UMSUMS

Riset Akuntansi dan Keuangan IndonesiaRiset Akuntansi dan Keuangan Indonesia

Penelitian ini mengkaji hubungan antara kinerja ESG (Environmental, Social, dan Governance) dan biaya utang, dengan biaya agensi sebagai variabel pemoderasi. Menggunakan data panel dari perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk periode 2018–2023, penelitian ini menerapkan regresi data panel dan analisis interaksi. Hasil menunjukkan bahwa kinerja ESG berpengaruh positif dan signifikan terhadap biaya utang, mengindikasikan bahwa skor ESG yang lebih tinggi dapat dikaitkan dengan peningkatan biaya dari perspektif kreditor. Selain itu, biaya agensi memoderasi hubungan ini secara negatif dan signifikan, menunjukkan bahwa ketika biaya agensi tinggi, pengaruh positif ESG terhadap biaya utang melemah. Temuan ini mengimplikasikan bahwa meskipun inisiatif ESG sering dipandang sebagai sinyal positif, manfaatnya dalam mengurangi biaya utang dapat terbatas jika terdapat inefisiensi internal atau konflik manajerial. Penelitian ini berkontribusi terhadap pemahaman tentang bagaimana faktor tata kelola internal berinteraksi dengan upaya keberlanjutan dalam memengaruhi hasil pendanaan perusahaan.

Penelitian ini menemukan bahwa kinerja ESG memiliki hubungan positif dan signifikan terhadap biaya utang di perusahaan yang terdaftar di Indonesia, yang bertentangan dengan ekspektasi umum bahwa ESG mengurangi biaya pendanaan.Hal ini menunjukkan bahwa kreditor di pasar berkembang seperti Indonesia masih melihat keterlibatan ESG sebagai beban biaya tambahan atau inisiatif yang belum terbukti memberikan manfaat finansial yang jelas.Selain itu, biaya agensi memoderasi hubungan tersebut secara signifikan, sehingga pengaruh positif ESG terhadap biaya utang menjadi lebih lemah pada perusahaan dengan biaya agensi yang tinggi, karena sinyal ESG dianggap kurang meyakinkan ketika terdapat konflik agensi yang besar.

Pertama, perlu diteliti bagaimana kualitas tata kelola perusahaan, seperti independensi dewan komisaris atau aktivisme pemegang saham, memengaruhi persepsi kreditor terhadap manfaat ESG dalam mengurangi biaya utang, karena penelitian ini menunjukkan bahwa sinyal ESG dapat kabur jika tata kelola lemah. Kedua, sebaiknya dilakukan studi komparatif antara sektor berisiko tinggi dan rendah untuk melihat apakah dampak ESG terhadap biaya utang berbeda tergantung pada karakteristik industri, mengingat bahwa dalam konteks Indonesia, sektor non-manufaktur mungkin merespons ESG secara berbeda. Ketiga, penting untuk mengevaluasi efektivitas pelaporan ESG yang distandarisasi menggunakan kerangka nasional untuk mengetahui apakah penyediaan data ESG yang lebih transparan dan kredibel dapat mengubah persepsi kreditor dari melihat ESG sebagai beban biaya menjadi sebagai indikator pengurangan risiko, mengingat temuan bahwa skor ESG agregat saat ini belum cukup meyakinkan bagi kreditor di pasar berkembang.

Read online
File size425.73 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test