PENERBITPENERBIT
Metta : Jurnal Ilmu MultidisiplinMetta : Jurnal Ilmu MultidisiplinPendidikan multikultural merespons konflik etnis, sosial, dan budaya dengan fokus pada nilai-nilai saling menghormati, tulus, dan toleransi. Di Indonesia, yang kaya akan keberagaman, muncul tantangan seperti korupsi dan kekerasan yang mengancam harmoni sosial. Pendidikan agama sering memperdalam konflik dengan pendekatan eksklusifnya, padahal seharusnya memperkuat moralitas universal dan pemahaman inklusif. Pendidikan multikultural di lembaga pendidikan harus menanamkan nilai perdamaian dan pluralisme agar siswa memahami dan menghargai keragaman agama. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi literatur untuk memahami nilai-nilai pendidikan multikultural dalam Agama Hindu, terutama dalam Kitab Niti Sataka. Pendekatan sosiologi dan antropologi digunakan untuk menganalisis interaksi individu dalam konteks agama dan budaya serta praktik sosial dalam konteks kebudayaan manusia secara holistik. Pendidikan multikultural memadukan budaya dan nilai-nilai beragam untuk menciptakan kesetaraan dalam pendidikan dan menghargai keragaman etnis. Tujuan pendidikan multikultural di Indonesia adalah mengembangkan kesadaran akan keberagaman budaya dan memperkuat sikap positif terhadap keragaman, dengan pendidikan Agama Hindu yang menegaskan nilai-nilai kepedulian sejalan dengan pendidikan multikultural. Kitab Niti Sataka menyoroti kesadaran akan kebodohan, kebijaksanaan, dan nilai-nilai lain yang mendukung perdamaian hidup. Pendidikan multikultural bertujuan mengakui keberagaman siswa, mendorong sikap positif terhadap perbedaan, dan membantu pengembangan keterampilan sosial serta pemahaman lintas budaya.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa ajaran pendidikan Agama Hindu mengandung nilai-nilai kepedulian yang sejalan dengan pendidikan multikultural terkait hubungan antar manusia.Kitab Niti Sataka secara komprehensif mengajarkan kesadaran terhadap kebodohan, kebijaksanaan, rendah hati, serta nilai-nilai lain yang mengarah pada kedamaian dan keselarasan hidup.Pendidikan multikultural bertujuan mengakui keberagaman siswa, mempromosikan sikap positif terhadap perbedaan budaya, ras, etnis, dan agama, serta membantu siswa dalam pengembangan keterampilan sosial mereka.
Berdasarkan temuan penelitian, beberapa arah penelitian lanjutan yang menarik untuk dieksplorasi adalah bagaimana mengintegrasikan nilai-nilai Kitab Niti Sataka secara lebih efektif ke dalam kurikulum pendidikan agama Hindu di berbagai jenjang pendidikan, khususnya dalam konteks keberagaman budaya Indonesia. Selain itu, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menguji efektivitas model pembelajaran multikultural yang berbasis pada kearifan lokal Hindu dalam meningkatkan toleransi dan mengurangi prasangka antar siswa dari latar belakang budaya yang berbeda. Terakhir, penting untuk meneliti bagaimana peran guru agama Hindu dapat ditingkatkan dalam memfasilitasi dialog antaragama dan mempromosikan pemahaman yang lebih mendalam tentang nilai-nilai universal yang terkandung dalam berbagai tradisi keagamaan, sehingga dapat berkontribusi pada terciptanya masyarakat yang lebih harmonis dan inklusif. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan pendidikan yang relevan dengan tantangan sosial dan budaya yang dihadapi Indonesia saat ini.
| File size | 155.65 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
IAIN CURUPIAIN CURUP Penelitian ini bercorak field research dengan jenis penelitian kualitatif, Metode penelitian yang digunakan adalah action research atau kaji tindak denganPenelitian ini bercorak field research dengan jenis penelitian kualitatif, Metode penelitian yang digunakan adalah action research atau kaji tindak dengan
DINASTIREVDINASTIREV QRIS telah berkembang sebagai inovasi keuangan dan alat untuk memperkuat diplomasi soft power Indonesia secara internasional. Dengan meningkatkan dan memperkuatQRIS telah berkembang sebagai inovasi keuangan dan alat untuk memperkuat diplomasi soft power Indonesia secara internasional. Dengan meningkatkan dan memperkuat
STPMATARAMSTPMATARAM Desa ini sebagian besar penduduknya bersuku Sasak, dengan letak geografis di dataran tinggi di bawah kaki Gunung Rinjani, sehingga memiliki pemandanganDesa ini sebagian besar penduduknya bersuku Sasak, dengan letak geografis di dataran tinggi di bawah kaki Gunung Rinjani, sehingga memiliki pemandangan
OJS INDONESIAOJS INDONESIA The research, entitled Legal Protection for Heirs of Land Ownership Rights Not Registered at the Jayapura Regency Land Office, aims to determine the legalThe research, entitled Legal Protection for Heirs of Land Ownership Rights Not Registered at the Jayapura Regency Land Office, aims to determine the legal
OJS INDONESIAOJS INDONESIA Hal ini akan memungkinkan masyarakat adat setempat untuk mencari bantuan Kepala Kampung sebagai pemimpin dan pihak netral dalam menyelesaikan sengketa.Hal ini akan memungkinkan masyarakat adat setempat untuk mencari bantuan Kepala Kampung sebagai pemimpin dan pihak netral dalam menyelesaikan sengketa.
OJS INDONESIAOJS INDONESIA Indonesia, sebagai negara kepulauan, memiliki keragaman budaya dan adat yang melahirkan berbagai hukum adat. Berdasarkan Undang-Undang Dasar 1945, hukumIndonesia, sebagai negara kepulauan, memiliki keragaman budaya dan adat yang melahirkan berbagai hukum adat. Berdasarkan Undang-Undang Dasar 1945, hukum
UNIPASUNIPAS Penolakan warisan oleh ahli waris memunculkan konflik hukum antara Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUH Perdata) dan Hukum Adat Bali karena perbedaanPenolakan warisan oleh ahli waris memunculkan konflik hukum antara Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUH Perdata) dan Hukum Adat Bali karena perbedaan
UMPRUMPR Jargon yang kemudian dikembangkan bermusyawarah, Semangat perdamaian, Semangat kekeluargaan, Kesadaran akan suatu masyarakat Dayak yang lebih luas, danJargon yang kemudian dikembangkan bermusyawarah, Semangat perdamaian, Semangat kekeluargaan, Kesadaran akan suatu masyarakat Dayak yang lebih luas, dan
Useful /
DINASTIREVDINASTIREV Hambatan utama meliputi kurangnya sumber daya manusia, kerusakan sarana prasarana, minimnya sosialisasi, terbatasnya anggaran, rendahnya kesadaran masyarakat,Hambatan utama meliputi kurangnya sumber daya manusia, kerusakan sarana prasarana, minimnya sosialisasi, terbatasnya anggaran, rendahnya kesadaran masyarakat,
LLILLI Hasil penelitian menunjukkan bahwa profesionalisme guru tidak hanya bergantung pada penguasaan materi ajar, tetapi juga mencakup pemahaman karakter pesertaHasil penelitian menunjukkan bahwa profesionalisme guru tidak hanya bergantung pada penguasaan materi ajar, tetapi juga mencakup pemahaman karakter peserta
PENERBITPENERBIT Lembaga pendidikan tidak diperkenankan untuk memilih seperti apa peserta didik itu yang akan mengikuti proses pembelajaran. Pada dasarnya seorang guruLembaga pendidikan tidak diperkenankan untuk memilih seperti apa peserta didik itu yang akan mengikuti proses pembelajaran. Pada dasarnya seorang guru
PENERBITPENERBIT Pendidikan di era globalisasi menuntut adanya integrasi antara pendidikan nasional dengan pendidikan dunia secara menyeluruh. Siswa harus dilengkapi denganPendidikan di era globalisasi menuntut adanya integrasi antara pendidikan nasional dengan pendidikan dunia secara menyeluruh. Siswa harus dilengkapi dengan