UMPWRUMPWR

Surya AbdimasSurya Abdimas

Perbedaan penetapan awal bulan Hijriyah masih menjadi problem berulang yang berdampak pada ketidakseragaman pelaksanaan ibadah umat Islam, baik dalam konteks sosial keagamaan maupun kelembagaan. Persoalan ini tidak hanya bersumber dari perbedaan metodologis antara hisab dan rukyat, tetapi juga dari rendahnya literasi falakiyah masyarakat serta minimnya model edukasi integratif di tingkat komunitas. Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat terkait Kalender Hijriyah Global Tunggal (KHGT) melalui pendekatan sosialisasi dan edukasi berbasis komunitas. Kegiatan dilaksanakan menggunakan metode ceramah, diskusi kelompok, praktik observasi hilal, workshop penyusunan kalender, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan skor rata-rata pemahaman peserta dari 62,4 menjadi 86,7, atau meningkat sebesar 38,9 persen, dengan tingkat kepuasan peserta terhadap program mencapai 92 persen.

Program sosialisasi dan edukasi Kalender Hijriyah Global Tunggal (KHGT) di PCM Sokaraja terbukti efektif meningkatkan pemahaman, keterampilan, dan kesadaran keagamaan peserta terhadap urgensi unifikasi kalender Islam.Capaian ini menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran terpadu berdampak pada perubahan sikap dan kesadaran kolektif peserta.Program ini menghasilkan model sosialisasi KHGT berbasis komunitas yang efektif dan replikatif, sehingga direkomendasikan penguatan sosialisasi digital, replikasi program di PCM lain, serta dukungan kebijakan agar implementasi KHGT dapat diperluas secara nasional.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang baru: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai efektivitas model sosialisasi KHGT berbasis komunitas di berbagai konteks sosial-keagamaan yang berbeda, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti tingkat pendidikan masyarakat, ketersediaan sumber daya, dan dukungan dari tokoh agama setempat. Kedua, penting untuk mengembangkan aplikasi digital yang dapat membantu masyarakat dalam menentukan awal bulan Hijriyah secara akurat dan mudah, serta menyediakan informasi edukatif mengenai hisab dan rukyat. Ketiga, disarankan untuk melakukan penelitian komparatif antara metode hisab dan rukyat dalam menentukan awal bulan Hijriyah, dengan mempertimbangkan aspek akurasi, efisiensi, dan penerimaan masyarakat, guna memberikan rekomendasi yang lebih komprehensif bagi penyatuan kalender Islam.

  1. PANDANGAN ORMAS ISLAM TERHADAP DRAF KRITERIA BARU PENENTUAN KALENDER HIJRIAH DI INDONESIA | istinbath.... doi.org/10.20414/ijhi.v17i1.41PANDANGAN ORMAS ISLAM TERHADAP DRAF KRITERIA BARU PENENTUAN KALENDER HIJRIAH DI INDONESIA istinbath doi 10 20414 ijhi v17i1 41
  2. Pelatihan Muballigh Dakwah di Pimpinan Cabang Muhammadiyah Sokaraja | Firdaus | Jurnal Literasi Pengabdian... doi.org/10.61813/jlppm.v2i1.22Pelatihan Muballigh Dakwah di Pimpinan Cabang Muhammadiyah Sokaraja Firdaus Jurnal Literasi Pengabdian doi 10 61813 jlppm v2i1 22
  3. Home Page. home page foundation profit organization govern digital object identifier system behalf agencies... Doi.OrgHome Page home page foundation profit organization govern digital object identifier system behalf agencies Doi Org
Read online
File size857.93 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test