ISI DPSISI DPS

PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan SeniPENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni

Teknologi digital merupakan suatu alat yang tidak menggunakan tenaga manusia secara manual dalam pengelolaannya, tetapi lebih pada sistem pengoperasian otomatis. Sistem pengoperasian yang dilakukan komputerisasi atau format yang dapat dibaca oleh komputer. Teknologi digital pada dasarnya hanyalah sistem penghitung sangat cepat yang memproses semua bentuk-bentuk informasi sebagai nilai-nilai numerik (kode digital). Melalui artikel yang berjudul “ mengenai virtual itu sendiri yang dalam hal ini virtual atau teknologi digital ini menjadi trending dalam masa pandemi covid-19 ini, dikarenakan pada masa pandemi ini segala kegiatanpun dibatasi mulai dari pembelajaran, lomba, dan semua jenis kegiatan yang dilaksanakan diluar rumah. Pertunjukan didunia seni sekarang ini telah dihadapkan dengan sebuah tantangan yang sangat sulit bagi para seniman khususnya seniman tari. Tidak banyak orang memiliki kemampuan secara modern untuk mengolah sebuah pertunjukan ke dalam media lain. Dalam masa pandemi sekarang ini jalan keluar terbaik untuk tetap berlangsungnya sebuah pertujukan adalah dengan menampilkan pertunjukan berbasis virtual. Pertunjukan yang awalnya dikonsep untuk ditampilkan dipanggung kemudian dipindahkan kemedia rekam berupa pertunjukan virtual. Dengan begitu kegiatan kesenian yang telah dibatasi tetapi tidak menurunkan minat dalam bidang kesenian, seperti banyaknya kegiatan lomba kesenian yang dirancang secara virtual.

Virtual merupakan sebuah reality atau real tetapi didalam dunia maya.Artinya real atau asli tetapi tetap dalam konteks dunia maya dan dilakukan dalam ruang-ruang digital dan komputerisasi.Adapun kegiatan yang dapat di virtualkan sebagai berikut.seminar, pameran, workshop, pertunjukan, dokumentasi wedding, lomba kesenian, dan masih banyak lagi.Kelebihan dari virtual ini yaitu tidak terbatasnya ruang maupun waktunya.Maksudnya adalah ranah dalam kegiatan berkesenian tersebut tidak dibatasi ruang dan waktu yang dimana kegiatan itu bisa disajikan secara lebih praktis bahkan pengemasannyapun bisa beranekaragam.Adapun kekurangan dalam kegiatan virtual dalam dunia kesenian ini, yang mana kita tidak bisa menyentuh rasa secara langsung jadi kesenian itu perlu juga adanya sentuhan secara langsung atau rasa yang ditangkap secara langsung oleh penonton.Selain itu dalam hal ini kita juga tidak bisa mendapat respon penonton secara nyata.Dengan kegiatan berkesenian berjalan dengan baik hanya saja ada dampak yang tertera dalam virtual ini dimana kedepannya akan banyak ada kesenian yang dikemas secara virtual.Mengingat juga virtual ini bisa dikatakan menghemat biaya dari pembuatan karya itu sendiri dibanding pentas secara langsung, namun jika saja pandemi sudah membaik apakah virtual ini tetap akan dijalankan dikarenakan kegiatan berkesenian ini perlu juga dari yang menonton.Dilihat dari segi meningkatkan kreatifitas sudah jelas dikarenakan dalam konteks ciptaan karya-karya berbasis digital seperti membuat karya dengan berbagai konsep yang nantinya saat perekaman dikonsepkan lebih detail dari segi zoom face atau editing-editing yang membuat karya lebih sempurna, apalagi dari pengambilan gambar dilakukan sedemikian rupa sesuai konsep yang diinginkan.

Dalam era digitalisasi, penting untuk terus mengembangkan dan meningkatkan pemahaman tentang teknologi digital dan virtualisasi. Penelitian lanjutan dapat fokus pada dampak jangka panjang dari penggunaan teknologi virtual dalam dunia kesenian, terutama dalam hal kreativitas dan apresiasi seni. Selain itu, studi komparatif antara pertunjukan seni secara langsung dan virtual dapat dilakukan untuk mengeksplorasi perbedaan dan kesamaan dalam hal pengalaman penonton dan seniman. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi pada pemahaman yang lebih dalam tentang peran teknologi dalam dunia kesenian dan bagaimana teknologi dapat digunakan untuk meningkatkan pengalaman seni secara keseluruhan.

Read online
File size336.74 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test