UNIBIUNIBI

Economics Professional in Action (E-Profit)Economics Professional in Action (E-Profit)

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kinerja keuangan lima perusahaan telekomunikasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) yakni PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk, PT. Indosat Tbk, PT. XL Axiata Tbk, PT. Bakrie Telecom, Tbk, dan PT. Smartfren Telecom, Tbk. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa neraca dan laporan laba rugi yang diolah dengan menggunakan analisis rasio keuangan yakni rasio likuiditas (Current Ratio), rasio aktivitas (Total Asset Turn Over) dan rasio profitabilitas (Return On Equity) berdasarkan laporan keuangan perusahaan pada periode 2010-2012. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk memiliki kinerja cenderung lebih baik dibandingkan perusahaan telekomunikasi lainnya. Namun dilihat dari keseluruhan, lima perusahaan telekomunikasi yang terdaftar di BEI yang menjadi objek penelitian memiliki kinerja kurang baik. Hal ini dibuktikan dengan kurang baiknya rasio likuiditas, rasio profitabilitas, dan rasio aktivitas perusahaan yang hampir semua rasionya di bawah 1 kecuali Current Ratio PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk pada tahun 2012 sebesar 1.16.

Kinerja keuangan lima perusahaan telekomunikasi yang tercatat di BEI menunjukkan kondisi yang kurang baik berdasarkan analisis rasio likuiditas (Current Ratio), karena nilai rasionya berada di bawah 1 selama periode 2010–2012, kecuali pada PT.Kinerja perusahaan juga kurang baik ditinjau dari rasio aktivitas (Total Assets Turn Over) yang secara umum berada di bawah 2x, menunjukkan penggunaan aset yang tidak efisien dalam menghasilkan penjualan.Selain itu, kinerja profitabilitas yang diukur dengan Return On Equity (ROE) secara keseluruhan berada di bawah 1, artinya perusahaan tidak mampu menghasilkan laba yang optimal dari ekuitas pemegang saham.

Pertama, perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk menganalisis kinerja keuangan perusahaan telekomunikasi dengan periode pengamatan yang lebih panjang, misalnya dari tahun 2010 hingga 2020, agar dapat menangkap dampak perubahan teknologi dan regulasi terhadap stabilitas keuangan perusahaan secara lebih komprehensif. Kedua, perlu dikembangkan studi komparatif yang membandingkan kinerja keuangan perusahaan telekomunikasi di Indonesia dengan negara-negara ASEAN lainnya untuk melihat posisi daya saing regional dan faktor-faktor makroekonomi yang memengaruhinya. Ketiga, disarankan untuk melakukan penelitian yang mengintegrasikan rasio keuangan konvensional dengan indikator non-keuangan seperti penetrasi layanan digital, kepuasan pelanggan, dan efisiensi jaringan, untuk memperoleh gambaran yang lebih holistik mengenai kinerja perusahaan di era transformasi digital.

Read online
File size352.45 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test