UBTUBT

Jurnal Pengabdian Masyarakat BorneoJurnal Pengabdian Masyarakat Borneo

Desa Mansalong & Desa Tanjung Hulu adalah mitra dan semangat gerakan Indonesia melayani PKM Revolusi Mental Universitas Borneo Tarakan Menuju kesadaran dan kepedulian baik masyarakat maupun pemerintahan desa terhadap kebersihan dan kesehatan, serta gerakan Indonesia mandiri PKM Revolusi Mental Universitas Borneo Tarakan meningkatkan tingkat kesadaran kemandirian masyarakat melalui menemukan potensi lokal sebagai badan usaha milik desa. Kurangnya kesadaran pelayanan publik dan kemandirian usaha di Wilayah Kecamatan Lumbis, Kabupaten Nunukan, solusi yang dilakukan dengan melaksanakan program Revolusi Mental Melalui gerakan Indonesia Bersih dan Gerakan Indonesia Mandiri. Untuk mewujudkan pemecahan permasalahan tersebut diperlukan suatu penataan dengan gerakan aksi nyata Bersih, Mandiri berbasis Revolusi Mental. Program Kemitraan Masyarakat berbasis Revolusi mental Melatih masyarakat dan memberikan pembekalan ilmu pengetahuan untuk mengembangkan potensi yang dimiliki, baik potensi alam maupun potensi yang ada di dalam diri masyarakat. Melalui gerakan Indonesia Bersih Program Kemitraan Masyarakat Revolusi Mental Universitas Borneo Tarakan Menuju kesadaran dan kepedulian baik masyarakat maupun pemerintahan desa terhadap kebersihan lingkungan. Sedangkan gerakan Indonesia mandiri terfokus pada pada pemanfaatan potensi sumber daya alam daerah tertinggal, Mendukung dan mendorong kewirausahaan serta ekonomi kreatif memberdaakan potensi lokal, dan Melakukan pengembangan teknologi tepat guna untuk mendorong Usaha ekonomi kreatif.

Kegiatan Kemitraan Program Masyarakat berbasis Revolusi mental dengan gerakan Indonesia Bersih, Gerakan Indonesia Mandiri dan Gerakan indonesia melayani di Desa Mansalong dan Desa Tanjung Hulu Kecamatan Lumbis Kabupaten Nunukan berjalan dengan baik dan mendapat dukungan penuh dari Camat Lumbis, Kepala Desa Mansalong dan Kepala Desa Tanjung Hulu, tokoh masyarakat serta seluruh masyarakat.

Untuk meningkatkan dampak program pemberdayaan, perlu dipertimbangkan pengembangan teknologi tepat guna yang dapat mendorong usaha ekonomi kreatif di daerah. Selain itu, penting untuk fokus pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia aparatur sipil negara dalam penyempurnaan sistem manajemen kerja dan peningkatan perilaku pelayanan publik. Terakhir, perlu ada upaya untuk meningkatkan apresiasi seni, kreativitas karya budaya, dan warisan budaya sebagai strategi untuk meningkatkan kemandirian bangsa dalam menghadapi persaingan regional dan global.

Read online
File size679.16 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test