Tel-UTel-U

JURNAL RUPAJURNAL RUPA

Industri fashion di Indonesia berkembang pesat dengan mengadaptasi budaya nusantara sebagai identitas unik. Budaya Peranakan merupakan hasil akulturasi budaya lokal dengan budaya Tiongkok dan Belanda yang kaya akan nilai estetika. Desain ini merepresentasikan transformasi budaya yang tetap mempertahankan identitas Peranakan sekaligus menyesuaikan dengan pasar dan tren saat ini. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data primer melalui observasi dan eksperimen, serta data sekunder melalui studi literatur. Metode perancangan FRANGIPANI diterapkan dalam enam tahapan, dari pencarian inspirasi hingga realisasi produk dan uji coba kepada publik. Tujuan penelitian ini adalah memperkenalkan, mempromosikan, dan melestarikan budaya Peranakan dalam bentuk produk fashion yang dapat diterima pasar saat ini. Penelitian ini diharapkan menjadi salah satu solusi bagi industri fashion Indonesia untuk terus mengembangkan produk berbasis budaya lokal.

Penelitian ini menunjukkan bahwa budaya Peranakan masih lestari di era modern, terutama dalam aspek busana dan gaya berpakaian, serta mampu diadaptasi ke dalam desain fashion kontemporer.Transformasi budaya Peranakan dan motif batik pesisir melalui metode FRANGIPANI menghasilkan produk yang diterima positif oleh pengguna dan pasar, termasuk di kancah internasional.Hasil uji coba menunjukkan potensi besar produk fashion berbasis budaya sebagai solusi inovatif bagi industri fashion Indonesia, sekaligus memberi arah bagi pengembangan desain dan pembelajaran akademik di bidang fashion.

Pertama, perlu dilakukan penelitian tentang persepsi generasi muda terhadap fashion berbasis budaya Peranakan untuk mengetahui sejauh mana nilai budaya ini masih relevan dan menarik bagi mereka dalam keseharian. Kedua, penting untuk mengembangkan studi tentang penerapan teknologi digital seperti augmented reality atau NFT dalam mempromosikan dan menjual koleksi fashion Peranakan, agar menjangkau pasar global secara lebih efektif. Ketiga, perlu dieksplorasi bagaimana penggunaan bahan sustainable seperti katun organik atau pewarna alam dalam produksi batik pesisir dapat meningkatkan nilai ekologis sekaligus estetika desain, tanpa mengurangi keaslian budaya yang diangkat. Penelitian-penelitian ini akan melengkapi temuan saat ini dengan pendekatan yang lebih inklusif, teknologis, dan berkelanjutan, sehingga mendorong inovasi yang tidak hanya menjaga warisan budaya tetapi juga menjawab tantangan zaman modern. Dengan demikian, fashion Peranakan tidak hanya menjadi produk estetika, tetapi juga medium transmisi budaya yang dinamis dan responsif terhadap perkembangan sosial, teknologi, dan lingkungan hidup. Kolaborasi antara desainer, komunitas budaya, dan peneliti bisa menjadi kunci dalam mengembangkan ekosistem fashion yang berakar kuat pada identitas lokal namun mampu bersaing secara global.

  1. Perancangan Produk Fashion Kontemporer Berdasarkan Budaya Peranakan Dengan Menerapkan Motif Batik Pesisir... journals.telkomuniversity.ac.id/rupa/article/view/5832Perancangan Produk Fashion Kontemporer Berdasarkan Budaya Peranakan Dengan Menerapkan Motif Batik Pesisir journals telkomuniversity ac rupa article view 5832
Read online
File size879.34 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test