan keselamatan operasional kereta api.

Read online
File size632.05 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test