UNTAGUNTAG
JEA17: Jurnal Ekonomi AkuntansiJEA17: Jurnal Ekonomi AkuntansiModal kerja merupakan elemen penting bagi perusahaan karena tanpa modal kerja yang cukup, aktivitas operasional tidak dapat berjalan. Dengan persaingan bisnis yang semakin ketat, memperoleh modal kerja yang memadai menjadi faktor utama yang perlu dipertimbangkan. Jumlah modal kerja yang dibutuhkan tiap perusahaan berbeda dan tidak dapat ditentukan dengan standar baku. Kekurangan modal kerja akan menghambat aktivitas bisnis dan menurunkan produktivitas, sedangkan kelebihan modal kerja dapat menyebabkan dana menganggur yang mengurangi potensi keuntungan. Penelitian ini mengambil objek PT.Timah (Persero) Tbk. periode 2009–2012 dengan menggunakan teknik analisis sumber dan penggunaan modal kerja. Hasil menunjukkan bahwa pada tahun 2009–2010 terdapat kelebihan modal kerja bersih sebesar Rp769.323, pada tahun 2010–2011 terdapat kelebihan sebesar Rp323.320, namun pada tahun 2011–2012 perusahaan mengalami defisit modal kerja bersih sebesar Rp192.870. Berdasarkan analisis, dapat disimpulkan bahwa modal kerja bersih perusahaan belum dikelola secara efektif selama periode 2009 hingga 2012. Penurunan modal kerja disebabkan oleh peningkatan aktiva tidak lancar yang dibiayai oleh utang jangka panjang dan ekuitas pemilik. Penurunan ini berpotensi menyebabkan kekurangan dana untuk kegiatan operasional. Perusahaan disarankan untuk mencegah krisis modal kerja dan membayar kewajiban tepat waktu guna meningkatkan modal kerja bersih. Selain itu, perusahaan perlu menghindari kekurangan modal kerja karena ketersediaannya sangat penting untuk membiayai aktivitas operasional harian, mencapai tujuan, dan menjaga kelangsungan kemajuan perusahaan.
mengalami fluktuasi dalam modal kerja bersih selama periode 2009–2012, dengan kelebihan pada dua tahun pertama dan defisit pada tahun terakhir.Penurunan modal kerja bersih disebabkan oleh peningkatan aktiva tidak lancar yang dibiayai melalui utang jangka panjang dan ekuitas pemilik.Kondisi ini berpotensi mengganggu kelancaran operasional perusahaan jika tidak dikelola secara efektif.
Pertama, perlu diteliti bagaimana pengaruh kebijakan pendanaan aktiva tidak lancar terhadap stabilitas modal kerja jangka pendek di perusahaan pertambangan seperti PT.Timah, apakah pendekatan konservatif, moderat, atau agresif lebih mendukung kinerja operasional. Kedua, perlu dikaji efektivitas struktur modal terhadap likuiditas perusahaan selama siklus bisnis berubah-ubah, khususnya dalam periode ekspansi aset besar-besaran. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi perbandingan pengelolaan modal kerja antara perusahaan BUMN dan swasta sektor pertambangan guna mengidentifikasi praktik terbaik dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan aset dan ketersediaan dana operasional, sehingga dapat dikembangkan model pengelolaan modal kerja yang adaptif terhadap dinamika keuangan perusahaan.
| File size | 323.79 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
PIPI Temuan ini mengindikasikan bahwa praktik keberlanjutan yang dilakukan perusahaan belum diapresiasi oleh pasar sebagai faktor yang meningkatkan nilai perusahaan.Temuan ini mengindikasikan bahwa praktik keberlanjutan yang dilakukan perusahaan belum diapresiasi oleh pasar sebagai faktor yang meningkatkan nilai perusahaan.
RCF INDONESIARCF INDONESIA Temuan ini menunjukkan bahwa pembagian dividen bukan merupakan faktor utama yang dipertimbangkan investor dalam menentukan nilai saham pada subsektor makananTemuan ini menunjukkan bahwa pembagian dividen bukan merupakan faktor utama yang dipertimbangkan investor dalam menentukan nilai saham pada subsektor makanan
PIPI Implikasi dari temuan ini menunjukkan bahwa strategi keberlanjutan harus disesuaikan dengan karakteristik industri agar efektif dalam meningkatkan nilaiImplikasi dari temuan ini menunjukkan bahwa strategi keberlanjutan harus disesuaikan dengan karakteristik industri agar efektif dalam meningkatkan nilai
RISETEKONOMIRISETEKONOMI Penelitiian ini bertujuan menentukan kontribusi variabel pertumbuhan ekonomi dan kesempatan kerja dalam menentukan variabel yang berpengaruh dalam menentukanPenelitiian ini bertujuan menentukan kontribusi variabel pertumbuhan ekonomi dan kesempatan kerja dalam menentukan variabel yang berpengaruh dalam menentukan
IBSIBS Pengujian hipotesis menggunakan uji parsial (uji statistik t). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perputaran Kas, Perputaran Piutang, perputaran Persediaan,Pengujian hipotesis menggunakan uji parsial (uji statistik t). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perputaran Kas, Perputaran Piutang, perputaran Persediaan,
IBSIBS (2) Variabel interest coverage ratio berpengaruh positif terhadap financial distress, ini menjelaskan bahwa perusahaan dengan tingkat rasio ICR yang tinggi(2) Variabel interest coverage ratio berpengaruh positif terhadap financial distress, ini menjelaskan bahwa perusahaan dengan tingkat rasio ICR yang tinggi
IBSIBS Populasi yang digunakan dalam penilitian adalah perusahaan manufaktur sub sektor makanan dan minuman, sehingga diperoleh sampel 9 perusahaan yang telahPopulasi yang digunakan dalam penilitian adalah perusahaan manufaktur sub sektor makanan dan minuman, sehingga diperoleh sampel 9 perusahaan yang telah
IBSIBS Berdasarkan hasil analisis dan pengujian hipotesis yang telah dilakukan peneliti mengenai pengaruh operating capacity, profitability, dan sales growthBerdasarkan hasil analisis dan pengujian hipotesis yang telah dilakukan peneliti mengenai pengaruh operating capacity, profitability, dan sales growth
Useful /
UNIRAYAUNIRAYA Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pertimbangan hakim dalam pemidanaan pelaku tindak pidana bidang pangan (studiOleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pertimbangan hakim dalam pemidanaan pelaku tindak pidana bidang pangan (studi
UMSBUMSB Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan teka-teki silang efektif dalam meningkatkan keterampilan mufradat. Metode penelitian ini menggunakan pendekatanPenelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan teka-teki silang efektif dalam meningkatkan keterampilan mufradat. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan
UNTAGUNTAG Sebelum merger, keempat bank tersebut memiliki modal negatif karena jumlah PPAP mereka lebih kecil dari standar sebesar 50%. Karena modal negatif ini,Sebelum merger, keempat bank tersebut memiliki modal negatif karena jumlah PPAP mereka lebih kecil dari standar sebesar 50%. Karena modal negatif ini,
UNTAGUNTAG Untuk Kelas I, disarankan menaikkan tarif guna mendapatkan laba lebih besar, sedangkan untuk Kelas II dan III disarankan menambah jumlah tempat tidur atauUntuk Kelas I, disarankan menaikkan tarif guna mendapatkan laba lebih besar, sedangkan untuk Kelas II dan III disarankan menambah jumlah tempat tidur atau