UNISSULAUNISSULA
Jurnal Pendidikan Sultan AgungJurnal Pendidikan Sultan AgungArtikel ini membahas metode dan teknik untuk menentukan akar-akar persamaan polinomial menggunakan bilangan kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan mahasiswa dalam memecahkan masalah polinomial. Analisis deskriptif dilakukan untuk mengetahui kemampuan mahasiswa berdasarkan hasil kerja mereka. Hasil penelitian menunjukkan beberapa mahasiswa mengalami kesulitan dalam menjawab soal polinomial karena penerapan strategi pemecahan yang kurang tepat dan lemah dalam pemeriksaan hasil akhir. Sebagaimana yang dilakukan oleh subjek (S-6) menunjukkan bahwa dalam penentuan akar-akar polinomial menggunakan bilangan kompleks menawarkan pendekatan yang lebih umum dan kuat dibandingkan hanya menggunakan bilangan real. Namun disisi lain subjek (S-6) dalam menyelesaikan masalah polynomial masih mengalami kesulitan dengan beberapa kesalahan. Meskipun pada awalnya subjek (S-6) berusaha menggunakan metode subtitusi dan faktorisasi. Meskipun demikian, perlu dipahami bahwa dalam kasus tertentu, metode faktorisasi mungkin tidak dapat diterapkan secara langsung atau membutuhkan analisis lanjutan. Saran dari penelitian ini diharapkan mahasiswa dapat menerapkan langkah-langkah pemecahan masalah dengan disiplin sehingga dapat mengurangi tingkat kesalahan dalam menyelesaikan persamaan polinomial dengan melibatkan bilangan kompleks.
Berdasarkan hasil analisis subjek penelitian dapat disimpulkan bahwa dalam mencari akar polinomial dapat menggunakan berbagai metode seperti teorema dasar aljabar, bilangan kompleks, ataupun newton rephson.Sebagaimana yang dilakukan oleh subjek (S-6) menunjukkan bahwa dalam penentuan akar-akar polinomial menggunakan bilangan kompleks menawarkan pendekatan yang lebih umum dan kuat dibandingkan hanya menggunakan bilangan real.Metode bilangan kompleks berupa faktorisasi memungkinkan kita untuk mencari semua akar, baik real maupun kompleks, dan dapat diterapkan pada polinomial berderajat berapa pun.Namun disis lain subjek (S-6) dalam menyelesaikan masalah polynomial masih mengalami kesulitan dengan beberapa kesalahan.
Berdasarkan kesimpulan di atas, diharapkan untuk penelitian lebih lanjut, agar dilakukan eksplorasi lebih mendalam terhadap metode-metode lain dalam menentukan akar-akar polinomial menggunakan bilangan kompleks, seperti metode Laguerre atau metode Bairstow. Selain itu, penelitian selanjutnya juga dapat mengkaji penerapan bilangan kompleks dalam memecahkan persamaan polinomial yang memiliki derajat yang lebih tinggi atau melibatkan koefisien yang lebih kompleks. Pengembangan implementasi dalam bentuk program komputer atau aplikasi digital juga dapat menjadi topik yang menarik untuk dieksplorasi, sehingga proses pencarian akar-akar kompleks dapat dilakukan dengan lebih efisien dan akurat. Penelitian selanjutnya dapat mengkaji lebih dalam mengenai strategi pemecahan masalah yang efektif untuk mahasiswa dengan tingkat kesulitan yang berbeda-beda dalam memahami konsep bilangan kompleks. Dengan demikian, dapat dirumuskan pendekatan pembelajaran yang lebih personal dan adaptif, sehingga setiap mahasiswa dapat mencapai pemahaman yang optimal. Selain itu, perlu dilakukan penelitian untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kecemasan matematika pada mahasiswa, dan mengembangkan intervensi yang efektif untuk mengurangi kecemasan tersebut, sehingga mahasiswa dapat lebih percaya diri dalam menyelesaikan masalah polinomial.
- Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif. kreano jurnal matematika kreatif inovatif journal starting... journal.unnes.ac.id/journals/kreanoKreano Jurnal Matematika Kreatif Inovatif kreano jurnal matematika kreatif inovatif journal starting journal unnes ac journals kreano
- "The Process of Solving Complex Problems" by Andreas Fischer, Samuel Greiff et al.. process... docs.lib.purdue.edu/jps/vol4/iss1/3The Process of Solving Complex Problems by Andreas Fischer Samuel Greiff et al process docs lib purdue edu jps vol4 iss1 3
- ANALYSIS OF STUDENTS’ INCORRECT ANSWERS IN A MATHEMATICAL TEST: AN INSIGHT ON STUDENTS’ LEARNING... doi.org/10.18269/jpmipa.v23i1.9517ANALYSIS OF STUDENTSAo INCORRECT ANSWERS IN A MATHEMATICAL TEST AN INSIGHT ON STUDENTSAo LEARNING doi 10 18269 jpmipa v23i1 9517
| File size | 1.15 MB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
UNISSULAUNISSULA Guru juga dituntut memiliki jiwa kepemimpinan untuk berinovasi, berkolaborasi, dan mengambil keputusan berdasarkan analisis kritis. Pelatihan berkelanjutanGuru juga dituntut memiliki jiwa kepemimpinan untuk berinovasi, berkolaborasi, dan mengambil keputusan berdasarkan analisis kritis. Pelatihan berkelanjutan
UNISSULAUNISSULA Pengamatan dilakukan dalam tiga tahap yaitu tahap pra tindakan, siklus 1, dan siklus 2. Analisis data dilakukan dengan deskripsi kualitatif yang menghasilkanPengamatan dilakukan dalam tiga tahap yaitu tahap pra tindakan, siklus 1, dan siklus 2. Analisis data dilakukan dengan deskripsi kualitatif yang menghasilkan
UNISSULAUNISSULA Al-Quran mengandung dua prinsip dasar manajemen sekolah Islam. pemahaman yang mendalam tentang teknik untuk menafsirkan Hadis dan Al-Quran memungkinkanAl-Quran mengandung dua prinsip dasar manajemen sekolah Islam. pemahaman yang mendalam tentang teknik untuk menafsirkan Hadis dan Al-Quran memungkinkan
UNISSULAUNISSULA Penelitian ini menunjukkan bahwa konsep konjugasi dapat diterapkan untuk menyelesaikan permasalahan matematika praktis yang kompleks. Pemahaman yang mendalamPenelitian ini menunjukkan bahwa konsep konjugasi dapat diterapkan untuk menyelesaikan permasalahan matematika praktis yang kompleks. Pemahaman yang mendalam
UNISSULAUNISSULA Masalah barisan sebenarnya sudah sejak zaman Yunani kuno muncul sebagai salah satu masalah yang menarik perhatian. Konsep barisan yang kita kenal dalamMasalah barisan sebenarnya sudah sejak zaman Yunani kuno muncul sebagai salah satu masalah yang menarik perhatian. Konsep barisan yang kita kenal dalam
UNISSULAUNISSULA Metode yang dilakukan dengan mengumpulkan berbagai sumber yang relevan sehingga memperoleh inti dari penelitian sebelumnya kemudian dianalisis. SubjekMetode yang dilakukan dengan mengumpulkan berbagai sumber yang relevan sehingga memperoleh inti dari penelitian sebelumnya kemudian dianalisis. Subjek
UNISSULAUNISSULA Penelitian kualitatif deskriptif ini menggunakan Teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Aspek persepsi yang diukur adalahPenelitian kualitatif deskriptif ini menggunakan Teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Aspek persepsi yang diukur adalah
UNISSULAUNISSULA 19 Tahun 2016. Penerapan ketentuan hukum pidana dilakukan melalui interpretasi ekstensif terhadap peraturan yang secara eksplisit mengatur kejahatan yang19 Tahun 2016. Penerapan ketentuan hukum pidana dilakukan melalui interpretasi ekstensif terhadap peraturan yang secara eksplisit mengatur kejahatan yang
Useful /
STAIM PROBOLINGGOSTAIM PROBOLINGGO Peningkatan ini dicapai melalui dua siklus tindakan, di mana pada siklus I metode individu diubah menjadi pembelajaran kelompok untuk meningkatkan keefektifan.Peningkatan ini dicapai melalui dua siklus tindakan, di mana pada siklus I metode individu diubah menjadi pembelajaran kelompok untuk meningkatkan keefektifan.
UNISSULAUNISSULA Politik hukum anak di luar pernikahan juga berdasarkan Konvensi Hak Anak yang juga diratifikasi oleh negara Indonesia. Perlindungan hukum anak di luarPolitik hukum anak di luar pernikahan juga berdasarkan Konvensi Hak Anak yang juga diratifikasi oleh negara Indonesia. Perlindungan hukum anak di luar
UNISSULAUNISSULA Pengembangan sistem hukum Indonesia yang lahir dari negara harus sejalan dengan substansi nilai-nilai Islam universal dan nilai-nilai hukum Islam untukPengembangan sistem hukum Indonesia yang lahir dari negara harus sejalan dengan substansi nilai-nilai Islam universal dan nilai-nilai hukum Islam untuk
UNISSULAUNISSULA Sistem peradilan pidana adalah jaringan pengadilan yang menggunakan hukum pidana sebagai alat utamanya, yang mencakup hukum pidana materiil, hukum pidanaSistem peradilan pidana adalah jaringan pengadilan yang menggunakan hukum pidana sebagai alat utamanya, yang mencakup hukum pidana materiil, hukum pidana