IAINSORONGIAINSORONG

Al-Khidmah : Jurnal Pengabdian dan Pendampingan MasyarakatAl-Khidmah : Jurnal Pengabdian dan Pendampingan Masyarakat

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru dalam mengembangkan minat literasi di Sekolah Dasar Negeri 21 Usaha Jaya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap kepala sekolah, guru, dan peserta didik. Hasil penelitian ini adalah menganalisis peran guru dalam mengembangkan minat literasi siswa, termasuk strategi dan pendekatan yang digunakan. Ini akan memberikan pemahaman yang mendalam tentang peran guru dalam mengembangkan dan meningkatkan upaya dalam mengembangkan minat literasi siswa di SD Negeri 21 Usaha Jaya. Sesuai hasil penelitian dapat ditinjau bahwa (1) kegiatan literasi berperan dalam meningkatkan minat membaca peserta didik, (2) kendala dalam melaksanakan kegiatan literasi di sekolah antara lain adalah kurangnya sarana prasarana, peran orang tua, metode yang diterapkan kurang variatif serta rendahnya kedisiplinan siswa dalam proses pembiasaan aktivitas literasi, dan (3) usaha yang dilakukan pihak sekolah dalam mengatasi kendala tersebut adalah dengan memberikan sosialisasi tentang aktivitas literasi, menambah sarana serta mengadakan kegiatan bimbingan belajar sebagai sarana partisipasi aktif peserta didik.

Meningkatkan minat baca menjadi tanggung jawab bersama antara orang tua, sekolah, pemerintah, dan lingkungan sekitar.Siswa perlu mendapatkan dukungan agar minat baca muncul dari dalam diri mereka sendiri dan berkembang secara mandiri.Guru di lembaga pendidikan perlu terus meningkatkan minat baca siswa agar tumbuh keinginan dan kemauan belajar melalui membaca.

Pertama, perlu dikaji lebih dalam bagaimana peran orang tua dalam mendukung program literasi di rumah, terutama di lingkungan yang memiliki akses terbatas terhadap bahan bacaan, dengan meneliti efektivitas pendekatan keluarga membaca yang melibatkan orang tua dan anak secara aktif. Kedua, perlu diteliti pengembangan metode pembelajaran literasi berbasis permainan yang lebih inovatif, seperti penggunaan media lokal atau benda sehari-hari di sekitar siswa, untuk meningkatkan keterlibatan dan pemahaman siswa dalam membaca dan menulis. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi peran bimbingan belajar sebagai wahana penguatan literasi, khususnya bagaimana aktivitas tersebut dapat dirancang secara sistematis agar mampu membangun kedisiplinan membaca dan menulis siswa dalam jangka panjang. Ketiga ide ini saling melengkapi untuk membangun ekosistem literasi yang holistik di sekolah dan komunitas, dengan fokus pada keterlibatan aktif semua pemangku kepentingan dan pendekatan yang sesuai dengan konteks lokal.

Read online
File size468.87 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test