ITENASITENAS

Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah LingkunganRekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan

Sektor pertanian berperan penting dalam kehidupan, pembangunan, dan perekonomian Indonesia. Untuk meningkatkan produktivitas hasil panen, penggunaan pestisida, termasuk herbisida berbahan aktif seperti IPA Glyphosate, efektif dalam menghambat pertumbuhan gulma, sehingga tanaman utama dapat tumbuh optimal. Penelitian ini bertujuan untuk memastikan bahwa kadar bahan aktif IPA Glyphosate dalam produk pestisida sesuai dengan spesifikasi standar yang telah ditetapkan. Penentuan kadar bahan aktif IPA Glyphosate menggunakan metode HPLC pada kolom fase terbalik C-18 dengan fase gerak Aquabidest : Metanol (24:1), pH 1,9, dan detektor UV-Vis pada panjang gelombang 205 nm. Parameter pengujian meliputi linearitas, presisi, dan kadar bahan aktif. Hasil analisis menunjukkan koefisien determinasi (R2) linearitas sebesar 0,9973, yang memenuhi syarat karena mendekati 1. Presisi yang dinyatakan dalam bentuk %RPD sebesar 2,3% juga memenuhi syarat karena ≤ 3,14% (CV Horwitz). Kadar bahan aktif IPA Glyphosate diperoleh sebesar 499,19 g/L atau 499,19 SL, yang berada dalam rentang toleransi 456–504 g/L sesuai Peraturan Menteri Pertanian Nomor 39/Permentan/SR.330/7/2015.

Pengujian mutu bahan aktif IPA Glyphosate 480 SL menunjukkan hasil linearitas dengan R² sebesar 0,9973, presisi %RPD sebesar 2,3% yang memenuhi batas CV Horwitz, serta kadar bahan aktif sebesar 499,19 g/L.Nilai tersebut berada dalam rentang toleransi ±5% dari spesifikasi standar, yaitu 456–504 g/L, sehingga dinyatakan memenuhi persyaratan.Meskipun memenuhi standar, tetap diperlukan pengendalian kualitas formulasi dan stabilitas produk melalui sistem Quality Control dan Quality Assurance yang ketat.

Pertama, perlu dilakukan penelitian tentang pengaruh variasi formulasi pestisida terhadap stabilitas dan efektivitas bahan aktif IPA Glyphosate selama masa penyimpanan dalam kondisi lingkungan yang berbeda, seperti suhu dan kelembapan, untuk mengetahui faktor yang memengaruhi degradasi senyawa. Kedua, penting untuk mengkaji lebih lanjut penggunaan pelarut alternatif yang lebih ramah lingkungan dalam metode HPLC, dengan mengevaluasi efisiensi dan akurasi analisis dibandingkan metanol, guna mengurangi dampak toksik terhadap operator dan lingkungan laboratorium. Ketiga, diperlukan studi komparatif antara metode HPLC dan metode analisis lain seperti GC-MS atau spektroskopi inframerah dalam mendeteksi residu IPA Glyphosate pada tanah dan air, untuk mengidentifikasi metode terbaik dalam pemantauan pencemaran lingkungan akibat penggunaan herbisida secara luas di lahan pertanian.

  1. Rancang Bangun Mesin Pencacah Sampah Organik Rumah Tangga | Nugraha | Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi... doi.org/10.26760/jrh.v3i3.3428Rancang Bangun Mesin Pencacah Sampah Organik Rumah Tangga Nugraha Rekayasa Hijau Jurnal Teknologi doi 10 26760 jrh v3i3 3428
  2. Pengujian Mutu Bahan Aktif IPA Glyphosate 480 SL dalam Sampel Produk Pestisida Secara Kromatografi Cair... ejurnal.itenas.ac.id/index.php/rekayasahijau/article/view/13551Pengujian Mutu Bahan Aktif IPA Glyphosate 480 SL dalam Sampel Produk Pestisida Secara Kromatografi Cair ejurnal itenas ac index php rekayasahijau article view 13551
Read online
File size437.65 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test