UNTARUNTAR

Jurnal Komunikasi bidang kajian ilmu komunikasiJurnal Komunikasi bidang kajian ilmu komunikasi

Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh bukti empiris mengenai pengaruh ukuran perusahaan, sales growth, dan operating capacity terhadap financial distress. Penelitian ini menggunakan perusahaan sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2020-2022. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dan ada sebanyak 93 data perusahaan. Data yang diperoleh diolah menggunakan program E-Views 12. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, diperoleh hasil ukuran perusahaan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap financial distress, sales growth memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap financial distress, dan operating capacity memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap financial distress. Implikasi dari penelitian ini adalah ukuran perusahaan, sales growth, dan operating capacity mempengaruhi manajemen perusahaan, investor, dan kreditor dalam pengambilan keputusan.

Ukuran perusahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap financial distress, yang mengindikasikan bahwa perusahaan besar cenderung mengalami tingkat financial distress yang lebih tinggi.Sales growth berpengaruh negatif dan signifikan terhadap financial distress, menunjukkan bahwa pertumbuhan penjualan yang tinggi membantu perusahaan menghindari kesulitan keuangan.Operating capacity juga berpengaruh positif signifikan terhadap financial distress, berarti penggunaan aset operasional yang intensif berkaitan dengan risiko financial distress yang lebih besar.

Untuk penelitian lanjutan, pertama, perlu dikaji apakah faktor leverage atau utang jangka panjang memperkuat atau melemahkan hubungan antara ukuran perusahaan dan financial distress di sektor makanan dan minuman, mengingat bahwa struktur modal mungkin memengaruhi risiko keuangan perusahaan besar. Kedua, penting untuk mengeksplorasi bagaimana pola seasonalitas penjualan memengaruhi hubungan antara sales growth dan financial distress, karena penjualan yang fluktuatif mungkin menciptakan ketidakstabilan arus kas meskipun pertumbuhan tahunan tampak positif. Ketiga, perlu diteliti pengaruh efisiensi aset tetap terhadap operating capacity dan financial distress, untuk mengetahui apakah perusahaan yang memiliki aset berat benar-benar memanfaatkannya secara optimal atau justru menjadi beban operasional yang meningkatkan risiko financial distress, sehingga dapat memberikan pemahaman lebih dalam mengenai mekanisme di balik rasio turnover aset.

Read online
File size424.14 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test