UNUBLITARUNUBLITAR
New Psycho Aksara : Jurnal PsikologiNew Psycho Aksara : Jurnal PsikologiKesejahteraan subjektif merupakan aspek penting yang memerlukan perhatian, terutama dalam memahami perbedaan tingkat kesejahteraan subjektif antara orang dengan dan tanpa disabilitas. Studi ini mengkaji pengaruh pengungkapan diri dan dukungan sosial terhadap kesejahteraan subjektif di kalangan anggota Gerakan Kesejahteraan Tuna Rungu Indonesia (GERKATIN) di Surabaya. Desain kuantitatif korelasi dan 30 anggota GERKATIN dipilih melalui teknik sampling acak untuk berpartisipasi dalam studi ini. Tiga instrumen utama digunakan dalam studi ini: Revised Self-Disclosure Scale (RSDS), Skala Dukungan Sosial, dan Skala Kesejahteraan Subjektif. Analisis regresi linier berganda digunakan untuk menganalisis data dan menentukan hubungan serta pengaruh antara variabel. Hasil menunjukkan bahwa pengungkapan diri dan dukungan sosial bersama-sama menjelaskan 7,9% varians dalam kesejahteraan subjektif. Hal ini menyarankan bahwa meningkatkan kedua variabel tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan anggota GERKATIN. Temuan ini memberikan wawasan berharga untuk mengembangkan intervensi dan program dukungan bagi individu dengan disabilitas, terutama untuk meningkatkan kualitas hidup mereka.
Penelitian ini mengungkapkan bahwa baik self-disclosure maupun dukungan sosial memiliki hubungan positif terhadap kesejahteraan subjektif pada anggota Gerakan Kesejahteraan Tuna Rungu Indonesia (GERKATIN) di Surabaya.Temuan tersebut didukung oleh hasil analisis regresi yang mengindikasikan bahwa kontribusi kedua variabel tersebut terhadap kesejahteraan subjektif hanya sebesar 7,9%, sementara 92,1% sisanya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini.Hasil ini mengindikasikan bahwa kesejahteraan subjektif anggota GERKATIN tidak semata-mata bergantung pada tingkat self-disclosure dan dukungan sosial, melainkan juga berpotensi dipengaruhi oleh berbagai faktor kontekstual lainnya.Penelitian selanjutnya disarankan untuk memperluas cakupan variabel dengan memasukkan faktor-faktor psikososial lain seperti ketahanan psikologis (resiliensi), pengalaman diskriminasi, atau proses pemberdayaan dalam komunitas.
Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan untuk memperdalam pemahaman mengenai kesejahteraan subjektif pada anggota GERKATIN. Pertama, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi peran faktor-faktor psikososial lain, seperti resiliensi dan efikasi diri, dalam memprediksi kesejahteraan subjektif. Hal ini penting untuk memahami secara komprehensif faktor-faktor yang berkontribusi terhadap kesejahteraan anggota GERKATIN, tidak hanya terbatas pada self-disclosure dan dukungan sosial. Kedua, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk menggali secara mendalam pengalaman subjektif anggota GERKATIN dalam menghadapi tantangan dan membangun kesejahteraan mereka. Pendekatan ini akan memberikan wawasan yang lebih kaya dan mendalam mengenai strategi koping dan sumber daya yang digunakan oleh anggota GERKATIN untuk mencapai kesejahteraan. Ketiga, penelitian dapat menginvestigasi efektivitas intervensi yang dirancang untuk meningkatkan self-disclosure dan dukungan sosial dalam konteks GERKATIN. Intervensi ini dapat berupa pelatihan keterampilan komunikasi, kelompok dukungan sebaya, atau program mentoring yang bertujuan untuk memperkuat hubungan interpersonal dan meningkatkan kesejahteraan psikologis anggota GERKATIN. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, penelitian selanjutnya dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam pengembangan program dan kebijakan yang mendukung kesejahteraan anggota GERKATIN dan meningkatkan kualitas hidup mereka secara keseluruhan.
- Hubungan Dukungan Sosial dan Kesejahteraan Subjektif pada Mahasiswa | WISSEN : Jurnal Ilmu Sosial dan... journal.appisi.or.id/index.php/wissen/article/view/563Hubungan Dukungan Sosial dan Kesejahteraan Subjektif pada Mahasiswa WISSEN Jurnal Ilmu Sosial dan journal appisi index php wissen article view 563
- Efektivitas Layanan Konseling Kelompok Berbasis Cyber-Counseling Via Video Call WhatsApp dalam Meningkatkan... Doi.Org/10.54371/Jiip.V5i5.593Efektivitas Layanan Konseling Kelompok Berbasis Cyber Counseling Via Video Call WhatsApp dalam Meningkatkan Doi Org 10 54371 Jiip V5i5 593
| File size | 316.08 KB |
| Pages | 13 |
| DMCA | Report |
Related /
UNISSULAUNISSULA Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, penelitian ini berupaya memahami bagaimana elemen kompetitif dalam TGT, dipadukan dengan unsurMenggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, penelitian ini berupaya memahami bagaimana elemen kompetitif dalam TGT, dipadukan dengan unsur
UNISSULAUNISSULA Selain itu, hasil angket dan observasi menunjukkan adanya peningkatan pada indikator keaktifan belajar seperti bersemangat, menjawab pertanyaan, bertanya,Selain itu, hasil angket dan observasi menunjukkan adanya peningkatan pada indikator keaktifan belajar seperti bersemangat, menjawab pertanyaan, bertanya,
UNISSULAUNISSULA Peningkatan hasil belajar terlihat signifikan dari siklus 1 ke siklus 2, dengan persentase ketuntasan meningkat dari 65,38% menjadi 96,15%. Hal ini mengindikasikanPeningkatan hasil belajar terlihat signifikan dari siklus 1 ke siklus 2, dengan persentase ketuntasan meningkat dari 65,38% menjadi 96,15%. Hal ini mengindikasikan
UNISSULAUNISSULA Kurikulum Merdeka menuntut guru Sekolah Dasar (SD) untuk memiliki keterampilan abad ke-21. Kajian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis keterampilanKurikulum Merdeka menuntut guru Sekolah Dasar (SD) untuk memiliki keterampilan abad ke-21. Kajian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis keterampilan
UNISSULAUNISSULA Penggunaan media tersebut meningkatkan hasil belajar siswa secara signifikan, nilai rata-rata naik dari 55,22 pada pretest menjadi 88,70 pada posttest.Penggunaan media tersebut meningkatkan hasil belajar siswa secara signifikan, nilai rata-rata naik dari 55,22 pada pretest menjadi 88,70 pada posttest.
UMPRUMPR Penelitian dilaksanakan menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Informan penelitianPenelitian dilaksanakan menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Informan penelitian
UMPRUMPR Manajer adalah seseorang yang bertanggung jawab untuk memimpin suatu organisasi. Tugas dan fungsi tersebut membuat seorang manajer harus memiliki kompetensiManajer adalah seseorang yang bertanggung jawab untuk memimpin suatu organisasi. Tugas dan fungsi tersebut membuat seorang manajer harus memiliki kompetensi
UMPRUMPR Selain itu, di Desa Belanti juga memiliki banyak kelompok tani yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) sebagai basis jaringan pengaman (savetySelain itu, di Desa Belanti juga memiliki banyak kelompok tani yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) sebagai basis jaringan pengaman (savety
Useful /
JAYABAYAJAYABAYA Sebagian besar hasil penelitian ini menunjukkan hasil positif dan signifikan. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi salah satu pertimbangan bagi TISISebagian besar hasil penelitian ini menunjukkan hasil positif dan signifikan. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi salah satu pertimbangan bagi TISI
UMPRUMPR Berdasarkan kuisoner dapat dilihat bahwa pekerjaan manyoritas diminati oleh mahasiswa Pendidikan Ekonomi 2015 dan 2016 adalah menjadi Pengawai Negeri SipilBerdasarkan kuisoner dapat dilihat bahwa pekerjaan manyoritas diminati oleh mahasiswa Pendidikan Ekonomi 2015 dan 2016 adalah menjadi Pengawai Negeri Sipil
UMPRUMPR Dalam hal ini pemerintah berperan memberikan pembeda antara batik asli dengan batik printing, dengan memberikan tanda batik mark “batik INDONESIA. SebagaiDalam hal ini pemerintah berperan memberikan pembeda antara batik asli dengan batik printing, dengan memberikan tanda batik mark “batik INDONESIA. Sebagai
UMPRUMPR (2) Pengendalian impuls dilakukan dengan mempertimbangkan nilai-nilai agama sebelum bertindak. (3) Optimisme remaja tergantung pada harapan masa depan,(2) Pengendalian impuls dilakukan dengan mempertimbangkan nilai-nilai agama sebelum bertindak. (3) Optimisme remaja tergantung pada harapan masa depan,