BSIBSI

Abditeknika Jurnal Pengabdian MasyarakatAbditeknika Jurnal Pengabdian Masyarakat

Program Kemitraan Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan implementasi budaya risiko pada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Pematang Serai di Kabupaten Langkat. Penerapan budaya risiko menjadi sangat penting mengingat BUMDes sebagai motor penggerak ekonomi desa perlu memiliki ketahanan dalam menghadapi berbagai risiko usaha. Metode pelaksanaan program ini dilakukan melalui serangkaian kegiatan edukasi yang meliputi pelatihan, pendampingan, dan workshop mengenai identifikasi risiko, penilaian risiko, serta strategi mitigasi risiko. Target khusus yang ingin dicapai adalah terbentuknya kesadaran pengurus dan anggota BUMDes akan pentingnya manajemen risiko, serta tersusunnya pedoman pengelolaan risiko yang sesuai dengan karakteristik usaha BUMDes Pematang Serai. Hasil dari program ini menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap konsep manajemen risiko sebesar 75%, terbentuknya tim pengelola risiko di tingkat BUMDes, serta tersusunnya dokumen manual manajemen risiko yang dapat diimplementasikan dalam operasional BUMDes. Program ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan profesionalisme pengelolaan BUMDes dan memperkuat fondasi bisnis desa untuk pengembangan ekonomi masyarakat yang berkelanjutan.

Program PKM di Desa Pematang Serai dapat disimpulkan dengan hasil peningkatan pemahaman dan kesadaran risiko.Pengabdian masyarakat di Desa Pematang Serai berhasil meningkatkan pemahaman dan kesadaran para pelaku BUMDes mengenai pentingnya budaya risiko.Anggota BUMDes yang sebelumnya kurang memahami konsep risiko kini lebih sadar akan potensi risiko yang dihadapi dalam operasional bisnis mereka.Kesadaran ini menjadi langkah awal yang penting dalam membangun manajemen risiko yang efektif.Kemudian simpulannya penerapan Manajemen Risiko yang Lebih Sistematis.Melalui edukasi yang diberikan, BUMDes di Desa Pematang Serai mulai menerapkan manajemen risiko secara lebih sistematis.Proses identifikasi, evaluasi, dan pengelolaan risiko telah diterapkan dengan lebih baik, memungkinkan BUMDes untuk mengurangi dampak negatif dari berbagai risiko yang mungkin muncul.Hal ini menciptakan fondasi yang kuat bagi keberlanjutan dan stabilitas usaha BUMDes di masa depan.Kesimpulan terakhir yang tidak kalah penting yaitu pembentukan budaya organisasi yang proaktif terhadap risiko.Edukasi tentang budaya risiko telah mendorong terbentuknya budaya organisasi yang lebih proaktif di kalangan pelaku BUMDes.Kini, mereka tidak hanya bereaksi terhadap risiko yang terjadi, tetapi juga aktif dalam mengidentifikasi dan mengelola risiko sebelum menjadi ancaman nyata.Budaya proaktif ini meningkatkan kesiapan BUMDes dalam menghadapi tantangan dan membantu mereka untuk lebih adaptif terhadap perubahan.

Untuk meningkatkan keberlanjutan dan kinerja BUMDes, perlu ada fokus pada pengembangan kemampuan manajemen risiko yang lebih sistematis dan terintegrasi. Selain itu, penting untuk terus memperkuat budaya organisasi yang proaktif terhadap risiko, sehingga BUMDes dapat lebih adaptif dan tanggap terhadap perubahan. Saran penelitian lanjutan adalah mengkaji lebih dalam tentang strategi-strategi konkret yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kemampuan manajemen risiko BUMDes, serta bagaimana strategi tersebut dapat diintegrasikan dengan budaya organisasi yang sudah ada. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi bagaimana BUMDes dapat memanfaatkan teknologi dan inovasi dalam manajemen risiko, serta bagaimana hal ini dapat meningkatkan kinerja dan keberlanjutan usaha mereka.

Read online
File size304.22 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test