OPENGLOBALSCIOPENGLOBALSCI
Open Global Scientific JournalOpen Global Scientific JournalBus pariwisata memainkan peran penting dalam perjalanan kelompok, di mana kualitas layanan, keselamatan, kenyamanan, dan efisiensi operasional secara langsung memengaruhi kepuasan pelanggan. Namun, proses pemilihan bus pariwisata sering kali bersifat subyektif dan tidak memiliki mekanisme evaluasi terstruktur yang mempertimbangkan berbagai kriteria. Penelitian ini mengusulkan sistem pendukung keputusan berbasis web untuk pemilihan bus pariwisata menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW), yang dirancang untuk mengubah preferensi kualitatif menjadi peringkat kuantitatif. Sistem ini mengevaluasi sembilan penyedia bus terkenal berdasarkan tiga kriteria utama: harga, fasilitas, dan merek, masing-masing diberi bobot sesuai dengan prioritas pengambilan keputusan. Metode SAW dipilih karena efisiensi komputasi dan kemudahan implementasinya, meskipun asumsi kompensasi penuh antar kriterianya dapat menyebabkan hasil yang bias dalam konteks keputusan kompleks. Untuk mengatasi hal ini, kerangka kerja yang diusulkan mengintegrasikan penetapan bobot berbasis pakar dan analisis sensitivitas, sehingga atribut kritis non-kompensatori seperti keselamatan tidak tertutupi oleh kriteria lain. Integrasi ini meningkatkan ketahanan dan keandalan peringkat akhir, membuat sistem lebih adaptif terhadap permintaan pasar dan harapan pelanggan yang terus berkembang. Pengujian menunjukkan bahwa sistem berhasil memberikan peringkat alternatif dengan hasil yang transparan dan berbasis data, dengan Melody Transport memperoleh skor tertinggi (0,825) di antara opsi yang dievaluasi. Kebaruan penelitian ini terletak pada penyempurnaan metode SAW untuk aplikasi sektor-spesifik serta mengatasi keterbatasan kompensatorinya melalui penyesuaian berbasis pakar. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan kualitas keputusan bagi konsumen dan operator wisata, tetapi juga membangun kerangka kerja yang dapat diskalakan dan cerdas untuk pengembangan sistem pendukung keputusan di masa depan di sektor transportasi pariwisata.
Penelitian ini menunjukkan bahwa sistem pendukung keputusan yang dikembangkan dengan metode Simple Additive Weighting (SAW) memberikan pendekatan sistematis dan transparan dalam pemilihan bus pariwisata.Dengan menerapkan kriteria yang terdefinisi dengan baik dan dapat diukur—yaitu harga, fasilitas, dan merek—sistem mampu mengubah preferensi subjektif menjadi peringkat kuantitatif, sehingga mengurangi bias dalam pengambilan keputusan dan memperkuat objektivitas evaluasi.Temuan penelitian menyoroti kebaruan dalam penyesuaian metode SAW khusus untuk sektor transportasi pariwisata, dengan peningkatan keandalan pengambilan keputusan melalui integrasi penetapan bobot berbasis pakar dan analisis sensitivitas, serta membuka jalan untuk pengembangan sistem yang lebih adaptif dan cerdas di masa depan.
Pertama, penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi integrasi data secara real-time dari berbagai sumber seperti ulasan pelanggan langsung, kondisi lalu lintas, atau ketersediaan armada, untuk meningkatkan akurasi dan relevansi sistem pendukung keputusan. Kedua, perlu dikembangkan studi yang memperluas kriteria evaluasi dengan menambahkan aspek keselamatan secara eksplisit dan objektif, seperti catatan kecelakaan, kualitas pengemudi, atau hasil inspeksi kendaraan, agar atribut non-kompensatori penting tidak tertutupi oleh faktor lain. Ketiga, ide penelitian baru dapat difokuskan pada pengembangan antarmuka cerdas berbasis kecerdasan buatan yang mampu menyesuaikan bobot kriteria secara dinamis sesuai preferensi pengguna individual, sehingga sistem tidak hanya transparan tetapi juga personal dan responsif terhadap perubahan kebutuhan pelanggan di sektor pariwisata.
- A Review on Multi-Criteria Decision-Making and Its Application – REST Publisher. review multi criteria... doi.org/10.46632/7/4/1A Review on Multi Criteria Decision Making and Its Application Ae REST Publisher review multi criteria doi 10 46632 7 4 1
- Konsep Wisata dari Perspektif Ekonomi Masyarakat | JURNAL PENDIDIKAN IPS. konsep wisata perspektif ekonomi... doi.org/10.37630/jpi.v9i2.170Konsep Wisata dari Perspektif Ekonomi Masyarakat JURNAL PENDIDIKAN IPS konsep wisata perspektif ekonomi doi 10 37630 jpi v9i2 170
- MICE- MASA DEPAN BISNIS PARIWISATA INDONESIA | Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi. mice bisnis pariwisata... doi.org/10.21831/efisiensi.v16i2.27420MICE MASA DEPAN BISNIS PARIWISATA INDONESIA Efisiensi Kajian Ilmu Administrasi mice bisnis pariwisata doi 10 21831 efisiensi v16i2 27420
| File size | 445.1 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
STIEJBSTIEJB 13 sektor lainnya tidak unggul. Penelitian ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bulungan dipengaruhi oleh pendapatan dari setiap sektor13 sektor lainnya tidak unggul. Penelitian ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bulungan dipengaruhi oleh pendapatan dari setiap sektor
ACADEMICAREVIEWACADEMICAREVIEW Namun, tantangan tetap ada, termasuk kontribusi zakat yang rendah, disparitas kesejahteraan yang signifikan antara direktur dan karyawan, serta terbatasnyaNamun, tantangan tetap ada, termasuk kontribusi zakat yang rendah, disparitas kesejahteraan yang signifikan antara direktur dan karyawan, serta terbatasnya
HOSTJOURNALSHOSTJOURNALS Metode ini dipilih karena mampu membandingkan sejumlah alternatif berdasarkan beberapa kriteria yang telah ditentukan, seperti kedisiplinan, tanggung jawab,Metode ini dipilih karena mampu membandingkan sejumlah alternatif berdasarkan beberapa kriteria yang telah ditentukan, seperti kedisiplinan, tanggung jawab,
UMBPUMBP Tujuan utama dari penelitian ini adalah meningkatkan akurasi kedua metode dalam mengidentifikasi penyakit demam tifoid. Penelitian ini menggunakan tujuhTujuan utama dari penelitian ini adalah meningkatkan akurasi kedua metode dalam mengidentifikasi penyakit demam tifoid. Penelitian ini menggunakan tujuh
OPENGLOBALSCIOPENGLOBALSCI Intertidal zones are areas between high and low tides in marine coastal waters, characterized by high diversity of marine resources, including marine gastropods.Intertidal zones are areas between high and low tides in marine coastal waters, characterized by high diversity of marine resources, including marine gastropods.
PENERBITGOODWOODPENERBITGOODWOOD Analisis kesejahteraan menunjukkan bahwa mayoritas rumah tangga petani dikategorikan sejahtera berdasarkan kemampuan memenuhi kebutuhan rumah tangga danAnalisis kesejahteraan menunjukkan bahwa mayoritas rumah tangga petani dikategorikan sejahtera berdasarkan kemampuan memenuhi kebutuhan rumah tangga dan
PENERBITGOODWOODPENERBITGOODWOOD Pengelolaan yang optimal terhadap faktor-faktor produksi, harga jual, luas lahan, dan jumlah produksi sangat penting dalam upaya meningkatkan kesejahteraanPengelolaan yang optimal terhadap faktor-faktor produksi, harga jual, luas lahan, dan jumlah produksi sangat penting dalam upaya meningkatkan kesejahteraan
OPENGLOBALSCIOPENGLOBALSCI 01 g/bird) and the lowest FCR (1. 0777 ± 0. 02), indicating improved growth efficiency and feed utilization. Based on these findings, it can be concluded01 g/bird) and the lowest FCR (1. 0777 ± 0. 02), indicating improved growth efficiency and feed utilization. Based on these findings, it can be concluded
Useful /
STIEJBSTIEJB Penelitian ini bertujuan mengetahui pembangunan ekonomi Kabupaten Mimika selama periode 2014-2018 dan implikasi rekomendasi dalam rangka pengambilan kebijakanPenelitian ini bertujuan mengetahui pembangunan ekonomi Kabupaten Mimika selama periode 2014-2018 dan implikasi rekomendasi dalam rangka pengambilan kebijakan
STIEJBSTIEJB Teknologi digital pada dasarnya hanyalah sistem menghitung sangat cepat yang memproses semua bentuk-bentuk informasi sebagai nilai-nilai numeris. DariTeknologi digital pada dasarnya hanyalah sistem menghitung sangat cepat yang memproses semua bentuk-bentuk informasi sebagai nilai-nilai numeris. Dari
OPENGLOBALSCIOPENGLOBALSCI Industri akuakultur modern menghadapi tantangan serius dari stresor lingkungan seperti fluktuasi suhu, degradasi kualitas air, dan kepadatan tebar tinggi,Industri akuakultur modern menghadapi tantangan serius dari stresor lingkungan seperti fluktuasi suhu, degradasi kualitas air, dan kepadatan tebar tinggi,
OPENGLOBALSCIOPENGLOBALSCI Soybeans in this study are not separated from the type, namely with HS code 1201 (Soya beans, whether or not broken). This study aims to analyze the factorsSoybeans in this study are not separated from the type, namely with HS code 1201 (Soya beans, whether or not broken). This study aims to analyze the factors