UNIKOMUNIKOM

Inaque : Journal of Industrial and Quality EngineeringInaque : Journal of Industrial and Quality Engineering

Perusahaan semakin meningkatkan kapasitas produksinya agar dapat memenuhi permintaan pasar. Kinerja mesin terus-menerus bekerja tanpa mempertimbangkan efek dari performa mesin tersebut. Perusahaan hanya ingin memenuhi kebutuhan konsumen dengan melupakan tindakan yang harus dilakukan pada mesin yang digunakan. Mesin yang sudah tua mengalami penurunan performa sehingga menghambat proses produksi. Solusi untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan penurunan kinerja mesin di setiap proses produksi dan mengidentifikasi akar penyebab masalah, peneliti menggunakan metode Overall Equipment Effectiveness untuk menghitung nilai mesin-mesin yang paling kritis. Hasil pengolahan data metode OEE menunjukkan bahwa mesin-mesin yang digunakan tidak efisien karena masih banyak mesin yang memiliki nilai di bawah standar umum OEE yaitu 85%. Hal ini disebabkan oleh penurunan performa. Untuk mengetahui akar penyebab masalah, dilakukan analisis fault tree guna mengidentifikasi akar penyebab dari penurunan performa, yang ditemukan terdiri atas dua faktor utama: jumlah unit yang diproduksi dan jumlah unit yang seharusnya dapat diproduksi. Faktor jumlah unit yang diproduksi dipengaruhi oleh waktu operasi yang lama dan umur mesin yang sudah tua, sedangkan umur mesin yang tua disebabkan oleh perawatan yang kurang baik sehingga menimbulkan kerusakan pada komponen mesin. Penurunan kinerja mesin terjadi karena peningkatan kapasitas produksi yang terus-menerus. Solusi untuk mengidentifikasi penurunan kinerja mesin dilakukan melalui analisis menggunakan metode OEE. Hasil metode OEE menunjukkan performa yang rendah disebabkan oleh umur mesin yang sudah tua, perawatan yang kurang baik, serta ketersediaan suku cadang yang terbatas karena harga yang mahal.

Perawatan yang dilakukan oleh divisi maintenance di PT.X sudah sesuai prosedur standar perusahaan, namun terbatasnya jumlah operator maintenance dan banyaknya mesin menyebabkan penurunan performa mesin.Nilai availability dan quality mesin berada di atas standar umum, sedangkan nilai performance masih di bawah standar 95% karena dipengaruhi oleh jumlah unit yang diproduksi dan kapasitas produksi maksimal yang seharusnya dapat dicapai.Akar penyebab penurunan performance terletak pada umur mesin yang tua, waktu operasi yang lama, perawatan yang kurang baik, serta ketersediaan spare part yang terbatas akibat harga yang mahal.

Pertama, perlu penelitian lanjutan yang mengkaji pengaruh umur mesin terhadap efisiensi operasional secara lebih mendalam dengan membandingkan mesin tua dan mesin baru dalam satu lini produksi yang sama, untuk menentukan batas usia ekonomis optimal sebelum penggantian mesin diperlukan. Kedua, penting untuk mengevaluasi sistem manajemen suku cadang melalui studi tentang strategi optimal penyediaan dan inventarisasi spare part mahal, termasuk kemungkinan kerja sama dengan pemasok atau penggunaan teknologi cetak 3D untuk produksi lokal komponen tertentu guna mengurangi ketergantungan dan biaya. Ketiga, perlu dikembangkan penelitian mengenai penerapan sistem monitoring kinerja mesin secara real-time berbasis IoT untuk mendeteksi dini kerusakan dan memprediksi kebutuhan perawatan, sehingga perawatan yang saat ini bersifat preventif dapat ditingkatkan menjadi prediktif, memperbaiki alokasi sumber daya maintenance dan mengurangi downtime yang tidak terjadwal.

Read online
File size1.53 MB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test