PNLPNL

Jurnal PolimesinJurnal Polimesin

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat pendingin guna memfasilitasi proses pengeluaran bottom ash bagi pekerja di PT. BEST Tanjung Enim dan mengukur pengurangan suhu abu yang dicapai oleh perangkat pendingin. Perangkat dirancang menggunakan perangkat lunak desain berbantuan komputer dan simulasi Dinamika Fluida Komputasi (CFD). Hipotesis diajukan, mendefinisikan material bottom ash sebagai Silikon Dioksida (SiO₂) dan menyamakan kerapatan bottom ash. Untuk memastikan penurunan suhu, variasi kecepatan putaran sekrup konveyor diuji pada 40, 33, dan 12 rpm, dipadukan dengan kecepatan aliran air pendingin masing-masing 0,5, 0,75, dan 1 m/s. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecepatan konveyor sekrup 12 rpm dikombinasikan dengan kecepatan aliran air pendingin 0,5 m/s menghasilkan suhu bottom ash terendah, mencapai 402°C, sehingga secara signifikan mengurangi kebutuhan penanganan manual ketika suhu abu tetap pada 800°C. Penelitian lebih lanjut harus mengeksplorasi penerapan simulasi Discrete Element Method (DEM) untuk pemodelan perilaku material curah dan integrasi media pendingin tambahan untuk meningkatkan kinerja sistem.

Penelitian ini mensimulasikan penurunan suhu bottom ash menggunakan pendingin air dalam Ansys Fluent.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan suhu maksimum yang dicapai adalah 402°C, yang diperoleh dengan kecepatan putaran sekrup konveyor 12 rpm dan kecepatan aliran air pendingin 0,5 m/s.Di antara tiga kecepatan aliran air pendingin yang diuji, 0,5 m/s terbukti paling efektif.Berdasarkan penelitian ini, pengurangan suhu bottom ash hingga 402°C memungkinkan operator PT BEST menangani bottom ash tanpa risiko terpapar suhu tinggi awalnya sebesar 800°C selama pengangkutan ke tempat penyimpanan sementara.Namun, suhu pendinginan belum dapat dianggap optimal, karena simulasi dilakukan dengan asumsi yang memperkirakan material bottom ash sebagai silikon dioksida.Penelitian lebih lanjut harus menggabungkan simulasi Discrete Element Method (DEM) untuk memodelkan perilaku material curah secara lebih akurat dan mengeksplorasi integrasinya dengan Ansys Fluent.Selain itu, media pendingin lain dapat diperkenalkan untuk mencapai pendinginan yang lebih cepat dan suhu bottom ash yang lebih rendah, meningkatkan efisiensi proses pendinginan.

Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk memvalidasi hasil simulasi CFD dengan pengujian eksperimental skala penuh pada kondisi operasional PT. BEST. Hal ini akan memastikan akurasi dan keandalan desain perangkat pendingin. Kedua, pengembangan model simulasi yang lebih kompleks dengan mempertimbangkan perilaku material bottom ash yang sebenarnya, termasuk efek kelembaban dan komposisi kimia, dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang proses pendinginan. Penggunaan metode Discrete Element Method (DEM) dalam kombinasi dengan CFD dapat menjadi pendekatan yang menjanjikan. Ketiga, eksplorasi penggunaan media pendingin alternatif, seperti udara bertekanan atau fluida pendingin dengan sifat termal yang lebih baik, dapat meningkatkan efisiensi pendinginan dan mengurangi konsumsi energi.

  1. Analisis sistem ruang bakar boiler jenis fluidized bed combustion untuk PLTU kapasitas 8 MW | Jurnal... doi.org/10.35313/energi.v9i1.1638Analisis sistem ruang bakar boiler jenis fluidized bed combustion untuk PLTU kapasitas 8 MW Jurnal doi 10 35313 energi v9i1 1638
  2. CFD simulation of silica dispersion/natural rubber latex mixing for high silica content rubber composite... pubs.rsc.org/en/content/articlelanding/2024/ra/d4ra01348dCFD simulation of silica dispersion natural rubber latex mixing for high silica content rubber composite pubs rsc en content articlelanding 2024 ra d4ra01348d
Read online
File size853.77 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test