SARI MUTIARASARI MUTIARA

Jurnal Abdimas MutiaraJurnal Abdimas Mutiara

Pengetahuan tentang pertolongan pertama pada korban tenggelam bagi masyarakat pesisir sangat diperlukan untuk meningkatkan keberhasilan bantuan, terutama para nelayan yang memiliki resiko dari pekerjaan di wilayah perairan, akan tetapi kondisi saat ini sangat sedikit edukasi yang diberikan kepada masyarakat sebagai penolong pertama di tempat kejadian. Oleh karena itu, Keris Agroners melakukan edukasi pelatihan pertolongan korban tenggelam pada nelayan untuk meningkatkan kesadaran dan keberhasilan nelayan saat memberikan pertolongan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui hubungan peningkatan pengetahuan nelayan dalam menolong korban tenggelam dengan metode simulasi. Hasil yang didapatkan terdapat nilai p value < 0.005, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan nelayan dari sebelum dan setelah dilakukan pelatihan dengan metode simulasi. Metode simulasi yang efektif, dapat mengajarkan seseorang secara mudah dalam memahami pengetahuan baru. Hasil ini menunjukkan bahwa metode simulasi sangat efektif digunakan untuk melatih orang awam dalam melakukan pertolongan pertama korban tenggelam.

Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BLS) sangat bermanfaat dalam meningkatkan kesiapsiagaan, keterampilan pertolongan pertama, dan respons cepat terhadap kecelakaan di kalangan masyarakat pesisir pantai.Dengan memahami langkah-langkah utama BLS, masyarakat dapat memberikan intervensi awal yang tepat sebelum bantuan medis tiba.Secara keseluruhan, pelatihan BLS mampu membangun komunitas pesisir yang lebih tanggap darurat, menekan angka kematian akibat kecelakaan, dan menciptakan lingkungan yang lebih aman.

Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi efektivitas pelatihan BLS dalam jangka panjang, dengan mengukur retensi pengetahuan dan keterampilan peserta setelah beberapa waktu. Selain itu, studi komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan efektivitas berbagai metode pelatihan BLS, seperti simulasi, demonstrasi, dan pelatihan berbasis kasus, untuk mengidentifikasi pendekatan yang paling optimal bagi masyarakat pesisir. Terakhir, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan modul pelatihan BLS yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik masyarakat pesisir, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti tingkat literasi, aksesibilitas sumber daya, dan karakteristik budaya lokal, sehingga pelatihan dapat lebih relevan dan mudah dipahami oleh peserta.

Read online
File size426.18 KB
Pages4
DMCAReport

Related /

ads-block-test