UNIBIUNIBI

ArtComm : Jurnal Komunikasi dan DesainArtComm : Jurnal Komunikasi dan Desain

Inovasi dalam teknologi digital menghadirkan representasi sistem sosial budaya masyarakat saat ini, yang mana inovasi tersebut menciptakan sesuatu hal yang baru dan dapat diterima oleh masyarakat saat ini, hal ini membawa konsekuensi logis bagi pemilik pasar dengan arus informasi yang deras, kompetitif, perlombaan semakin cepat dan tidak dapat diprediksi. Disrupsi inovasi adalah suatu istilah dari fenomena tersebut. Departemen Human Capital Communication yang memiliki peran strategis berada di bawah tataran management Telkomsel. Bertugas untuk menyiapkan sumber daya manusia dalam menghadapi tantangan disrupsi inovasi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara lebih jauh mengenai strategi komunikasi yang ditetapkan oleh Departemen Human Capital Communication. Penelitian ini menggunakan model perencanaan komunikasi Philip Lesly dan fokus terhadap elemen komunikasi Harold Laswell. penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif disertai studi kasus yang menjabarkan dan mengali permasalahan yang ada dalam penelitan ini. Dari hasil penelitian diketahui bahwa penetapan strategi komunikasi yang dilakukan melalui tahapan awareness, acceptance, action yang menentukan teknik, sifat, bentuk pesan yang dapat membangun, mendorong, dan menciptakan tindakan yang berasal dari ide dan gagasan komunikator melalui media yang ditetapkan sesuai dengan karakteristik organisasi yakni, intranet, emailblast, SMS Broadcast.

Departemen Human Capital Communication memiliki peran penting dalam menyiapkan sumber daya manusia menghadapi era disrupsi inovasi.Perusahaan menyikapi disrupsi inovasi dengan transformasi bisnis model ke arah digital, namun perubahan ini memerlukan adaptasi sumber daya manusia.Departemen Human Capital Communication berupaya membangun kesadaran dan pemahaman karyawan akan tantangan disrupsi inovasi melalui strategi komunikasi yang terstruktur, meliputi tahap awareness, acceptance, dan action.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan yang ada, beberapa ide penelitian lanjutan dapat diusulkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas strategi komunikasi yang diterapkan secara berkala dan intensif, mengingat dinamika era digital yang cepat berubah. Kedua, perlu dilakukan penelitian mendalam mengenai preferensi dan kebutuhan komunikasi karyawan, khususnya terkait format dan konten pesan yang paling efektif untuk meningkatkan engagement dan pemahaman. Ketiga, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan program pelatihan dan pengembangan kompetensi digital bagi karyawan, dengan mempertimbangkan kesenjangan keterampilan yang ada dan kebutuhan perusahaan di masa depan. Penelitian ini dapat menggunakan metode campuran, menggabungkan data kuantitatif dari survei dengan data kualitatif dari wawancara mendalam, untuk mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif. Selain itu, penelitian dapat memperluas cakupan dengan melibatkan lebih banyak departemen atau unit bisnis di dalam perusahaan, untuk mengidentifikasi praktik-praktik terbaik dan tantangan yang dihadapi dalam menghadapi disrupsi inovasi. Dengan demikian, hasil penelitian dapat memberikan kontribusi yang signifikan bagi pengembangan strategi manajemen sumber daya manusia yang adaptif dan berkelanjutan di era digital.

Read online
File size97.26 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test