UMCUMC

SOSFILKOM : Jurnal Sosial, Filsafat dan KomunikasiSOSFILKOM : Jurnal Sosial, Filsafat dan Komunikasi

Pemilihan kepala desa tentu didukung oleh kampanye. Kampanye digunakan sebagai bentuk branding diri seorang calon kepada masyarakat agar masyarakat memilih calon tersebut. Bermacam bentuk kampanye ditampilkan oleh calon kepala desa salah satunya kampanye melalui media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tentang bagaimana tingkat elektabilitas pemilihan calon kepala desa dengan adanya kampanye melalui sosial media. Penelotian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Teknik penelotian berupa studi kasus dan menyebar kuesioner serta wawancara kepada masyarakat untuk mengetahui pengaruh politik digital. Penelitian ini menggunakan teori interaksionisme simbolik oleh George Herbert Mead.

Transformasi di Indonesia dari sistem otoriter menjadi sistem demokrasi yang menciptakan untuk memenangkan suara dari pemilih bebas dan lebih terbuka.Anggota partai politik dan mereka yang berdiri sebagai anggota legislatif untuk mencapaipemilih simpatik.Kampanye konvensional, seperti reli dan parade, mulai ditinggalkan oleh pesaing.Beriklan di semua jalur cetak termasuk Internet, kemudian dianggap sebagai sarana untuk dapatganti itu.Kandidat mulai menggunakan layanan profesional perusahaan iklan untuk meyakinkan pemilih yang masih ragu-ragu.Namun, apa yang terjadi dari pemilu ke pemilu di era reformasi ini, publik muncul tidak bergerak dari pemberian materi avatar, sosok seseorang yang digambarkan sebagai seorang pemimpin.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat meneliti lebih dalam mengenai pengaruh jenis konten media sosial yang paling efektif dalam meningkatkan elektabilitas calon kepala desa, dengan mempertimbangkan karakteristik demografis dan psikografis pemilih. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk menginvestigasi peran influencer atau tokoh masyarakat lokal dalam kampanye media sosial calon kepala desa, serta dampaknya terhadap persepsi dan preferensi pemilih. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi bagaimana regulasi dan etika kampanye media sosial dapat dioptimalkan untuk memastikan transparansi, akurasi informasi, dan mencegah penyebaran hoaks atau disinformasi yang dapat merugikan proses demokrasi.

Read online
File size260.42 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test