UWMYUWMY

AGROTECH : JURNAL ILMIAH TEKNOLOGI PERTANIANAGROTECH : JURNAL ILMIAH TEKNOLOGI PERTANIAN

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis dan lama pengeringan terhadap rendemen, kadar air, dan mutu mikrobiologi cumi-cumi utuh kering (Loligo sp.). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan dua faktor yaitu jenis pengeringan (pengeringan matahari dan efek rumah kaca) dan lama pengeringan (16, 20, 24, dan 28 jam). Parameter yang diamati meliputi rendemen, kadar air, total mikroba, total koliform, total kapang, serta pengamatan visual pertumbuhan jamur selama penyimpanan. Data rendemen dan kadar air dianalisis dengan ANOVA dan uji lanjut BNJ pada taraf signifikansi 5%, sedangkan parameter mikrobiologi dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa jenis dan lama pengeringan tidak memberikan pengaruh nyata terhadap rendemen, namun lama pengeringan memberikan pengaruh terhadap kadar air. Total mikroba melebihi standar SNI pada seluruh perlakuan, sementara koliform dan kapang masih dalam batas aman. Pengeringan efek rumah kaca selama 24 jam menghasilkan mutu terbaik dengan rendemen 15,47%, kadar air 15,93%, total mikroba 7,4 x 10⁵ CFU/g, koliform <1,0 x 10¹ CFU/g, dan kapang <1,0 x 10² CFU/g.

Berdasarkan hasil analisis serta pembahasan yang dilakukan dalam lingkup penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa jenis pengeringan tidak memberikan pengaruh nyata terhadap rendemen dan kadar air cumi-cumi utuh kering.Sementara itu, lama pengeringan hanya berpengaruh nyata terhadap kadar air.Pengeringan menggunakan alat efek rumah kaca selama 24 jam merupakan perlakuan terbaik dengan nilai rendemen 15,47 %, kadar air 15,93 %, total mikroba 7,4 x 10⁵ CFU/g, total koliform <1,0 x 10¹ CFU/g total kapang <1,0 x 10² CFU/g.Pengeringan menggunakan efek rumah kaca disarankan untuk meningkatkan mutu mikrobiologis produk kering.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif antara pengeringan cumi-cumi dengan metode tradisional dan modern, seperti pengeringan dengan efek rumah kaca. Selain itu, penelitian dapat fokus pada pengembangan teknologi pengeringan yang lebih efisien dan efektif dalam mengurangi kadar air cumi-cumi, serta meningkatkan mutu mikrobiologis produk. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi metode pengolahan cumi-cumi yang dapat meningkatkan nilai jual produk, seperti dengan menambahkan bahan-bahan alami atau proses fermentasi yang dapat meningkatkan rasa dan tekstur cumi-cumi kering.

  1. Studi Pengolahan Cumi-Cumi (Loligo sp.) Asin Kering Dihubungkan Dengan Kadar Air Dan Tingkat Kesukaan... doi.org/10.35800/mthp.1.1.2013.4155Studi Pengolahan Cumi Cumi Loligo sp Asin Kering Dihubungkan Dengan Kadar Air Dan Tingkat Kesukaan doi 10 35800 mthp 1 1 2013 4155
  2. PRODUKTIVITAS HASIL TANGKAPAN PANCING CUMI-CUMI DI PERAIRAN TANJUNG LUAR LOMBOK | ALBACORE Jurnal Penelitian... journal.ipb.ac.id/index.php/pspalbacore/article/view/48279PRODUKTIVITAS HASIL TANGKAPAN PANCING CUMI CUMI DI PERAIRAN TANJUNG LUAR LOMBOK ALBACORE Jurnal Penelitian journal ipb ac index php pspalbacore article view 48279
  3. Pengaruh Lama Fermentasi terhadap Karakteristik Kimia, Organoleptik dan Total Plate Count (TPC) Cumi... journal.ipb.ac.id/index.php/jphpi/article/view/32911Pengaruh Lama Fermentasi terhadap Karakteristik Kimia Organoleptik dan Total Plate Count TPC Cumi journal ipb ac index php jphpi article view 32911
  4. STUDI PENGERINGAN IKAN LAYANG (Decapterus sp) ASIN DENGAN PENGGUNAAN ALAT PENGERING SURYA | Media Teknologi... doi.org/10.35800/mthp.3.1.2015.8328STUDI PENGERINGAN IKAN LAYANG Decapterus sp ASIN DENGAN PENGGUNAAN ALAT PENGERING SURYA Media Teknologi doi 10 35800 mthp 3 1 2015 8328
Read online
File size1.02 MB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test