SALNESIASALNESIA

Jurnal Abmas Negeri (JAGRI)Jurnal Abmas Negeri (JAGRI)

Prevalensi stunting di Kabupaten Bogor (24,9%) masih lebih tinggi daripada prevalensi nasional. Kurangnya asupan energi pada balita yang disebabkan karena seringnya konsumsi jajanan yang tidak sehat dapat mengarah ke stunting. Ubi jalar merupakan pangan lokal sumber energi yang baik untuk digunakan sebagai bahan dasar snack sehat bagi balita. Kegiatan pengabdian yang berupa pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan kreativitas ibu hamil dan ibu balita untuk mengolah snack sehat padat energi berbasis ubi jalar ungu. Program ini dilakukan di Kecamatan Jasinga Kabupaten Bogor dengan sasaran berupa ibu balita. Kegiatan yang dilakukan berupa pemaparan materi, demonstrasi dan praktik pengolahan snack sehat padat energi berbasis ubi jalar ungu, serta lomba kreasi snack sehat berbasis ubi jalar ungu. Dari kegiatan ini diperoleh hasil bahwa sebagian besar peserta cukup terampil dalam mengolah snack sehat berbasis ubi. Hasil lomba menunjukkan beraneka kreasi menu snack sehat padat energi berbasis ubi jalar ungu yang dibuat oleh peserta.

Pelatihan ini mampu meningkatkan keterampilan peserta dalam mengolah snack padat energi berbasis ubi jalar ungu, dengan sebagian besar peserta (83,3%) tergolong cukup terampil.Kegiatan ini juga berhasil meningkatkan kreativitas peserta dalam mengolah ubi jalar ungu menjadi berbagai variasi snack sehat khususnya untuk balita.Disarankan agar posyandu setempat dapat memanfaatkan ubi jalar ungu secara lebih aktif dalam program pencegahan stunting.

Pertama, perlu diteliti efektivitas konsumsi rutin snack berbasis ubi jalar ungu terhadap perubahan status gizi balita stunting dalam jangka waktu enam bulan, untuk melihat apakah intervensi ini mampu memperbaiki tinggi badan menurut umur secara signifikan. Kedua, penting untuk mengkaji variasi formulasi snack ubi jalar ungu dengan tambahan bahan lokal lain seperti kelapa, kacang hijau, atau gandum untuk mengetahui kombinasi yang paling diterima oleh anak dan memiliki nilai gizi optimal. Ketiga, diperlukan penelitian tentang peran ibu balita sebagai agen perubahan dalam penyebaran praktik pengolahan snack sehat di lingkungan sosialnya, untuk memahami bagaimana pelatihan semacam ini dapat dikembangkan secara berkelanjutan melalui jejaring komunitas di posyandu dan kelompok ibu-ibu.

  1. The relationship between energy intake with stunting and wasting among toddlers in Aertembaga subdistrict,... Doi.Org/10.18203/2394-6040.Ijcmph20240601The relationship between energy intake with stunting and wasting among toddlers in Aertembaga subdistrict Doi Org 10 18203 2394 6040 Ijcmph20240601
  2. Nutrient intake and stunting in children aged 2-5 years in a slum area of Jakarta | Paediatrica Indonesiana.... doi.org/10.14238/pi64.2.2024.132-8Nutrient intake and stunting in children aged 2 5 years in a slum area of Jakarta Paediatrica Indonesiana doi 10 14238 pi64 2 2024 132 8
  3. Pelatihan Pemanfaatan Ubi Jalar Ungu sebagai Snack Sehat Padat Energi bagi Balita untuk Pengendalian... salnesia.id/jagri/article/view/1328Pelatihan Pemanfaatan Ubi Jalar Ungu sebagai Snack Sehat Padat Energi bagi Balita untuk Pengendalian salnesia jagri article view 1328
Read online
File size1.16 MB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test