UINMYBATUSANGKARUINMYBATUSANGKAR
Alfuad: Jurnal Sosial KeagamaanAlfuad: Jurnal Sosial KeagamaanArtikel ini mengkaji konsep agama, identitas, dan politik, serta konsep demokrasi digital dan dampaknya terhadap partisipasi politik di era teknologi informasi. Dengan pertumbuhan pesat teknologi digital dan perluasan platform daring, bentuk-bentuk partisipasi politik tradisional telah mengalami perubahan mendasar yang memunculkan pertanyaan krusial mengenai peluang dan ancaman terhadap kemajuan demokrasi modern. Peluang seperti memfasilitasi komunikasi antara warga negara dan pemerintah, transparansi yang lebih besar, dan partisipasi kelompok terpinggirkan dibahas. Peran teknologi seperti pemungutan suara elektronik, media sosial, blockchain, dan kecerdasan buatan dalam meningkatkan proses demokrasi juga dipertimbangkan. Namun, seiring dengan peluang-peluang ini, tantangan seperti kesenjangan digital, penyebaran misinformasi, risiko keamanan, dan pelanggaran privasi juga dianalisis. Studi kasus keberhasilan dan kegagalan implementasi demokrasi digital di berbagai negara, seperti pemungutan suara elektronik dan penyusunan konstitusi melalui partisipasi daring, memberikan gambaran mengenai dimensi praktis fenomena ini. Akhirnya, artikel ini menekankan perlunya kebijakan yang cerdas, pengembangan literasi media, perlindungan data pribadi, dan perancangan platform digital yang inklusif untuk memastikan bahwa agama, budaya, dan identitas tidak terkompromikan di era digital. Inovasi berkelanjutan, adaptabilitas institusional, dan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat sipil, serta perusahaan teknologi merupakan beberapa syarat untuk transisi yang berhasil menuju demokrasi digital yang inklusif, transparan, dan berkelanjutan, meskipun jalan yang harus ditempuh masih panjang.
Era digital dan perkembangan internet telah membawa perubahan fundamental pada demokrasi, yang kini disebut demokrasi digital, memaksa para pendukung dan kritikus untuk mengevaluasinya.Meskipun pendukung melihatnya sebagai pendorong partisipasi publik, demokrasi dan globalisasi, kritikus berpendapat bahwa platform digital justru meningkatkan misinformasi, polarisasi, fragmentasi identitas, dan mengurangi dasar umum masyarakat demokratis.Pada akhirnya, jika tidak dikelola dengan bijak, demokrasi digital dapat melemahkan demokrasi sejati di masyarakat, sebuah kondisi yang juga relevan bagi negara berkembang seperti Iran, yang mengalami dampak signifikan teknologi informasi pada agama, budaya, identitas, dan politiknya.
Penelitian ini membuka banyak pertanyaan penting mengenai interaksi antara teknologi digital, identitas, agama, dan politik, terutama dalam konteks negara berkembang seperti Iran. Untuk penelitian lanjutan yang mendalam, ada beberapa arah yang bisa dieksplorasi. Pertama, menarik untuk meneliti secara empiris bagaimana algoritma spesifik yang digunakan oleh platform media sosial, seperti algoritma pengenalan perilaku pengguna dan algoritma penipuan yang dibahas dalam artikel, secara konkret memengaruhi proses pengambilan keputusan politik individu serta pembentukan dan perubahan identitas sosial dan keagamaan di masyarakat. Apakah algoritma ini secara signifikan membentuk ruang gema yang memperkuat bias atau justru membuka pandangan baru secara tak terduga? Kedua, mengingat tantangan serius seperti penyebaran informasi yang salah, polarisasi wacana politik, dan fragmentasi identitas akibat teknologi digital, penelitian dapat fokus pada pengembangan dan evaluasi model intervensi kebijakan atau desain platform yang inovatif. Misalnya, bagaimana negara atau organisasi sipil dapat merancang kerangka kerja digital yang mendorong literasi media, dialog konstruktif, dan partisipasi yang inklusif, sehingga dapat meminimalkan dampak negatif tanpa membatasi kebebasan berekspresi? Terakhir, sebuah studi longitudinal yang melacak evolusi identitas nasional dan keagamaan di kalangan generasi muda, di tengah penetrasi teknologi komunikasi dan informasi yang semakin dalam, akan sangat berharga. Studi ini dapat mengidentifikasi bagaimana individu menavigasi pluralitas identitas di dunia maya, dan bagaimana fenomena ini berkorelasi dengan kohesi sosial atau bahkan stabilitas politik dalam jangka panjang.
| File size | 209.68 KB |
| Pages | 15 |
| DMCA | Report |
Related /
JURNALALKHAIRATJURNALALKHAIRAT Islam sebagai agama universal mengatur semua aspek kehidupan manusia mulai hubungan sesama manusia hingga hubungan manusia dengan Allah. Dengan mengikutiIslam sebagai agama universal mengatur semua aspek kehidupan manusia mulai hubungan sesama manusia hingga hubungan manusia dengan Allah. Dengan mengikuti
STAISERDANGLUBUKPAKAMSTAISERDANGLUBUKPAKAM Literasi keagamaan yang dimaksud dalam penelitian ini adalah pemahaman keagamaan, sumber-sumber keagamaan dan jejaring sumber keagamaan. Penelitian iniLiterasi keagamaan yang dimaksud dalam penelitian ini adalah pemahaman keagamaan, sumber-sumber keagamaan dan jejaring sumber keagamaan. Penelitian ini
STFXAMBONSTFXAMBON Jika etika abad pertengahan umumnya menekankan hukum eksternal dan kepatuhan ritual, Abelard justru menempatkan bobot moral pada disposisi batin kehendak.Jika etika abad pertengahan umumnya menekankan hukum eksternal dan kepatuhan ritual, Abelard justru menempatkan bobot moral pada disposisi batin kehendak.
IAI ALMUSLIMACEHIAI ALMUSLIMACEH Teamwork menumbuhkan kolaborasi dan keterampilan sosial melalui tugas kelompok berbasis nilai Islam. Role play memungkinkan peserta didik mengalami langsungTeamwork menumbuhkan kolaborasi dan keterampilan sosial melalui tugas kelompok berbasis nilai Islam. Role play memungkinkan peserta didik mengalami langsung
UMBUMB Guru SMA Muhammadiyah 4 Bengkulu telah menerapkan pembelajaran berbasis Project Based Learning (PJBL) dengan langkah-langkah seperti menyiapkan pertanyaan,Guru SMA Muhammadiyah 4 Bengkulu telah menerapkan pembelajaran berbasis Project Based Learning (PJBL) dengan langkah-langkah seperti menyiapkan pertanyaan,
AN NADWAHAN NADWAH Artikel ini bertujuan untuk membahas konsep Ulul Albab dalam perspektif Neurosains. Istilah Ulul Albab ditemukan sebanyak 16 kali dalam al-Quran yang bermaknaArtikel ini bertujuan untuk membahas konsep Ulul Albab dalam perspektif Neurosains. Istilah Ulul Albab ditemukan sebanyak 16 kali dalam al-Quran yang bermakna
KARYAKESEHATANKARYAKESEHATAN Kaidah norma yang diyakini oleh ibu hamil sesuai tradisinya memiliki peran yang tidak kalah penting, menjadi sesuatu yang dilakukan secara turun temurunKaidah norma yang diyakini oleh ibu hamil sesuai tradisinya memiliki peran yang tidak kalah penting, menjadi sesuatu yang dilakukan secara turun temurun
UINSATUUINSATU Melalui Islam Observed: Religious Developments in Morocco and Indonesia pada tahun 1968, seorang antropolog Amerika Clifford Geertz (1926-2006) mengetengahkanMelalui Islam Observed: Religious Developments in Morocco and Indonesia pada tahun 1968, seorang antropolog Amerika Clifford Geertz (1926-2006) mengetengahkan
Useful /
ADPETIKISINDOADPETIKISINDO Kedua pemikir menekankan pentingnya pendidikan dan pemikiran kritis dalam menumbuhkan kesadaran di kalangan umat Islam tentang nilai-nilai moderasi. PendidikanKedua pemikir menekankan pentingnya pendidikan dan pemikiran kritis dalam menumbuhkan kesadaran di kalangan umat Islam tentang nilai-nilai moderasi. Pendidikan
ADPETIKISINDOADPETIKISINDO This theoretical implication is crucial for the development of ushul fiqh in Indonesia to avoid being trapped in the dichotomy between “normative IslamicThis theoretical implication is crucial for the development of ushul fiqh in Indonesia to avoid being trapped in the dichotomy between “normative Islamic
ADPETIKISINDOADPETIKISINDO Syariah harus direformasi agar tidak bertentangan dengan prinsip kesetaraan gender, kebebasan beragama, dan non-diskriminasi. An-Naim tidak ragu untukSyariah harus direformasi agar tidak bertentangan dengan prinsip kesetaraan gender, kebebasan beragama, dan non-diskriminasi. An-Naim tidak ragu untuk
PUSTAKAGALERIMANDIRIPUSTAKAGALERIMANDIRI Hal ini membatasi jangkauan pasar dan menimbulkan kendala efisiensi dalam proses distribusi dan promosi. Karena hal itu maka dirasa perlu diadakannya pelatihanHal ini membatasi jangkauan pasar dan menimbulkan kendala efisiensi dalam proses distribusi dan promosi. Karena hal itu maka dirasa perlu diadakannya pelatihan