JURNALFKIPUNTADJURNALFKIPUNTAD

Jurnal Akademika KimiaJurnal Akademika Kimia

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah bioakumulasi merkuri terjadi pada kepiting yuyu di Sungai Janja, Desa Malomba, Kecamatan Dondo, Kabupaten Tolitoli, akibat kegiatan penambangan emas. Metode yang digunakan adalah metode kurva kalibrasi dengan analisis Spektrofotometri Serapan Atom Uap Dingin (CV-AAS) pada panjang gelombang 253,7 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bioakumulasi telah terjadi pada kepiting yuyu yang hidup di Sungai Janja. Tingkat akumulasi logam merkuri tertinggi diperoleh pada lokasi hulu dengan rata-rata 5,24 ppb; terendah di bagian tengah, yaitu 1,53 ppb. Pada lokasi hilir, memiliki konsentrasi merkuri sebesar 4,53 ppb. Hasil ini menunjukkan bahwa kontaminasi merkuri pada sampel kepiting yuyu berada di bawah ambang batas standar kualitas, Standar Nasional Indonesia No. 7387 tahun 2009, untuk logam berat merkuri pada jenis kepiting dan krustasea lainnya yaitu 1,0 ppm atau 1000 ppb.

Berdasarkan hasil penelitian, bioakumulasi merkuri telah terjadi pada kepiting yuyu (Parathelphusa convexa) yang hidup di Sungai Janja.Tingkat akumulasi logam merkuri tertinggi ditemukan di lokasi hulu sungai, sementara tingkat terendah berada di lokasi tengah.Konsentrasi merkuri pada sampel kepiting yuyu berada di bawah ambang batas standar kualitas yang ditetapkan oleh Standar Nasional Indonesia.

Penelitian selanjutnya dapat difokuskan pada analisis risiko kesehatan akibat konsumsi kepiting yuyu yang terkontaminasi merkuri bagi masyarakat sekitar Sungai Janja. Selain itu, perlu dilakukan studi komparatif untuk mengidentifikasi jenis-jenis biota lain yang berpotensi menjadi bioindikator kontaminasi merkuri di Sungai Janja. Pengembangan metode bioremediasi menggunakan mikroorganisme lokal yang mampu mengurai merkuri juga menjadi arah penelitian yang menjanjikan untuk mengurangi dampak pencemaran merkuri di lingkungan perairan.

Read online
File size452.32 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test