JOURNAL GABSJOURNAL GABS

Global Advances in Business StudiesGlobal Advances in Business Studies

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh kesejahteraan karyawan terhadap retensi karyawan. Metode survei kuantitatif diterapkan untuk mengumpulkan data dari 154 karyawan dari populasi 250 di sebuah perusahaan pengolahan produk pertanian. Kuesioner skala Likert lima poin, yang telah divalidasi dan diuji keandalannya, menjadi instrumen utama pengumpulan data. Data dianalisis dengan statistik deskriptif dan regresi linear pada tingkat signifikansi 0,05 menggunakan SPSS versi 24.0. Hasil menunjukkan adanya hubungan yang signifikan dan positif antara kesejahteraan karyawan dan retensi. Karyawan yang merasakan tingkat kesejahteraan lebih tinggi cenderung lebih mungkin tetap bekerja di perusahaan. Selain itu, masa kerja yang lebih lama terkait dengan tingkat kesejahteraan dan retensi yang lebih stabil. Temuan ini menekankan pentingnya memprioritaskan kesejahteraan karyawan sebagai pendekatan strategis untuk meningkatkan loyalitas dan mengurangi turnover. Intervensi manajerial yang terarah, terutama pada periode masa kerja kritis, penting untuk membangun lingkungan kerja yang berkelanjutan dan sehat.

Penelitian ini menunjukkan bahwa kesejahteraan karyawan berpengaruh positif dan signifikan terhadap retensi karyawan, dengan koefisien regresi sebesar 0,513 yang menandakan peningkatan kesejahteraan meningkatkan tingkat retensi.Analisis visualisasi data mengindikasikan bahwa karyawan dengan masa kerja lebih lama memiliki tingkat kesejahteraan dan retensi yang lebih tinggi serta lebih stabil, sedangkan karyawan pada masa kerja menengah menunjukkan variabilitas yang lebih besar.Oleh karena itu, perusahaan perlu mengimplementasikan intervensi manajerial yang tepat pada fase kritis masa kerja untuk memperkuat kesejahteraan dan mencegah potensi turnover.

Penelitian lanjutan dapat menyelidiki bagaimana dimensi fisik, mental, dan sosial dari kesejahteraan karyawan berinteraksi secara berbeda di berbagai sektor industri Indonesia, sehingga menjawab pertanyaan: bagaimana perbedaan pengaruh masing‑masing dimensi kesejahteraan terhadap retensi di sektor manufaktur, layanan, dan pertanian? Selanjutnya, studi longitudinal dengan desain panel selama beberapa tahun dapat menguji dinamika hubungan antara kesejahteraan dan retensi seiring berjalannya waktu, menguji hipotesis bahwa perubahan kesejahteraan individu secara temporer memprediksi fluktuasi tingkat retensi pada periode tertentu. Terakhir, penelitian eksperimen yang menerapkan program intervensi manajerial terfokus pada karyawan dengan masa kerja menengah (4‑7 tahun) dapat mengevaluasi efektivitas strategi peningkatan kesejahteraan, seperti pelatihan kebugaran mental dan fleksibilitas kerja, dalam menurunkan risiko turnover; pertanyaan penelitian yang dapat dijawab adalah sejauh mana intervensi tersebut meningkatkan retensi dibandingkan dengan kelompok kontrol.

  1. Mengelola Kekayaan dan Mewujudkan Keseimbangan Batin melalui Sigālovāda dan Karanīyametta Sutta |... doi.org/10.60046/jgsb.v2i2.123Mengelola Kekayaan dan Mewujudkan Keseimbangan Batin melalui SigAlovAda dan Karanyametta Sutta doi 10 60046 jgsb v2i2 123
  2. Organizational Justice and Employee Retention: A Theoretical Framework for Malaysian and Indonesian Higher... doi.org/10.22610/imbr.v15i3(si).3484Organizational Justice and Employee Retention A Theoretical Framework for Malaysian and Indonesian Higher doi 10 22610 imbr v15i3 si 3484
  3. Analyzing Employee Well-being in Corporate Sectors: Data Insights and Statistical Findings – IJSREM.... ijsrem.com/download/analyzing-employee-well-being-in-corporate-sectors-data-insights-and-statistical-findingsAnalyzing Employee Well being in Corporate Sectors Data Insights and Statistical Findings Ae IJSREM ijsrem download analyzing employee well being in corporate sectors data insights and statistical findings
Read online
File size313.5 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test