UNDHIRA BALIUNDHIRA BALI

Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA)Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA)

Industri perhotelan merupakan bagian dari indutri pariwisata di Bali. Setiap perusahaan tentunya perlu menerapkan prinsip-prinsip sistem pengendalian internal. Dengan adanya pengendalian Internal perusahaan dapat memastikan bahwa seluruh barang yang diterima sesuai dengan pesanan, standar kualitas, dan kebutuhan operasional. Bali Mandira Beach Resort & Spa merupakan salah satu perusahaan yang sudah menerapkan sistem pengendalian internal yang baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah sistem pengendalian internal penerimaan barang pada Bali Mandira Beach Resort & Spa sudah berjalan dengan baik dan sesuai dengan standar operasional perusahaan. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualutitatif, dengan pengumpulan data melalui wawancara dan survey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bali Mandira Beach Resort & Spa telah menerapkan prosedur standar dalam penerimaan barang, Sebagai solusi, penelitian ini merekomendasikan penerapan sistem teknologi berbasis digital untuk mempermudah pencatatan, pengawasan, dan pelaporan, serta program pelatihan bagi staf terkait. Dengan penguatan sistem pengendalian internal, diharapkan efisiensi dan akurasi dalam proses penerimaan barang dapat meningkat, sehingga mendukung operasional perusahaan secara keseluruhan.

Bali Mandira Beach Resort & Spa menjalin kerja sama dengan berbagai supplier untuk pengadaan barang, dan sistem pengendalian penerimaan barang menjadi esensial untuk memastikan operasional berjalan baik, meliputi pemeriksaan, verifikasi, serta ketepatan jumlah barang.Secara keseluruhan, sistem pengendalian penerimaan barang di Bali Mandira Beach Resort & Spa telah berfungsi cukup baik, sejalan dengan prinsip pengendalian internal dan SOP yang ada.Meskipun demikian, masih ditemukan adanya potensi kericuhan akibat kurangnya komunikasi antara karyawan di departemen akuntansi, khususnya bagian purchasing dan receiving.

Mengingat pentingnya sistem pengendalian internal dan tantangan yang masih dihadapi, beberapa arah penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, bagaimana jika sebuah penelitian mendalam dilakukan untuk mengevaluasi dampak spesifik dari implementasi sistem teknologi berbasis digital yang lebih komprehensif pada efisiensi operasional dan akurasi pencatatan penerimaan barang? Penelitian ini bisa melibatkan studi kasus perbandingan antara Bali Mandira Beach Resort & Spa sebelum dan sesudah adopsi teknologi, atau membandingkannya dengan resor lain yang sudah menerapkan sistem serupa, untuk mengukur perbaikan yang nyata dalam mengurangi perbedaan jumlah atau jenis barang. Pertanyaan yang bisa dieksplorasi adalah, sejauh mana sistem digital tersebut mampu meminimalisir kesalahan manusia dan meningkatkan transparansi dalam proses penerimaan barang? Kedua, menanggapi masalah kurangnya komunikasi antar departemen, sebuah studi dapat dirancang untuk mengidentifikasi dan menguji efektivitas berbagai strategi peningkatan komunikasi dan kolaborasi antara departemen purchasing dan receiving. Penelitian ini bisa berbentuk eksperimen sosial atau studi intervensi, di mana protokol komunikasi baru, pelatihan bersama, atau penggunaan platform kolaborasi khusus diperkenalkan, lalu diukur dampaknya terhadap penurunan insiden ketidaksesuaian barang dan peningkatan kepuasan kerja. Hal ini penting untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih sinergis dan mengurangi kerugian akibat miskomunikasi. Ketiga, karena seringnya terjadi perbedaan antara barang yang dipesan dan diterima, penelitian lanjutan bisa fokus pada evaluasi efektivitas manajemen hubungan pemasok (Supplier Relationship Management/SRM) di industri perhotelan. Bagaimana praktik-praktik SRM yang lebih formal, seperti sistem evaluasi kinerja pemasok yang berkelanjutan atau perjanjian tingkat layanan (SLA) yang lebih ketat, dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas dan akurasi pengiriman barang dari pemasok? Studi ini dapat menganalisis bagaimana kerja sama yang lebih erat dengan pemasok, termasuk audit berkala atau forum umpan balik, dapat mencegah terjadinya perbedaan barang yang merugikan perusahaan, serta mengidentifikasi faktor-faktor kunci keberhasilan dalam membangun hubungan pemasok yang kuat dan saling menguntungkan.

Read online
File size158.36 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test