UBBUBB

FROPIL (Forum Profesional Teknik Sipil)FROPIL (Forum Profesional Teknik Sipil)

Kepulauan Mentawai merupakan salah satu wilayah di Provinsi Sumatera Barat yang sering diguncang gempa. Penerapan standar bangunan tahan gempa menjadi elemen krusial yang harus diperhatikan dalam upaya mengurangi risiko bencana di wilayah ini, mengingat Provinsi Sumatera Barat termasuk wilayah yang memiliki risiko gempa yang cukup tinggi. Penerapan standar bangunan tahan gempa seharusnya sudah dimulai sejak proses desain dan perencanaan, tidak hanya pada saat pembangunan. Sebagai salah satu provinsi terluar, Mentawai juga tertinggal dalam pembangunan infrastruktur, sehingga pembangunan berkelanjutan perlu dilakukan agar Mentawai dapat keluar dari ketertinggalannya dibandingkan dengan kota dan kabupaten lain di wilayah Sumatera Barat. SDN 12 Muntei merupakan salah satu bangunan publik di Pulau Mentawai yang berfungsi sebagai bangunan sekolah dasar. Tinjauan terhadap desain pondasi tapak bangunan sekolah SDN 12 Muntei sangat diperlukan dengan tujuan untuk memastikan pondasi dapat menopang berat bangunan. Data penelitian berasal dari Detail Engineering Design (DED) sebelum gedung SDN 12 dibangun. Untuk mendapatkan nilai aksial maksimum bangunan, dilakukan pemodelan dengan menggunakan aplikasi SAP2000. Berdasarkan pemodelan dan analisis data yang dilakukan, dapat dikatakan bahwa pondasi bangunan menurut gambar DED tidak sesuai dengan peraturan dan tidak cukup kuat untuk menopang beban maksimum bangunan. Daya dukung pondasi yang diizinkan untuk SDN 12 Muntei adalah 147.534 KN, sedangkan beban maksimum bangunan adalah 338.89 KN. Hasil analisis ini menunjukan bahwa penampang pondasi belum memenuhi syarat dan harus diperbaiki dengan perkuatan.

Review desain awal struktur bawah pondasi tapak SDN 12 Muntei menunjukkan bahwa beban maksimal (Pmaks) yang dipikul oleh pondasi melebih kapasitas Daya Dukung Izin (Allowable Capaity, Qa) atau kekuatan pondasi.Sehingga dapat disimpulkan bahwa penampang tidak mampu menahan beban yang diterimanya.Disarankan untuk melakukan desain ulang/redesign terhadap pondasi pada bangunan tersebut dengan ditambahkan sistem perkuatan.

Untuk meningkatkan keamanan dan ketahanan bangunan di daerah rawan gempa seperti Kepulauan Mentawai, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang desain dan perencanaan pondasi yang sesuai dengan standar bangunan tahan gempa. Penelitian ini dapat mencakup analisis komprehensif tentang jenis tanah, kondisi tanah, dan beban yang bekerja pada bangunan. Selain itu, penting juga untuk mengeksplorasi metode pengujian tanah yang lebih akurat dan efisien, serta mengembangkan teknik perkuatan pondasi yang efektif. Dengan demikian, dapat tercapai bangunan yang lebih kokoh dan tahan terhadap gempa, mengurangi risiko bencana, dan meningkatkan keselamatan masyarakat di wilayah tersebut.

  1. Reviu Desain Struktur Bawah Bangunan Gedung: Studi Kasus Pengecekan Kekuatan Pondasi Tapak Sekolah Dasar... doi.org/10.33019/fropil.v11i2.4656Reviu Desain Struktur Bawah Bangunan Gedung Studi Kasus Pengecekan Kekuatan Pondasi Tapak Sekolah Dasar doi 10 33019 fropil v11i2 4656
Read online
File size535.13 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test