UNIPASBYUNIPASBY

Journal of Sustainability Bussiness Research (JSBR)Journal of Sustainability Bussiness Research (JSBR)

Kepemimpinan transformasional dan kepemimpinan digital dibutuhkan untuk kepemimpinan 4.0 yang identik dengan teknologi dan inovasi-inovasi. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan transformasional dan kepemimpinan digital terhadap kepemimpinan 4.0 di PT. Bina Karya (Persero) Cabang Surabaya. Seluruh karyawan PT. Bina Karya (Persero) Cabang Surabaya sebanyak 45 karyawan menjadi populasi dan sampel penelitian ini. Sumber data yang digunakan adalah data primer dengan kuesioner sebagai alat pengumpulan datanya. Teknik analisis data menggunakan metode SEM-PLS dengan software R package PLS-PM. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional memiliki pengaruh signifikan terhadap kepemimpinan digital dengan p value 0.000 < 0.05. Berbeda dengan kepemimpinan transformasional terhadap kepemimpinan 4.0 yang memiliki pengaruh tidak signifikan dengan p value 0.970 > 0.05. Sedangkan kepemimpinan digital memiliki pengaruh signifikan terhadap kepemimpinan 4.0 dengan p value 0.000 < 0.05. Dari penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi perusahaan untuk mengetahui kepemimpinan yang perlu diterapkan pemimpinnya di era revolusi industri 4.0.

Kepemimpinan transformasional berpengaruh signifikan terhadap kepemimpinan digital di PT.Bina Karya (Persero) Cabang Surabaya, dengan indikator dominan berupa perhatian yang individual.Namun, kepemimpinan transformasional tidak berpengaruh signifikan terhadap kepemimpinan 4.0, sehingga tidak menjadi faktor utama dalam transisi ke kepemimpinan 4.Sebaliknya, kepemimpinan digital berpengaruh signifikan terhadap kepemimpinan 4.0, terutama melalui kesadaran budaya, yang menunjukkan kesiapan perusahaan dalam mengadopsi kepemimpinan di era industri 4.

Pertama, perlu diteliti bagaimana perhatian individual dari pemimpin berdampak pada penerapan kepemimpinan digital di perusahaan jasa konsultan teknik konstruksi lainnya, terutama dalam konteks pengembangan kompetensi digital karyawan. Kedua, penting untuk mengeksplorasi lebih dalam peran kesadaran budaya dalam transisi menuju kepemimpinan 4.0, termasuk bagaimana nilai-nilai organisasi dan budaya kerja digital saling mendukung dalam lingkungan konstruksi yang tradisional. Ketiga, diperlukan penelitian lanjutan yang mengkaji faktor-faktor di luar kepemimpinan—seperti infrastruktur teknologi, regulasi, dan kesiapan organisasi—yang mungkin memengaruhi efektivitas penerapan kepemimpinan 4.0, mengingat dalam penelitian ini masih banyak variasi hasil yang belum terjelaskan. Dengan menggabungkan pendekatan kualitatif dan studi komparatif antar perusahaan, penelitian baru dapat memberikan gambaran menyeluruh tentang ekosistem kepemimpinan di era digital industri 4.0. Selain itu, penelitian bisa difokuskan pada pengembangan model integratif yang menghubungkan gaya kepemimpinan dengan transformasi proses kerja digital di sektor konstruksi. Eksplorasi indikator kepemimpinan 4.0 yang lebih spesifik juga penting untuk memperkuat validitas pengukuran di studi mendatang. Melibatkan lebih banyak sampel dari berbagai cabang atau sektor jasa akan meningkatkan generalisasi temuan. Penelitian juga dapat menguji dampak langsung kepemimpinan digital terhadap kinerja proyek atau produktivitas karyawan. Dengan demikian, hasil penelitian lanjutan dapat memberikan panduan praktis bagi perusahaan dalam merancang strategi transformasi kepemimpinan yang efektif. Pendekatan mixed methods bisa digunakan untuk mendalami konteks dan mekanisme di balik hubungan antar variabel yang ditemukan.

  1. Leadership 4.0: Digital Leaders in the Age of Industry 4.0. leadership digital leaders age industry register... doi.org/10.33844/ijol.2018.60332Leadership 4 0 Digital Leaders in the Age of Industry 4 0 leadership digital leaders age industry register doi 10 33844 ijol 2018 60332
Read online
File size162 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test