STPNSTPN

BHUMI: Jurnal Agraria dan PertanahanBHUMI: Jurnal Agraria dan Pertanahan

Penelitian ini membahas faktor‑faktor yang menyebabkan rendahnya partisipasi masyarakat dalam pendaftaran tanah di Desa Sukoanyar serta dampak‑dampaknya, sekaligus upaya pemerintah desa untuk meningkatkan pendaftaran tanah. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum sosiologis dengan mengkaji situasi komunitas secara empiris untuk mengumpulkan fakta dan data yang diperlukan. Temuan menunjukkan bahwa fenomena rendahnya pendaftaran tanah di Desa Sukoanyar berakar pada budaya hukum pra‑konvensional yang tercermin dalam kebiasaan lokal, yaitu keyakinan bahwa penguasaan fisik atas tanah sudah cukup, kepentingan egois, serta kurangnya minat terhadap inisiatif pendaftaran tanah pemerintah, yang berdampak pada ketidakpastian hak kepemilikan, kerentanan terhadap sengketa, dan pemanfaatan hak kepemilikan yang terbatas.

Low participation disebabkan biaya tinggi, persepsi sertifikat hanya nilai ekonomi, keyakinan kontrol fisik, dan kurangnya antusiasme, yang menempatkan budaya hukum desa pada tingkat pra‑konvensional dengan konsekuensi ketidakpastian kepemilikan, potensi sengketa, dan pemanfaatan hak terbatas.Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah desa telah melakukan kegiatan penyuluhan dan sosialisasi serta mengajukan kuota pendaftaran tanah melalui program PTSL.Upaya ini diharapkan dapat mengurangi hambatan ekonomi, meningkatkan kesadaran hukum, dan beralih menuju budaya hukum konvensional.

Apakah partisipasi jangka panjang dalam program PTSL dapat memicu pergeseran budaya hukum masyarakat Sukoanyar dari pra‑konvensional ke konvensional? Bagaimana peran literasi digital dan teknologi informasi dalam meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang pendaftaran tanah di kalangan pekerja tani? Apakah analisis komparatif antara desa‑desa dengan profil sosial‑ekonomi berbeda dapat mengidentifikasi praktik terbaik dalam meningkatkan partisipasi pendaftaran tanah? Penelitian-penelitian tersebut diharapkan dapat memberikan wawasan tentang mekanisme perubahan budaya hukum, efektivitas intervensi teknologi, serta faktor‑faktor kontekstual yang mendukung keberhasilan program pendaftaran tanah di daerah pedesaan.

  1. Analysis of The Effect of Insufficient Community Engagement in Land Registration Through The Lens of... doi.org/10.31292/bhumi.v10i1.748Analysis of The Effect of Insufficient Community Engagement in Land Registration Through The Lens of doi 10 31292 bhumi v10i1 748
  2. Potensi Permasalahan Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL) | BHUMI: Jurnal Agraria dan Pertanahan.... jurnalbhumi.stpn.ac.id/index.php/JB/article/view/217Potensi Permasalahan Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap PTSL BHUMI Jurnal Agraria dan Pertanahan jurnalbhumi stpn ac index php JB article view 217
  3. MEMBANGUN BUDAYA HUKUM PANCASILA SEBAGAI BAGIAN DARI SISTEM HUKUM NASIONAL INDONESIA DI ABAD 21 | Veritas... journal.unpar.ac.id/index.php/veritas/article/view/1688MEMBANGUN BUDAYA HUKUM PANCASILA SEBAGAI BAGIAN DARI SISTEM HUKUM NASIONAL INDONESIA DI ABAD 21 Veritas journal unpar ac index php veritas article view 1688
Read online
File size394.06 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test