SANIYASANIYA

Asskruie: Jurnal Pengabdian Kepada MasyarakatAsskruie: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman serta memberikan pencerahan tentang pembinaan kajian fiqih wanita kepada jamaah majelis taklim perempuan. Subjek pengabdian adalah Majelis Taklim ibu-ibu di Desa Rambah Samo, Kabupaten Rokan Hulu. Materi pengabdian berkisar tentang kajian fiqih wanita bertema hijab dan batasan aurat wanita dalam kajian fiqih wanita dari perspektif tafsir al-Quran, terutama untuk mengembangkan dan meningkatkan pengetahuan pemahaman mereka terkait batasan aurat dan hijab dalam kajian fiqih wanita dalam diskursus tafsir dan mampu menerapkannya dalam bermuamalat. Hasil pengabdian memperlihatkan bahwa materi-materi keagamaan yang berkaitan dengan fiqih wanita dalam persoalan hijab dan aurat berpengaruh signifikan terhadap pengetahuan dan artikulasi keagamaan bagi subjek dampingan.

Kegiatan pengabdian ini berkontribusi dalam meningkatkan pemahaman jamaah majelis taklim tentang kajian fiqih wanita, terutama terkait hijab dan batasan aurat.Ijtihad para ulama dalam memahami hukum tersebut membantu masyarakat, khususnya perempuan, dalam mengartikulasikan ajaran agama dalam praktik sehari-hari.Kegiatan ini perlu dilakukan secara rutin dan berkelanjutan di berbagai lokasi untuk meningkatkan kesadaran beragama yang moderat dan inklusif.

Pertama, perlu diteliti bagaimana pemahaman tentang hijab dan batasan aurat berkembang di kalangan perempuan muda urban yang terpapar media sosial, untuk melihat pengaruh budaya digital terhadap interpretasi keagamaan. Kedua, sebaiknya dilakukan studi komparatif mengenai perbedaan pemahaman fiqih wanita antara majelis taklim tradisional dan komunitas keagamaan berbasis kampus, guna memahami pengaruh latar belakang pendidikan terhadap interpretasi agama. Ketiga, penting untuk mengkaji efektivitas pendekatan ABCD dalam pemberdayaan keagamaan perempuan di daerah lain dengan konteks sosial dan budaya berbeda, agar dapat dikembangkan model pembinaan yang lebih adaptif dan inklusif bagi masyarakat muslim di Indonesia. Penelitian-penelitian ini akan memperdalam wawasan tentang bagaimana pemberdayaan keagamaan perempuan dapat direncanakan secara lebih kontekstual dan berkelanjutan, serta mampu merespons dinamika sosial yang terus berkembang. Selain itu, pendekatan interdisipliner yang melibatkan sosiologi, pendidikan agama, dan studi gender dapat memberikan perspektif yang lebih utuh terhadap tantangan dan peluang dalam pengembangan fiqih wanita berbasis masyarakat.

  1. Strengthening Self Capacity of ex-Localization of Prostitution Community at Bangunsari Surabaya for Economic... engagement.fkdp.or.id/index.php/engagement/article/view/293Strengthening Self Capacity of ex Localization of Prostitution Community at Bangunsari Surabaya for Economic engagement fkdp index php engagement article view 293
  2. Pendampingan Program Pengabdian KKM-DR Mahasiswa UIN Malang pada Masa Pandemi Covid-19 | Amin | Jurnal... doi.org/10.30998/jurnalpkm.v5i4.8821Pendampingan Program Pengabdian KKM DR Mahasiswa UIN Malang pada Masa Pandemi Covid 19 Amin Jurnal doi 10 30998 jurnalpkm v5i4 8821
Read online
File size387.24 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test