UINFASBENGKULUUINFASBENGKULU

Manthiq : Jurnal Filsafat Agama dan Pemikiran IslamManthiq : Jurnal Filsafat Agama dan Pemikiran Islam

Latar belakang masalah penelitian ini adalah faham radikal dituduhkan sebagai dasar untuk melakukan teror peledakan bom. Indonesia menjadikan faham ini sebagai hal yang ditakutkan semakin meluas. Kabupaten Kepahiang ikut serta mencegah faham ini agar tidak berkembang. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Bagaimana ? Penelitian ini meneliti potensi radikalisme di Kepahiang dan langkah‑langkah pencegahannya oleh Bakor Pakem. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan sifat deskriptif analitik. Penelitian menemukan bahwa di Kabupaten Kepahiang terdapat potensi radikalisme keagamaan. Beberapa warga masyarakat Kepahiang adalah anggota organisasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Front Pembela Islam (FPI) dan mantan pengikut Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar). Langkah pencegahan yang dilakukan Bakor Pakem adalah: pertama, menghimpun informasi yang dilakukan anggota Bakor Pakem mulai dari kerja intelijen oleh aparat kepolisian (Polres) dan Tentara Nasional Indonesia (Kodim dan Koramil); kedua, laporan bulanan yang disampaikan oleh Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik pemerintah Kabupaten Kepahiang; ketiga rapat pembahasan yang diadakan Kejaksaan Negeri sebagai ketua Bakor Pakem dengan anggota Bakor Pakem; keempat pencegahan yang dilakukan masing‑masing instansi dan organisasi Bakor Pakem sesuai tugas pokok dan fungsi masing‑masing.

Penelitian menunjukkan bahwa potensi radikalisme di Kabupaten Kepahiang bersifat keagamaan dan melibatkan aktivis organisasi seperti Gafatar.Upaya Bakor Pakem dalam mencegah radikalisme meliputi pengumpulan informasi, rapat koordinasi, serta peran kolektif masing‑masing instansi.Implementasi langkah‑langkah tersebut belum mencakup tindakan represif atau hukum, sehingga efektivitasnya perlu dievaluasi lebih lanjut.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji sejauh mana efektivitas pengumpulan informasi oleh Bakor Pakem dalam menurunkan tingkat radikalisme di masyarakat Kepahiang, dengan mengukur perubahan indikator keamanan sebelum dan sesudah intervensi. Selanjutnya, diperlukan studi komparatif antara pendekatan deradikalisasi (soft approach) dan penindakan keras (hard approach) yang diaplikasikan oleh berbagai lembaga, untuk mengetahui strategi mana yang lebih berhasil dalam mengurangi keterlibatan kelompok radikal. Terakhir, sebuah penelitian longitudinal dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor‑faktor sosio‑ekonomi yang mempengaruhi kerentanan pemuda Kepahiang terhadap ideologi radikal, sehingga kebijakan pencegahan dapat disesuaikan dengan kebutuhan spesifik demografis setempat.

Read online
File size358.31 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test