MACHUNGMACHUNG

Citradirga : Jurnal Desain Komunikasi Visual dan IntermediaCitradirga : Jurnal Desain Komunikasi Visual dan Intermedia

Sekolah Budaya Tunggulwulung (SBT) didirikan pada tahun 2014 sebagai wadah pelestarian budaya lokal. Namun, sejak pendiriannya, jumlah peminat dari generasi muda masih belum mencapai target. Oleh karena itu, pengembangan website dan pemanfaatan media sosial seperti Instagram dan Facebook sebagai media promosi online diharapkan dapat meningkatkan persentase pengikut dari kalangan generasi muda untuk SBT. Perancangan ini menggunakan metode perancangan melalui empat tahap, yaitu pengumpulan data, analisis data menggunakan metode STP (segmenting, targeting, dan positioning), konsep perancangan yang terdiri dari perencanaan media, perencanaan kreatif, serta perencanaan tata desain, dan visualisasi desain. Hasil dari perancangan ini berupa website SBT yang dapat diakses secara langsung dan 12 desain konten untuk media sosial Instagram dan Facebook yang dapat digunakan untuk menginformasikan kepada pengguna lain. Dengan adanya media tersebut, keberadaan Sekolah Budaya Tunggulwulung mulai disadari oleh masyarakat sehingga minat terhadap SBT meningkat.

Perancangan media promosi online melalui website dan media sosial Instagram dan Facebook merupakan solusi untuk meningkatkan minat generasi muda terhadap Sekolah Budaya Tunggulwulung.Pembaruan konten secara berkala pada media promosi online sangat penting untuk menjaga keberlangsungan dan efektivitas promosi.Penelitian ini menekankan pentingnya konten yang informatif, menarik, dan selaras dengan identitas visual Sekolah Budaya Tunggulwulung.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengukur efektivitas jangka panjang dari website dan media sosial dalam meningkatkan jumlah peserta didik di Sekolah Budaya Tunggulwulung. Kedua, studi komparatif dapat dilakukan dengan membandingkan strategi promosi online Sekolah Budaya Tunggulwulung dengan sekolah budaya lainnya untuk mengidentifikasi praktik terbaik. Ketiga, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan konten interaktif dan personalisasi pada website dan media sosial untuk meningkatkan keterlibatan pengguna dan menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik bagi generasi muda. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan secara optimal untuk melestarikan dan mempromosikan budaya lokal kepada generasi penerus, serta membantu sekolah budaya dalam menjangkau audiens yang lebih luas dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan-kegiatan budaya.

Read online
File size279.52 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test