PRINPRIN
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan PendidikanCENDEKIA: Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan PendidikanTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi kematangan karier siswa kelas X, upaya guru bimbingan dan konseling dalam meningkatkan kematangan karier siswa kelas X, dan pengembangan kematangan karier siswa kelas X di MAN 1 Padang Lawas Utara. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data diperoleh dari guru BK, koordinator BK/Wakasek Kesiswaan, dan 4 siswa kelas X. Hasil penelitian menyatakan bahwa kondisi kematangan karier siswa kelas X berbeda-beda, dengan adanya bukti 15 siswa (7 laki-laki dan 8 perempuan) yang mengalami masalah pada kematangan karier, tidak mendapatkan dukungan dari orang tua, tidak mengetahui kemampuan yang dimilikinya, tidak peduli dengan karier, dan kurang memahami informasi karier. Upaya guru bimbingan dan konseling dalam meningkatkan kematangan karier siswa kelas X dengan menerapkan layanan bimbingan kelompok dan layanan konseling individu. Mengembangkan kematangan karier siswa kelas X dengan bimbingan kelompok, memberikan dukungan kepada siswa, melengkapi fasilitas, dan memberikan pelatihan sesuai kebutuhan potensi yang dimilki siswa.
Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa kondisi kematangan karier siswa kelas X Madrasah Aliyah Negeri 1 Padang Lawas Utara terdapat 15 siswa (7 laki-laki dan 8 perempuan) yang mengalami masalah pada kematangan karier, tidak mendapatkan dukungan dari orang tua, tidak mengetahui kemampuan yang dimilikinya/tidak peduli dengan karier.Siswa/i tersebut berada di kelas yang berbeda, ada di jurusan IPA dan IPS.Upaya guru bimbingan dan konseling dalam meningkatkan kematangan karier siswa Madrasah Aliyah Negeri 1 Padang Lawas Utara adalah dengan memberikan bimbingan kelompok, konseling individu, dan memberikan layanan-layanan yang dibutuhkan sesuai dengan permasalahan yang dihadapi siswa.Mengembangkan kematangan karier siswa Madrasah Aliyah Negeri 1 Padang Lawas Utara adalah dengan dilakukan melalui layanan bimbingan kelompok, memberikan dukungan kepada siswa, melengkapi failitas, memberikan pelatihan yang sesuai kebutuhan potensi yang dimilki siswa, dan mengikut sertakan mereka dalam ajang perlombaan agar mengasah kemampuan yang dimilki.
Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif antara sekolah dengan jumlah guru BK yang memadai dan sekolah dengan kekurangan guru BK, untuk melihat dampak jumlah guru BK terhadap kematangan karier siswa. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi peran dukungan orang tua dalam meningkatkan kematangan karier siswa, serta bagaimana cara melibatkan orang tua dalam proses bimbingan dan konseling. Terakhir, penelitian dapat dilakukan untuk mengembangkan model layanan bimbingan dan konseling yang lebih efektif dan inovatif, khususnya dalam meningkatkan kematangan karier siswa.
| File size | 1.29 MB |
| Pages | 15 |
| DMCA | Report |
Related /
AFEKSIAFEKSI Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif deskriptif dengan subjek sebanyak 94 remaja yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. HasilPenelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif deskriptif dengan subjek sebanyak 94 remaja yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Hasil
AFEKSIAFEKSI Fokus inovasi tersebut melandasi penelitian ini untuk memetakan tren metodologi, distribusi implementasi GBL melalui tinjauan kepustakaan sistematis (SLR).Fokus inovasi tersebut melandasi penelitian ini untuk memetakan tren metodologi, distribusi implementasi GBL melalui tinjauan kepustakaan sistematis (SLR).
AFEKSIAFEKSI Indikator penilaian yang umum digunakan mencakup analisis argumen, evaluasi kredibilitas sumber, dan inferensi logis. Ditemukan pula adanya kelangkaanIndikator penilaian yang umum digunakan mencakup analisis argumen, evaluasi kredibilitas sumber, dan inferensi logis. Ditemukan pula adanya kelangkaan
AFEKSIAFEKSI Subjek penelitian terdiri dari 54 siswa kelas IV SDN Srengat 1 yang terbagi ke dalam dua kelompok, yaitu kelas eksperimen yang memperoleh pembelajaranSubjek penelitian terdiri dari 54 siswa kelas IV SDN Srengat 1 yang terbagi ke dalam dua kelompok, yaitu kelas eksperimen yang memperoleh pembelajaran
AFEKSIAFEKSI Permasalahan ini ditandai oleh banyaknya siswa yang memperoleh nilai di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), disebabkan oleh kesulitan dalam memahamiPermasalahan ini ditandai oleh banyaknya siswa yang memperoleh nilai di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), disebabkan oleh kesulitan dalam memahami
PRINPRIN Penelitian menunjukkan bahwa Madrasah Aliyah Laboraturium UINSU telah berupaya secara signifikan menerapkan Kurikulum Merdeka, meskipun kurikulum tersebutPenelitian menunjukkan bahwa Madrasah Aliyah Laboraturium UINSU telah berupaya secara signifikan menerapkan Kurikulum Merdeka, meskipun kurikulum tersebut
UNISSULAUNISSULA Lalu pada siklus terakhir kreativitas matematika peserta didik adalah 11,78 yang mana adalah kategori cukup/sedang. Berdasarkan hasil serta pembahasanLalu pada siklus terakhir kreativitas matematika peserta didik adalah 11,78 yang mana adalah kategori cukup/sedang. Berdasarkan hasil serta pembahasan
MAHADEWAMAHADEWA Bioaktivitas SC sebagai anti kanker lebih menonjol dan bersifat sitotoksik terhadap kanker payudara, kanker nasofaring, kanker hati dan kanker korektal,Bioaktivitas SC sebagai anti kanker lebih menonjol dan bersifat sitotoksik terhadap kanker payudara, kanker nasofaring, kanker hati dan kanker korektal,
Useful /
PRINPRIN Temuan yang ditemukan berdasarkan pengamatan dari film ini signifikan. Instrumen karakter terdiri dari Minor sebesar 30% pada posisi tertinggi, kemudianTemuan yang ditemukan berdasarkan pengamatan dari film ini signifikan. Instrumen karakter terdiri dari Minor sebesar 30% pada posisi tertinggi, kemudian
STITUSASTITUSA Pengarahan oleh pengasuh dan pembina wirausaha juga kurang rutin. Faktor pendukung wirausaha santri meliputi sumber daya manusia, motivasi, dan fasilitas,Pengarahan oleh pengasuh dan pembina wirausaha juga kurang rutin. Faktor pendukung wirausaha santri meliputi sumber daya manusia, motivasi, dan fasilitas,
DHARMAWANGSADHARMAWANGSA Tindak pidana cyberbullying dengan motif balas dendam di media sosial diatur dalam hukum positif Indonesia, khususnya merujuk pada Pasal 27 ayat (1) Undang-UndangTindak pidana cyberbullying dengan motif balas dendam di media sosial diatur dalam hukum positif Indonesia, khususnya merujuk pada Pasal 27 ayat (1) Undang-Undang
DHARMAWANGSADHARMAWANGSA Pertimbangan hakim dalam menjatuhkan hukuman pada pelaku substantif dan memiliki rasa keadilan bagi korban, memberikan pembalasan atas tindakan yang diperbuat,Pertimbangan hakim dalam menjatuhkan hukuman pada pelaku substantif dan memiliki rasa keadilan bagi korban, memberikan pembalasan atas tindakan yang diperbuat,