LENTERADUALENTERADUA

JNANALOKAJNANALOKA

Media sosial dapat memberikan gambaran umum opini yang terjadi di masyarakat, termasuk dalam pemilihan presiden 2019. Data dari media sosial menarik untuk dianalisis guna mengetahui opini masyarakat. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data dengan metode multistage random, berdasarkan data dari situs Semiocast terhadap keaktifan postingan Twitter di beberapa kota besar di Indonesia, yaitu Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, dan Yogyakarta. Pengambilan data berdasarkan kata kunci pilpres 2019 menghasilkan 5055 data. Data diklasifikasi berdasarkan kategori ujaran kebencian dengan algoritma Naive Bayes Classifier dan pembobotan TF-IDF. Hasil klasifikasi menunjukkan bahwa sentimen irrelevant sebanyak 11,3% dengan 573 data, sentimen negatif sebanyak 35,4% dengan 1786 data, sentimen netral sebanyak 26,7% dengan 1350 data, dan sentimen positif sebanyak 26,6% dengan 1343 data. Sentimen negatif memperoleh skor tertinggi dengan nilai 35,4%. Distribusi sentimen negatif pada lima kota menunjukkan bahwa Jakarta memiliki sentimen negatif sebesar 33,8%, Bandung 65,4%, Surabaya 37,2%, Yogyakarta 51,8%, dan Semarang 61,7%.

Analisis sentimen dengan metode NBC dapat digunakan untuk mengklasifikasi ujaran kebencian dalam tweet dengan hashtag pilpres 2019.Hasil akurasi terbaik diperoleh dengan pembobotan TF yaitu 92,7% dibandingkan dengan pembobotan TF-IDF yaitu 91,3%.Hasil analisis sentimen ujaran kebencian pada data uji sejumlah 5055 data tweet dengan hashtag pilpres2019 di lima kota menunjukkan kecenderungan pada sentimen negatif dengan nilai terbesar yaitu 35,4%.Sentimen negatif terbesar pada masing-masing kota adalah.Jakarta 33,8%, Bandung 65,4%, Surabaya 37,2%, Yogyakarta 51,8%, dan Semarang 61,7%.Pembentukan opini di Twitter banyak dilakukan oleh tim sukses kandidat dengan tujuan kampanye hitam.Pengamatan lebih dalam diperlukan untuk mengetahui apakah postingan tersebut dilakukan oleh akun tertentu untuk tujuan menjatuhkan kandidat.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan analisis lebih mendalam mengenai pengaruh tim sukses kandidat dalam membentuk opini di Twitter. Penelitian ini dapat fokus pada identifikasi akun-akun tertentu yang melakukan kampanye hitam dan menganalisis strategi serta dampak dari kampanye tersebut. Selain itu, penelitian juga dapat mengeksplorasi faktor-faktor lain yang mempengaruhi pembentukan opini di media sosial, seperti pengaruh tokoh publik atau influencer. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai dinamika opini masyarakat dalam pemilihan presiden.

Read online
File size586.04 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test