UNPAMUNPAM

Jurnal Ilmiah Teknik KimiaJurnal Ilmiah Teknik Kimia

Telah dilakukan penelitian komposit dari serat bambu apus dan partikel kayu jati untuk aplikasi door trim mobil. Metode penelitian yang digunakan adalah compression molding menggunakan mesin hot press dan pengujian berdasarkan standar ISO 527-2 dan ASTM D790. Analisis ini menggunakan variabel bebas yaitu perbandingan fraksi volume serat bambu apus dan partikel kayu jati 10:30, 20:20, 30:10%. Sedangkan variabel tetapnya fraksi volume epoxy 60%, suhu hot press 100°C, beban penekanan 30 psi, dan selama 20 menit. Dari data hasil pengujian tarik didapat bahwa variasi 30:10% serat dan partikel merupakan variasi dengan hasil terbaik yaitu 84,69 MPa, lalu diikuti variasi 20:20% yaitu 42,60 MPa. Kedua variasi tersebut mampu memenuhi nilai standar minimal papan serat kerapatan tinggi SNI 01-4449-2006:5-9 yaitu ≥35 MPa. Sedangkan pada variasi 10:30% hanya 21,61 MPa tidak memenuhi standar minimal. Untuk pengujian bending, variasi 30:10% merupakan variasi dengan hasil terbaik yaitu 60,24 MPa dan memenuhi standar minimal. Sedangkan untuk variasi 10:30% dan 20:20% memiliki nilai kekuatan bending terendah yaitu 15,43 MPa dan 29,61 MPa sehingga tidak memenuhi standar minimal yang telah ditetapkan. Untuk hasil permukaan patahan, semua variasi menghasilkan kegagalan fiber pull out tetapi variasi 30:10% yang memiliki sifat patah ulet dan dinilai lebih aman untuk aplikasi door trim mobil.

Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan, maka diperoleh kesimpulan serat dan partikel berpengaruh terhadap kekuatan tarik serta kekuatan bending komposit.Dimana, peningkatan fraksi volume serat yang lebih banyak akan menghasilkan kekuatan tinggi.Pada penelitian ini didapatkan kondisi optimum diperoleh pada papan komposit dengan komposisi 30% penambahan serat dan 10% partikel kayu jati.Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat dioptimalisasi dengan proses perlakuan kimia lainnya dan variasi presentasi serat lainnya agar dihasilkan komposit dengan kekuatan mekanik yang lebih tinggi.

Penelitian selanjutnya dapat difokuskan pada eksplorasi jenis matriks polimer lain selain epoxy untuk meningkatkan sifat mekanik komposit. Selain itu, investigasi terhadap pengaruh perlakuan kimia terhadap serat bambu apus dan partikel kayu jati, seperti asetilasi atau silanisasi, dapat dilakukan untuk meningkatkan adhesi antara serat dan matriks, sehingga menghasilkan kekuatan tarik dan bending yang lebih tinggi. Terakhir, penelitian dapat mengarah pada optimasi parameter proses hot press, seperti suhu, tekanan, dan waktu, untuk mendapatkan kombinasi yang optimal dalam menghasilkan komposit dengan sifat-sifat yang diinginkan, serta mempertimbangkan keberlanjutan material dengan mengeksplorasi penggunaan serat bambu apus dan partikel kayu jati dari sumber yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Read online
File size283.99 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test