ISASISAS

Journal of Applied Mechanical Engineering Technology and InnovationJournal of Applied Mechanical Engineering Technology and Innovation

Tekanan kerja yang tinggi, temperatur, dan sifat korosif fluida yang mengalir dalam pipa menyebabkan masalah kegagalan pipa selama operasi. Tujuan analisis ini adalah untuk memperoleh informasi terkait kondisi kerja dalam hal tekanan, temperatur, dan korosivitas fluida, penyebab kegagalan, lokasi awal retak pada material, serta jenis material yang digunakan dalam suatu konstruksi. Metode analisis meliputi penelusuran hasil penelitian pipa sebelumnya, studi sifat mekanik, komposisi, kekerasan, konsentrasi tegangan, korosivitas fluida, perlakuan panas, perbandingan hasil, diskusi, dan kesimpulan. Aplikasi analisis pipa dilakukan pada fasilitas produksi dan pabrik. Kesimpulan yang diperoleh mencakup: ruptur pipa boiler batu bara pada 1100°C, kekuatan tarik 48,2 MPa dengan fluida pada 730°C; dezifikasi dan deposit dengan kandungan sulfur ~0,60 wt%, dan Cl ~9,45 wt% yang bersifat korosif; paparan konsentrasi hidrogen sulfida hingga 1000 ppm, adanya korosi pit lokal akibat serangan klorida hingga 88°C; laju erosi 26,77 mm/tahun dan laju korosi 1,107 mm/tahun yang menyebabkan penipisan dinding elbow pipa baja 20#, diameter 600 mm, tebal 10 mm; tekanan kerja pipa bahan bakar mesin diesel 637,5 MPa atau 63,8 Bar; dan sebagainya.

Pipa boiler batu bara mengalami ruptur pada suhu 1100°C dengan kekuatan tarik 48,2 MPa dan fluida pada 730°C, melebihi batas kapasitas material.Kegagalan disebabkan oleh korosi dezifikasi dan deposit dengan kandungan sulfur ~0,60 wt% serta Cl ~9,45 wt%, ditambah paparan H2S hingga 1000 ppm dan korosi pit lokal akibat serangan klorida hingga 88°C.Penipisan dinding elbow pipa terjadi akibat laju erosi 26,77 mm/tahun dan laju korosi 1,107 mm/tahun, sementara pipa bahan bakar mesin diesel mengalami kegagalan pada tekanan kerja 637,5 MPa.

Pertama, perlu diteliti bagaimana pengaruh suhu ekstrem di atas 1000°C terhadap perubahan mikrostruktur dan kekuatan berbagai jenis baja tahan panas dalam pipa boiler, untuk menentukan batas aman operasi dan material alternatif yang lebih tahan. Kedua, penting untuk mengkaji metode perlindungan katodik atau pelapisan internal yang efektif dalam mengurangi korosi pitting akibat klorida dan H2S pada suhu menengah (40–88°C) dalam berbagai kondisi aliran fluida multiphase. Ketiga, perlu dikembangkan model prediktif berbasis data riwayat kegagalan untuk memperkirakan laju penipisan dinding pipa akibat kombinasi erosi dan korosi dalam konfigurasi elbow, dengan mempertimbangkan parameter aliran, komposisi material, dan usia operasi, agar pemeliharaan dapat dilakukan secara proaktif sebelum terjadi kebocoran.

  1. Failure Analysis of Industrial Discharge Hopper Pipe | Journal of Modern Manufacturing Systems and Technology.... doi.org/10.15282/jmmst.v5i1.5149Failure Analysis of Industrial Discharge Hopper Pipe Journal of Modern Manufacturing Systems and Technology doi 10 15282 jmmst v5i1 5149
  2. Majalah Ilmiah Pengkajian Industri. fatigue corrosion phenomenon failure water wall tube boiler majalah... ejournal.brin.go.id/MIPI/article/view/1401Majalah Ilmiah Pengkajian Industri fatigue corrosion phenomenon failure water wall tube boiler majalah ejournal brin go MIPI article view 1401
Read online
File size254.89 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test