YPIDATHUYPIDATHU

Journal of Loomingulisus ja InnovatsioonJournal of Loomingulisus ja Innovatsioon

This study aims to evaluate the effectiveness of the Contextual Teaching and Learning (CTL) model in enhancing students critical thinking skills in the subject of Fiqh, specifically focusing on the topics of zakat, infaq, and sadaqah, among tenth-grade students at MA Darus Sholihin Probolinggo. The research is grounded in the importance of critical thinking skills for students to understand and apply Islamic teachings contextually in their daily lives. Conducted as Classroom Action Research (CAR), this study involved nine tenth-grade students, with data collection through observation, documentation, and tests validated using triangulation techniques. Findings reveal that the gradual implementation of CTL in Cycle I and Cycle II significantly improved student engagement and critical thinking in Fiqh. By Cycle II, over 88% of students achieved mastery, indicating that CTL is effective in helping students connect their learning with real-life contexts. This research is anticipated to contribute to the development of more relevant Islamic education systems that foster critical thinking skills among students in Islamic boarding schools.

The application of the Contextual Teaching and Learning (CTL) learning model in Fiqh subjects at MA Darus Sholihin Probolinggo successfully improved students critical thinking skills.This learning model fostered increased student activity and reflectivity in the learning process.By connecting learning materials to everyday life, CTL enabled students to not only understand theoretical concepts but also apply Islamic principles in real-world situations.

Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan untuk memperdalam pemahaman mengenai efektivitas model pembelajaran CTL dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan dengan melibatkan jumlah peserta didik yang lebih besar dan dari berbagai latar belakang sosial ekonomi untuk menguji generalisasi temuan penelitian ini. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan instrumen penilaian berpikir kritis yang lebih komprehensif dan valid, yang dapat mengukur berbagai aspek berpikir kritis secara lebih akurat. Ketiga, penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi penerapan model CTL dalam mata pelajaran Fiqh lainnya, seperti ibadah atau muamalah, untuk melihat apakah model ini juga efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dalam konteks yang berbeda. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan model pembelajaran yang lebih efektif dan relevan dalam pendidikan Islam, serta menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan berpikir kritis yang tinggi dan mampu mengaplikasikan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Open Journal Systems. open journal systems wayback machine https web archive ejournal arraayah ac skip... doi.org/10.37274/rais.v8i3.1005Open Journal Systems open journal systems wayback machine https web archive ejournal arraayah ac skip doi 10 37274 rais v8i3 1005
  2. Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) Dalam Meningkatkan Kualitas Pemahaman Materi... doi.org/10.55927/fjss.v1i2.555Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning CTL Dalam Meningkatkan Kualitas Pemahaman Materi doi 10 55927 fjss v1i2 555
  3. Analisis Model Pembelajaran Problem Based Learning Pada Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Pada Mata Pelajaran... ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/154Analisis Model Pembelajaran Problem Based Learning Pada Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Pada Mata Pelajaran ejournal yayasanpendidikandzurriyatulquran index php ihsan article view 154
Read online
File size439.9 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test