STIKESWILLIAMBOOTHSTIKESWILLIAMBOOTH

KebKeb

Insiden mual dan muntah selama kehamilan cukup tinggi. WHO mendokumentasikan bahwa mual dan muntah terjadi pada 12,5% kehamilan di seluruh dunia. Di Indonesia, insidennya mencapai 1-3% atau 5-20 kasus per 1000 kehamilan. Emesis gravidarum, atau mual dan muntah, adalah ketidaknyamanan awal kehamilan yang umum yang dapat mengganggu aktivitas ibu hamil. Jika tidak segera ditangani, dapat memburuk menjadi hiperemesis gravidarum. Intervensi terapi komplementer seperti akupresur diyakini efektif mengurangi mual dan muntah selama kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi efek terapi akupresur terhadap mual dan muntah selama kehamilan. Tinjauan literatur tradisional dilakukan menggunakan dua situs database, PubMed dan Google Scholar. Situs web disesuaikan dengan kriteria inklusi dan eksklusi, dan penelitian ini diakreditasi oleh Sinta Ristekbrin dan diindeks oleh Scopus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden dalam studi yang disertakan berusia 25–35 tahun, berpendidikan SMA, tidak bekerja atau ibu rumah tangga, berada pada trimester pertama kehamilan, dan mengalami mual dan muntah sedang. Lima studi menjelaskan teknik pemberian akupresur, termasuk durasi dan frekuensi. Dua studi menjelaskan durasi pemberian. Teknik akupresur menggunakan jari-jari ditemukan paling cepat mengurangi mual dan muntah: satu menit dan 40 putaran dua kali sehari selama empat hari. Yang menggunakan gelang membutuhkan 10 menit, empat kali sehari selama empat hari. Dengan demikian, tujuh studi menemukan bahwa akupresur mengurangi mual dan muntah selama kehamilan. Namun, satu studi menyatakan bahwa jahe lebih efektif daripada akupresur. Namun, jahe memiliki beberapa potensi efek samping selama kehamilan, sehingga akupresur adalah pilihan yang lebih baik.

Penelitian ini menunjukkan bahwa akupresur dapat menjadi penanganan alternatif untuk mengatasi mual muntah pada kehamilan.Teknik akupresur yang efektif bervariasi, namun umumnya melibatkan penekanan pada titik-titik tertentu dengan jari atau penggunaan gelang akupresur.Meskipun beberapa studi menunjukkan jahe lebih efektif, akupresur tetap menjadi pilihan yang aman dan tepat karena potensi efek samping jahe pada kehamilan.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk membandingkan efektivitas berbagai teknik akupresur secara spesifik, termasuk variasi durasi, frekuensi, dan titik akupresur yang digunakan. Kedua, studi prospektif dengan kelompok kontrol yang lebih besar dan desain penelitian yang lebih ketat diperlukan untuk mengkonfirmasi manfaat akupresur dan meminimalkan bias. Ketiga, penelitian perlu dilakukan untuk mengeksplorasi efek akupresur pada kualitas hidup ibu hamil, termasuk dampaknya terhadap nafsu makan, tingkat energi, dan suasana hati. Penelitian ini dapat membantu mengembangkan protokol akupresur yang lebih optimal dan memberikan bukti yang lebih kuat untuk mendukung penggunaan akupresur sebagai terapi komplementer yang efektif untuk mengatasi mual dan muntah pada kehamilan, sehingga meningkatkan kesejahteraan ibu dan janin.

  1. Penerapan akupresur pada titik P6 terhadap emesis gravidarum pada ibu hamil trimester 1 | Mariza | Holistik... doi.org/10.33024/hjk.v13i3.1363Penerapan akupresur pada titik P6 terhadap emesis gravidarum pada ibu hamil trimester 1 Mariza Holistik doi 10 33024 hjk v13i3 1363
Read online
File size144.67 KB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test