UPBUPB

Jurnal Agrosains Universitas Panca BhaktiJurnal Agrosains Universitas Panca Bhakti

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan faktor-faktor determinan regenerasi petani di Desa Kuala Dua, Kecamatan Sungai Raya. Untuk mengetahui faktor-faktor determinan yang memengaruhi regenerasi petani, digunakan alat analisis kuantitatif dengan regresi linier berganda. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa besarnya pengaruh variabel independen terhadap naik turunnya nilai atau variasi variabel dependen adalah 82,20%, sedangkan 17,80% dipengaruhi oleh variabel lain selain variabel dalam penelitian ini. Faktor-faktor determinan untuk regenerasi petani di Desa Kuala Dua yang memiliki korelasi positif adalah dorongan individu, kebutuhan individu, perasaan individu, keluarga, teman, dan media sosial, sementara faktor orang tua, teknologi, pemasaran, dan kesiapan memiliki hubungan negatif. Berdasarkan Uji Simultan, disimpulkan bahwa faktor determinan variabel independen memiliki pengaruh signifikan terhadap faktor variabel dependen, yaitu regenerasi petani di Desa Kuala Dua, Kecamatan Sungai Raya. Berdasarkan uji t, faktor-faktor determinan yang memiliki pengaruh signifikan terhadap regenerasi petani di Desa Kuala Dua, Kecamatan Sungai Raya adalah dorongan individu, kebutuhan individu, perasaan individu, orang tua, teman, dan kesiapan, sementara faktor determinan dalam bentuk keluarga, teknologi, pemasaran, dan media sosial tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap regenerasi petani di Desa Kuala Dua, Kecamatan Sungai Raya.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa faktor-faktor seperti dorongan individu, kebutuhan individu, perasaan individu, orang tua, teman, dan kesiapan memiliki pengaruh signifikan terhadap regenerasi petani di Desa Kuala Dua, Kecamatan Sungai Raya.Sementara itu, faktor keluarga, teknologi, pemasaran, dan media sosial tidak menunjukkan pengaruh signifikan.Secara keseluruhan, variabel independen dalam penelitian ini mampu menjelaskan 82,20% variasi dalam regenerasi petani, dengan 17,80% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam studi ini.

Berdasarkan temuan penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengidentifikasi variabel-variabel lain yang mungkin memengaruhi regenerasi petani di luar faktor-faktor yang telah diteliti dalam studi ini, seperti akses terhadap modal, pelatihan, dan infrastruktur pertanian. Kedua, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk menggali lebih dalam persepsi dan motivasi generasi muda terhadap pertanian, serta tantangan dan hambatan yang mereka hadapi dalam memasuki sektor ini. Hal ini dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang kompleksitas isu regenerasi petani. Ketiga, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model intervensi yang efektif untuk meningkatkan minat dan partisipasi generasi muda dalam pertanian, misalnya melalui program mentoring, pelatihan kewirausahaan, atau pemberian insentif finansial. Penelitian ini perlu mempertimbangkan konteks sosial, ekonomi, dan budaya setempat untuk memastikan keberhasilan implementasinya. Penelitian-penelitian lanjutan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya mengatasi krisis regenerasi petani dan memastikan keberlanjutan sektor pertanian di masa depan.

Read online
File size130.8 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test