UNSURYAUNSURYA

JSI (Jurnal sistem Informasi) Universitas SuryadarmaJSI (Jurnal sistem Informasi) Universitas Suryadarma

Pembayaran elektronik, yang kini semakin condong ke arah metode tanpa tunai dan tanpa sentuhan, merupakan fenomena yang tidak dapat dihindari lagi. Bagi masyarakat, hal ini telah menjadi perilaku digital yang mengutamakan efisiensi dan efektivitas, sedangkan bagi pelaku pasar, ini adalah strategi dalam menghadapi dunia yang berbasis teknologi, digital, dan ilmu pengetahuan. Berdasarkan laporan Bank Indonesia, nilai transaksi perbankan digital hingga Januari 2024 mencapai 5.000 triliun, atau tumbuh 17,2% secara tahunan, sehingga dapat dipastikan atau diprediksi bahwa proyeksi transaksi di tahun berikutnya akan mengalami peningkatan signifikan. Oleh karena itu, penerapan perangkat digital yang dapat diperbarui oleh pelaku bisnis bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Jurnal ini mengeksplorasi contoh penerapan EDC berbasis Android di PT ABC untuk mengkaji lebih dalam proses Siklus Hidup Sistem yang diterapkan dalam merespons tuntutan pasar dan konsumen.

Dalam komunitas perbankan, pengusaha, retailer, merchant, dan konsumen, alat bantu transaksi merupakan bagian penting dari aktivitas harian.Era digital mendorong transaksi menjadi lebih tanpa tunai dan tanpa sentuhan, di mana mesin EDC tetap menjadi aktor utama meskipun transaksi digital melalui QRIS dan dompet digital meningkat pesat.Transisi dari EDC konvensional ke EDC berbasis Android di berbagai bank menunjukkan perubahan signifikan, dengan EDC Android unggul dalam kecepatan transaksi, pembuatan laporan, dan pembaruan sistem.

Pertama, perlu diteliti bagaimana integrasi EDC berbasis Android dengan sistem manajemen toko secara real-time dapat meningkatkan efisiensi operasional dan akurasi pelaporan keuangan di merchant skala menengah. Kedua, perlu dikaji pengaruh antarmuka pengguna yang lebih intuitif terhadap penurunan kesalahan transaksi dan pelatihan karyawan baru di ritel yang menggunakan EDC berbasis Android. Ketiga, penting untuk meneliti kemungkinan pengembangan fitur keamanan tambahan berbasis kecerdasan buatan yang mampu mendeteksi anomali transaksi secara otomatis langsung di perangkat EDC, guna mencegah penipuan sebelum rekonsiliasi dengan bank. Studi-studi ini dapat membuka jalan bagi sistem pembayaran yang lebih cerdas, aman, dan terintegrasi, sejalan dengan arah perkembangan teknologi informasi dan kebutuhan pasar. Penelitian lanjutan juga dapat mengeksplorasi bagaimana EDC Android dapat menjadi pusat kendali terpadu dalam ekosistem Internet of Things di lingkungan ritel. Dengan pengujian terhadap keandalan konektivitas dan respons sistem dalam jaringan lokal toko, peneliti dapat mengukur potensi EDC sebagai gateway data antara pelanggan, staf, dan sistem pusat. Studi ini juga perlu mempertimbangkan aspek privasi data dan perlindungan informasi pribadi pelanggan selama proses transaksi dan komunikasi dengan perangkat lain. Dengan pendekatan holistik, penelitian dapat memberikan panduan bagi pengembangan EDC masa depan yang tidak hanya transaksional, tetapi juga analitis dan prediktif. Temuan dari penelitian ini dapat menjadi dasar bagi kebijakan teknologi pembayaran nasional yang lebih adaptif dan inovatif. Selain itu, hasil penelitian dapat dijadikan acuan oleh pengembang aplikasi untuk menciptakan layanan nilai tambah berbasis lokasi dan perilaku belanja yang terhubung langsung dengan perangkat pembayaran. Secara keseluruhan, rangkaian penelitian ini bertujuan untuk menjawab kebutuhan mendalam akan sistem pembayaran digital yang lebih tangguh, cerdas, dan berkelanjutan di Indonesia.

Read online
File size892.88 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test